Review Produk dan Belanja Online di The Body Shop

Review ini bukan merupakan ulasan berbayar ya, guys. Artikel dibuat dengan tujuan untuk menyeimbangkan trafik perbandingan pengunjung blog karena berdasarkan alexa jumlah gender yang nyasar ke blog ini antara laki-laki dan perempuan tidak seimbang. Jadi coba-coba lah sesekali posting tentang beauty dan brand yang akan saya bahas adalah The Body Shop.

Siapa sih yang nggak tau The Body Shop? Produk berasal dari Inggris yang merupakan pelopor produk kecantikannya menggunakan bahan alami ini begitu populer di dunia. Pemakai produk ini nggak cuma dari kaum hawa aja lho, kaum adam pun juga banyak yang tertarik.

Belanja Online The Body Shop
Untuk The Body Shop Indonesia, selain melalui website https://www.thebodyshop.co.id/ produk ini dapat dibeli melalui official store di Lazada, Shopee, dan Elevania. Berikut review pembelian online The Body Shop via Lazada dan web TBS. Baca Selengkapnya

Advertisements

Nyobain Kuliner Iga Sapi Bali di Jogja

Pecinta daging yang lagi di Jogja mana suaranya…
Dari sekian banyak kuliner daging-daging yang ada di Jogja, Iga Sapi Bali rasanya sayang untuk dilewatkan begitu saja saat kulineran di Jogja. Menu ini dapat foodies temukan di resto bernama Iga Sapi Bali yang berada di Jalan Umbul Permai, Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Untuk menu Iga Sapi Bali tersedia Iga bakar bumbu Bali, Iga bakar madu, Iga bakar kecap, iga bakar spesial, iga penyet, dan iga kecombrang. Disini kami memesan iga bakar madu dan iga bakar special kecap. Menurut saya yang recommended untuk dicoba adalah iga bakar madu, rasanya manis pas cocok sesuai lidah orang Jogja. Kalau yang suka pedas mungkin bisa coba iga bakar bumbu Bali. Untuk iga bakar special kecap rasanya sedikit manis khas bumbu kecap, lebih manis iga bakar madu.

Penyajian makanan disini tidak membutuhkan waktu tunggu yang lama. Ditambah daging iga sapi yang cukup besar tersebut  matang merata dan cukup empuk. Satu porsi iga bakar dapat dinikmati oleh 2 orang. Porsi nasinya juga sangat banyak dan mengenyangkan. Dalam penyajiannya iga bakar dilengkapi dengan kuah yang diwadahkan terpisah. Kuahnya segar dengan rasa agak sedikit pedas. Selain olahan iga bakar, juga tersedia olahan iga lain seperti sop iga bali dan sop iga bening.

Kalau foodies tidak suka daging dan ingin mencoba kuliner khas Jogja atau kuliner tradisional, tempat ini juga menawarkan beberapa menu yang bisa dicoba seperti brongkos, mie lethek, mendoan tempe, garang asem, dan sayur asem. Tersedia juga ayam betutu dan bebek goreng bali. Berikut daftar menu yang tersedia di Iga Sapi Bali:

Tersedia juga kudapan, satu yang recommended untuk dicoba adalah bubur sumsum. Dari tampilannya saja cukup menarik, terdapat hiasan daun pandan dan sedikit warna ungu ditengah yang mempermanis penyajian. Tekstur buburnya cukup lembut dan rasa bubur sumsumnya sebelum dicampur dengan juruh (air gula) cukup gurih. Perpaduan rasa manis dari air gula dan gurihnya bubur sumsum saat dicampur begitu menyatu.

Area makan diresto ini cukup luas, ada area depan, tengah, dan belakang yang bergaya rumah joglo. Furniture kursi dan meja makan terbuat dari kayu yang cukup lebar dan nyaman untuk diduduki. Tersedia juga fasilitas mushola dilengkapi dengan alat sholat. Overall tempatnya cukup bersih dan nyaman sebagai tempat kumpul atau makan bareng teman maupun keluarga.

Bagi yang pengen lanjut kulineran di area Jalan Damai, cobain juga seafood di Kepiting Cak Gundul.

Masjid Sultan: Masjid Pertama di Singapura

Nama Masjid Sultan tentunya tak terdengar asing bagi para muslim yang berkunjung ke Singapura. Selain terletak di area yang strategis, masjid ini juga sangat dekat dengan area kuliner halal sekaligus menjadi titik utama masyarakat beragama islam di Singapura.

Masjid Sultan yang terletak di Kampong Glam ini merupakan masjid pertama yang dibangun di Singapura. Kampong Glam sendiri merupakan daerah yang dialokasikan Inggris untuk warga Melayu dan muslim sebagai ganti dari penyerahan kekuasaan atas Singapura kala itu kepada Inggris. Struktur masjid ini awalnya dibangun sekitar tahun 1824 yang diprakarsai sultan pertama Singapura bernama Sultan Hussein Shah.

Bangunan Masjid Sultan yang pertama berbentuk masjid tradisional nusantara dengan atap limas bersusun tiga. 100 tahun kemudian sekitar tahun 1924, dilakukan relokasi untuk membangun masjid baru yang lebih besar namun tak jauh dari masjid lama yang menjadi lokasi Masjid Sultan sekarang.

Masjid Sultan terdiri dari 2 lantai yang memiliki daya tampung mencapai 5000 jamaah. Lantai 1 untuk jamaah laki-laki dan lantai 2 untuk jamaah perempuan. Untuk tempat wudhu perempuan terletak dekat dengan gerbang masuk. Bagi jamaah perempuan, untuk naik ke lantai 2 masjid dapat menaiki lift atau tangga. Bangunan masjid dua lantai pakai lift sih baru nemu di Singapura ini, kalau dari informasi yang ditempel penggunaan lift untuk membantu difabel.

Saat pertama kali masuk ke Masjid Sultan karena ketidaktahuan dan kurangnya petunjuk serta pemandu di masjid ini jadi salah deh shalat di lantai 1. Setelah selesai shalat dapat teguran dari takmir masjidnya, huhuuu… Ibu-ibu yang berjalan sendirian pun ketika masuk cari tempat shalat juga masih banyak yang bingung mungkin karena kurang petunjuk.

Soal tampak luarnya Masjid Sultan sih nggak perlu dibahas ya, meskipun terletak diantara bangunan megah, tapi arsitektur masjid ini tak kalah megah. Dari area Bussorah Street, wisatawan dapat melihat kubah berwarna keemasan dari kejauhan yang begitu cantik. Untuk interior di dalam masjid rapi, apik, dan cukup nyaman untuk beribadah. Suasananya cukup tenang dan fasilitas seperti mukena juga tersedia. Dari jendela masjid lantai 2, jamaah dapat melihat pemandangan Bussorah Street yang merupakan area pertokoan dan restoran yang tertata.

6 Tempat Makan Sate Klatak Enak dan Murah di Imogiri

Bagi foodies yang sedang jalan-jalan ke Jogja pastinya kuliner tak kan menjadi bagian yang terlewatkan. Bergerak ke arah selatan kota Jogja, terdapat salah satu daerah yang menjajakan olahan makanan dari daging kambing. Yak, memasuki daerah Jejeran dimana merupakan jalur menuju wisata alam Imogiri, foodies dapat menemukan banyak warung yang memajang daging kambing dan alat pembakar sate.

Daerah Jejeran memang terkenal dengan sate klatak-nya. Ada yang belum tau tentang sate klatak? Sate klatak merupakan sate dari daging kambing muda yang hanya dibumbui dengan garam. Berikut tempat makan sate klatak di daerah Jejeran yang recommended untuk foodies singgahi:

  1. Sate Klatak Pak Pong 

    sate klatak Pak Pong

    Berbeda dengan sate pada umumnya yang biasa dihidangkan dengan tusuk dari lidi dan dilengkapi dengan bumbu kacang atau bumbu kecap, sate klatak Pak Pong disajikan dengan tusuk sate dari jeruji besi dan dihidangkan dengan kuah gulai. Untuk satu porsi sate klatak disini hanya berisi 2 tusuk saja plus nasi harga sekitar Rp 25.000,-. Cukup terjangkau bukan? Namun bila foodies berkunjung saat musim libur panjang atau weekend, harus sabar karena antrian cukup banyak dan bisa menunggu hingga 1-2 jam. Maklum saja karena makanan yang disajikan baru diolah ketika pesanan datang.

  2. Sate Klatak Pak Bari 

    sate klatak Pak Bari

    Siapa sih yang nggak tau Sate Klatak Pak Bari? Warung sate yang terletak di Pasar Wonokromo ini semakin populer setelah muncul dalam film AADC 2. Sate Klatak Pak Bari hanya dapat dijumpai saat malam hari, biasanya buka seusai magrib dan bisa saja habis sebelum pukul 21.00. Bila berencana untuk datang kesini usahakan datang se-awal mungkin agar tidak kehabisan. Untuk satu porsi Sate Klatak Pak Bari berisi 2 tusuk sate dengan potongan daging yang cukup besar. Pastinya walaupun cuma 2 tusuk sate plus nasi sudah cukup kenyang dan memuaskan. Foodies pun hanya cukup merogoh kantong sebesar Rp 20.000,- untuk 1 porsinya.

  3. Sate Pak Jupaini

    sate klatak Pak Jupaini

    Warung sate Pak Jupaini terletak tepat ditepi jalan Imogiri Timur Km. 10 Jejeran, tak susah untuk menemukannya karena terdapat plank besar yang menjadi penanda warung tersebut. Untuk satu porsi sate klatak disini juga berisi 2 tusuk sate dengan potongan daging yang pas. Yang khas dari penyajian sate klatak disini adalah dihidangkan dengan kuah santan berwarna kuning yang rasanya gurih sedikit asam.

  4. Sate Horor Pak Jono
    Seperti namanya yang horor, Sate Pak Jono ini buka hanya pada malam hari. Bagi foodies yang tidak kebagian sate Pak Bari bisa coba mlipir ke warung yang persis berada di sebelah Pasar Wonokromo. Dilengkapi dengan penerangan yang remang-remang makan sate disini rasanya jadi syahdu.
  5. Sate Mas Rangga
    Warung sate Mas Rangga buka mulai pagi hari pukul 07.00. Berada di sekitar Jalan Imogiri Km. 11, warung ini selalu ramai saat memasuki jam makan siang. Berbeda dengan warung sate lainnya yang hanya memberikan 2 tusuk sate disetiap porsinya, Sate Klatak Mas Rangga memberikan 6 tusuk sate. Minusnya disini sate klataknya tidak diberi pelengkap kuah. Namun rasa sate klataknya enak dan tingkat kematangannya pun sempurna.
  6. Sate Mbak Bella
    Sate Mbak Bella berada di depan warung Sate Mas Rangga, kedua warung sate ini selalu sama-sama ramai. Berbeda dengan sate klatak Mas Rangga yang tidak dilengkapi dengan kuah, sate Mbak Bella menawarkan sate klatak dengan gule atau tongseng. Untuk kuah tongsengnya gurih sedikit pedas. Dalam satu porsi terdapat 5 tusuk sate, tingkat kematangannya sempurna, namun dalam satu tusuknya terdapat potongan gajih.

Selain menawarkan sate klatak, warung-warung tersebut juga menawarkan olahan dari daging kambing seperti tengkleng, tongseng, gulai, dan nasi goreng kambing. Setiap warung memiliki ke khas an dan cita rasa tersendiri. Foodies suka sate klatak tempat siapa nih?

Jembatan Limpapeh: Jembatan Gantung Eksotis di Bukittinggi

Jalan-jalan di kawasan Kampung Cina Bukittinggi, terdapat salah satu ikon wisata cukup unik yang dapat dilihat saat melintas di Jalan Ahmad Yani. Jembatan sepanjang 90 meter dengan warna dominan merah dan kuning yang membentang diatas Jalan Ahmad Yani ini dikenal dengan nama Jembatan Limpapeh. Pada bagian tengah jembatan dapat terlihat atap gonjong dengan ornamen khas Minangkabau.

Jembatan gantung yang dibangun pada tahun 1995 ini merupakan jembatan penghubung antara 2 tempat wisata yakni Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan yang berada di bukit Cubadak Bungkuak dengan Benteng Fort de Kock yang berada di Bukit Jirek. Untuk mencoba melintas diatas Jembatan ini, kalian harus masuk ke salah satu diantara Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan atau Benteng Fort de Kock. Waktu itu saya masuk dari Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, untuk tiket masuknya dikenakan Rp 10.000,-/orang. Cukup terjangkau bukan? Dengan membayar tiket masuk sekali saja, kita dapat akses ke 2 tempat wisata bersejarah. Dari atas Jembatan Limpapeh, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Bukittinggi yang padat namun asri.

Bagi kalian yang suka foto-foto, jangan sampai kelewatan untuk mengabadikan obyek-obyek menarik yang dapat diambil dari kawasan Jembatan Limpapeh mulai dari pemandangan kota Bukittinggi yang dikelilingi pegunungan dan arsitektur dari jembatan ini. Dilihat dari atas maupun dari bawah jembatan ini memiliki point of view yang berbeda namun sama-sama menarik.

Tak ada salahnya juga mengabadikan Jembatan Limpapeh pada saat malam hari yang dihiasi dengan penerangan lampu yang menambah kesan cantik dan eksotis. Ingin bermalam disekitar bawah Jembatan Limpapeh? Tak perlu khawatir karena terdapat beberapa penginapan yang dapat disinggahi. Saat malam hari, disepanjang jalan Jalan Ahmad Yani dapat ditemukan aneka kuliner khas yang menarik untuk dicicipi seperti es tebak, martabak kubang, sate danguang danguang, kari kambing, nasi goreng, dan sekoteng. Hati-hati jangan sampai kalap, pengen beli dan nyicipin semuanya. 😀 Untuk menuju Jalan Ahmad Yani dari kawasan Jam Gadang, jaraknya tidak terlalu jauh (asalkan g nyasar) masih cukup terjangkau ditempuh dengan berjalan kaki.

 

Janjang Ampek Puluah: Satu dari Icon Wisata Sejarah di Bukittinggi

Aku belum mandi
tak tun tuang.. tak tun tuang..
tapi masih cantik juga..
tak tuang.. tak tuang..

Ada yang tau cuplikan lirik lagu diatas yang sempat populer beberapa waktu yang lalu ini? Jika kalian perhatikan video clipnya mengambil tempat di daerah sekitar Jam Gadang dan Pasar Atas Bukittinggi. Eits.. Tapi dipostingan kali ini, saya tidak akan membahas mengenai lagu tersebut tapi akan sedikit membahas salah satu tempat bersejarah yang tak jauh dari posisi video clip Tak Tun Tuang diambil yakni Janjang Ampek Puluah.

Janjang Ampek Puluah merupakan anak tangga yang menghubungkan antara Pasar Atas dan Pasar Bawah Kota Bukittinggi. Anak tangga yang juga dikenal dengan nama Janjang 40 ini dibangun pada tahun 1908 diawali dengan adanya kesepakatan Niniak Mamak di Luhak Agam yang bertujuan menghubungkan kawasan Pasar Atas (Ateh) dan Pasar Bawah. Jembatan ini dibangun atas perintah Asisten Residen Belanda Louis Constant Westenenk.

Tangga yang secara administratif terletak di Kelurahan Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi ini dibangun lebih dulu ketimbang Jam Gadang. Walaupun letak Pasar Atas dan Pasar Bawah berdekatan namun terpisah oleh bentuk tanah sebab Bukittinggi memiliki topografi yang tidak rata dan berbukit. Keberadaan tangga ini sangat membantu penataan pasar dan menghubungkan kedua pasar tersebut.

Perlu diketahui bahwa tangga 40 ini ternyata jumlah anak tangganya kurang lebih sekitar 100 undakan bila dihitung mulai dari bawah hingga puncak. Disekitar tangga ini terdapat surau yang cukup cantik. Kabarnya, sekarang dibagian bawah Janjang Ampek Puluah ini dilengkapi dengan gapura bertuliskan “Janjang Ampek Puluah” dan beberapa bagian pertengahan anak tangga juga diberi tanaman yang menambah ke-asri-an tempat ini.

Bagi yang suka jepret-jepret atau fotografi, sudut-sudut di Janjang Ampek Puluah ini sangat cocok menjadi obyek bidikan kamera. Memandang sekitar area Tangga 40 ini pun juga menarik. Walaupun datang saat siang hari, beberapa spot tetap teduh karena sinar matahari terhalang oleh tembok bangunan yang ada di sekitar tangga.

Jiwangga Resto, Tempat Makan di Jogja Bernuansa Majapahit Kuno

Yang lagi long weekend di Jogja dan berwisata di sekitar Kalasan bersama keluarga maupun sahabat, bingung cari tempat makan yang enak dengan harga terjangkau plus instagramable? Gak perlu bingung, kita kasih nih salah satu tempat yang cocok banget untuk disinggahi. Tempatnya di Jiwangga Resto. Resto yang memiliki tagline ‘Tempat Makan Jiwa dan Raga’ ini beralamat di Jalan Terbaik No.1 Bromonilan, Purwomartani, Kalasan, Sleman Yogyakarta.

Walaupun namanya Jalan Terbaik tapi jalannya masih berupa pasir berkerikil. Perlu agak berhati-hati saat memasuki jalan ini apalagi kalau mengendarai mobil. Letaknya memang agak tersembunyi, jauh dari keramaian, dekat dengan sawah-sawah berlatar Gunung Merapi.

Memasuki bagian depan bangunan resto, foodies dapat akan disambut oleh patung prajurit yang melengkapi bangunan rumah ber-ornamen unik. Melirik ke sebelah kiri, terlihat pendopo dengan dekorasi dan furniture yang unik. Disini tersedia tempat makan dengan meja dan kursi maupun lesehan.

Tak ada salahnya ketika memilih tempat makan sambil menjelajah resto ini karena banyak spot-spot unik yang bisa foodies abadikan dengan kamera. Area Jiwangga Resto cukup luas, tersedia tempat outdoor dan indoor. Bisa pilih outdoor pemandangan aliran sungai atau indoor di dalam joglo. Tergantung cuaca juga, :D.

Saat berkeliling resto berhati-hati ya karena mungkin pijakan licin dan ada sesajian di tempat-tempat tertentu layaknya di Bali. Ada juga tempat yang bertuliskan lepas alas kaki. Walaupun tempat ini identik dengan budaya Hindu, namun resto ini juga menyediakan fasilitas mushola dengan tempat wudhu berupa “padasan”..

Jiwangga Resto menawarkan menu makanan yang cukup variatif (banyak pilihan), harganya pun juga masih wajar. Cocoknya kalau kesini memang bareng keluarga atau teman-teman karena porsi makanannya cukup banyak.

Dan kita memesan..
Jreng… Jreng…
Nasi langgi Jiwangga, udang saus padang, jamur crispy, tempe mendoan, sup jiwangga, onion ring.
Minumnya wedang rempah jiwangga.
Nggak tau ini laper mata atau laper beneran, padahal cuma bertiga.

Overall rasa makanannya enak seperti masakan rumah. Untuk jamur crispy dan onion ring tepungnya cukup tebal jadi bikin cepet kenyang. Saus kecap yang melengkapi mendoannya juga enak. Wedang rempah jiwangga yang terbuat dari campuran serai, jahe, dan daun jeruk sangat recommended untuk dicoba. Rasanya pedas asam manis menyegarkan dan hangat melegakan tenggorokan. Berikut daftar menu dan harga makanan di Jiwangga Resto:

Pas kesini kebetulan ada event imlek, jadi setelah bayar diminta untuk memilih nomor yang ada di pohon, terdapat hadiah menarik setelah tarik nomor. Dan saya mendapat gantungan HP. 😀

Note:

  • Ada baiknya reservasi terlebih dahulu saat akan datang ke Jiwangga Resto terutama pada musim liburan atau hari libur karena tempat makan ini selalu ramai oleh pengunjung. Untuk reservasi dapat menghubungi nomor 0856-4744-0414.
  • Buka setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 dengan last order pukul 20.00.
  • Rute menuju Jiwangga Resto:  Dari Ring Road Utara menuju ke arah timur lewat jalur lambat sampai ketemu SMK 1 Depok belok ke kiri (arah utara) lurus ikuti jalan sampai perempatan lampu merah kedua, yang mau ke Jogja Bay ambil kanan (arah timur) masuk Jl.Kadisoka, ikuti jalan sampai ketemu Jalan Sunan Ampel (belok kiri/arah utara) masuk lurus dan ikuti Google Maps aja kalau belum paham wilayahnya, hehe :D.

Pengen Kuliner Seafood di Jogja? Ke The Crabbys Aja

Buat foodies penggemar seafood yang lagi liburan di Jogja dan pengen makan kepiting, lobster, serta kawan-kawannya, mampir aja ke The Crabbys.

The Crabbys merupakan salah satu tempat makan seafood di Jogja yang terletak di Jalan Kaliurang No.26 Condongcatur. Bagi kalian yang habis jalan-jalan dari Kaliurang atau Monumen Jogja Kembali pas banget untuk singgah makan disini karena lokasi menuju resto masih sejalan (tergantung juga ding arah baliknya kemana :D).

Tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi bersama pasangan atau keluarga. Harganya pun cukup terjangkau dengan paket yang ditawarkan. Kali saya bersama travelmate mencoba paket Gangster Crab. Paket yang dipatok dengan harga Rp 165.000,- ini terdiri dari udang goreng, 2 sayap ayam goreng, dan masakan seafood dengan bumbu saus yang dapat kita pilih sesuai selera. Untuk masakan seafoodnya terdiri dari kerang darah, kerang hijau, lobster, dan kepiting yang dilengkapi dengan potongan jagung manis dan daun bawang.

Ada yang berbeda dari cara penyajian masakan disini. Setelah memesan makanan, meja akan dilapisi dengan kertas seperti kertas kalkir. Tak lama setelah menunggu, taraaa.. Paket pesanan satu per satu pun datang. Udang goreng dan ayam goreng disajikan dalam wajan mini seperti alat masak mainan. 😀 Kemudian datanglah menu utama dalam wajan besar, seafood tidak disajikan dengan wajan namun dituangkan dalam kertas putih yang sudah digelar diatas meja. Jadi, saat menunggu pesanan jangan sampai mengotori kertas tersebut ya gaes karena kertas itu dijadikan sebagai alas penyajian makanan.

Untuk minuman, yang ditawarkan cukup unik. Pada kesempatan ini, saya memilih kubu dan travelmate memilih pipeline. Warna warninya terlihat menggoda dan rasanya cukup menyegarkan. Kubu merupakan mix jus mangga dan yogurt. Sementara pipeline, rasanya asam manis menyegarkan ada sodanya dilengkapi dengan serutan timun.

Ruang makan di The Crabbys ini tergolong luas, dinding-dinding dihiasi dengan gambar yang lucu. Resto tidak berpendingin ruangan namun masih cukup nyaman karena atapnya cukup tinggi. Disini juga tersedia mushola dan toilet. Ada baiknya bila mau ke The Crabbys reservasi terlebih dahulu karena pada jam-jam tertentu biasanya ramai apalagi saat musim liburan.

Demeat Steakhouse Jogja

Halo carnivor.. carnivor..
Ada yang baru nih.
Eh baru atau saya yang baru tau ya? 😀
Setelah sekian lama nggak mampir ke Holycow Steakhouse Jogja rupanya sekarang sudah berubah jadi DeMeat. Sama-sama masih menawarkan steak, kira-kira menu apa saja yang tersedia di Demeat Steakhouse?

DAFTAR HARGA DAN MENU DEMEAT JOGJA
Premium Selection
Tokusen Prime Sirloin…….. 160.000
Tokusen Prime Tenderloin …. 215.000
Tokusen Prime Rib Eye ……. 185.000

U.S BEEF
U.S Sirloin …………….. 110.000
U.S Rib Eye …………….. 120.000
U.S Tenderloin ………….. 160.000

Australian Beef
Sirloin 320 …………….. 155.000
Rib Eye 320 …………….. 155.000
Prime Sirloin …………… 95.000
Prime Rib Eye …………… 95.000
Prime Tenderloin ………… 110.000

Untuk pilihan diatas semakin mahal harganya dagingnya maka kualitas dagingnya bagus dan ketika dimasak cepat matang. Kebetulan karenan yang mahal udah sold out jadinya pesen Australian Beef Prime Tenderloin dengan tingkat kematangan welldone.

Pelengkap steaknya saya memilih mix vegetable (buncis, wortel, bunga kol), mashed potato, dan saus DeMeat yang memiliki rasa asam pedas. Lumayan cocok sama saus DeMeat ini. Potongan dagingnya lumayan pas tapi cukup mengenyangkan. Pilihan side dish selain mashed potato terdapat potato wedges, french fries, dan steam rice.

Selain menu diatas DeMeat juga menawarkan menu lain diantaranya
Bifuteki
Bifuteki Tenderloin ………. 145.000
Bifuteki Rib Eye …………. 115.000

Special Meat
Short Ribs ……………… 145.000
Bratwurst ………………. 66.000
Wagyu Beef Burger ……….. 55.000
Sloopy Joe ……………… 55.000

Appetizer
Beef Lasagna …………… 40.000
Pizza Fries ……………. 40.000
Mac & Cheese …………… 35.000
Chicken Wings ………….. 30.000
Quesadilas …………….. 45.000

Soup
Pumpkin Soup …………… 25.000
Baked Potato Soup ………. 25.000

Salad
Steak House Salad ………. 35.000
Caesar Salad …………… 40.000

Pasta
Spicy Beef Pasta……………. 45.000
Angel Hair Pasta With Seafood .. 45.000
Spaghetti Creamy Chicken ……. 45.000
Spaghetti Bolognaise ……….. 35.000
Pasta Bee Ragout …………… 40.000
Spaghetti Carbonara ………… 35.000

Pizza
Pizza (one topping) ………… 55.000
Pizza (two topping) ………… 65.000
Calzone …………………… 55.000

Main Course
Roasted Baby Chicken ……….. 65.000
Pan Seared Salmon ………….. 68.000
Fish & Chips ………………. 60.000

Dessert
Stroking Sweetloin …………. 35.000
French Waffle ……………… 33.000
Yo Momma Pancake …………… 33.000
Doux Crepes ……………….. 33.000

Demeat memiliki desain interior ruang yang masih sama dengan Holycow. Yang berbeda menu dan penyajiannya. Steak disajikan pada piring bulat besar bercorak merah putih bertuliskan Demeat. Cukup unik!

Jangan lupa ngopi

Menu yang hilang dari Holycow adalah Wagyu. Di Demeat nggak ada wagyu. Untuk rate harga Demeat masih tergolong wajar dan setara dengan Double U Steak Jogja.

Sate Klatak Enak dan Murah? Temukan di Warung Sate Kambing Mas Rangga

Imogiri merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam Jogja dan tempat bersejarah. Beberapa diantaranya yang cukup adalah Makam Raja-Raja Mataram, Kebun Buah Mangunan, dan Hutan Pinus. Selain menawarkan tempat-tempat wisata yang apik dan menarik, Imogiri juga menawarkan ragam kuliner yang tidak boleh terlewatkan. Salah satunya yaitu Sate Klatak.

Sepanjang jalan menuju daerah wisata Imogiri, foodies dapat menemukan warung-warung yang menawarkan Sate Klatak seperti Sate Klatak Pak Pong, Sate Klatak Pak Bari, dan Sate Klatak Pak Jono yang biasanya ramai dikunjungi saat malam hari.

Ada lagi nih satu warung sate klatak yang cukup recommended untuk dijajal di daerah Jl.Imogiri yaitu Warung Sate Kambing Mas Rangga yang biasa buka mulai pukul 07.00 pagi. Warung sate ini menawarkan beragam olahan daging kambing seperti sate klatak, sate bumbu, sate goreng, tengkleng, gule, tongseng, dan nasi goreng.

Warung sate yang terletak di Jalan Imogiri Km. 11 ini selalu ramai dikunjungi pada saat jam makan siang. Berbeda dengan warung sate klatak lainnya, Warung Sate Kambing Mas Rangga dalam 1 porsinya memberikan jumlah tusuk sate yang lebih banyak dan harganya pun lebih murah dibanding warung lainnya. Namun, soal rasa juga nggak kalah saing. Baca Selengkapnya

« Older entries