Itinerary Explore Sumatera Utara – 20 Tempat Wisata di Sumatera Utara

Untuk menuju Sumatera Utara melalui jalan udara dari Jogja dapat memilih maskapai yang ada yaitu

  1. Air Asia
    Penerbangan langsung dengan waktu tempuh sekitar 2 jam 45 menit, berangkat dari Jogja (Adi Sucipto) pukul 16:15 dan tiba di Kualanamu pukul 19:00.
  2. Citilink
    Masakapai Citilink juga menawarkan penerbangan langsung dari Jogja (Adi Sucipto) ke Medan (Kualanamu). Penerbangan sore hari pukul 15:55 dan tiba di Medan pukul 18:50.

Maskapai lainnya yang menawarkan penerbangan transit dari Jogja (Adi Sucipto) ke Medan (Kualanamu) yaitu Garuda, Batik, dan Sriwijaya.

Karena tiket AirAsia sudah sold out maka saya memilih menggunakan maskapai Citilink penerbangan pagi, transit di Soekarno Hatta. Penerbangan Citilink JOG (05.00) – CGK (06.30) – Kualanamu (11.10).

Sesampainya di Kualanamu, kami melanjutkan perjalanan menuju Danau Toba. Berikut itinerary explore Sumatera Utara:

Hari Pertama

1. Menuju Pulau Samosir
Dari Bandara Kualanamu menuju Danau Toba menempuh waktu perjalanan sekitar 3.5 jam menaiki kendaraan bermotor. Waktu perjalanan tersebut sudah termasuk waktu berhenti dibeberapa tempat untuk membeli jajan (lemang) dan istirahat. Selama perjalanan terdapat beberapa jajanan yang menarik untuk dicoba seperti jeruk peras, lemang, dan durian.Untuk menuju Pulau Samosir dapat melalui Pelabuhan Penyeberangan Ajibata – Ambarita dengan KMP (Kapal Motor Penyeberangan) Ihan Batak. Dalam kondisi normal KMP Ihan Batak Lintas Ajibata – Ambarita berlayar pada pukul 08.00, 11.00, 14.00, dan 17.00.

Kami sampai di Pelabuhan Penyeberangan Ajibata – Ambarita pukul 15.30, alhamdulillah masih kebagian untuk menaiki kapal terakhir yang berangkat pukul 17.00 dan tiba Pulau Samosir 17.50. Baca selengkapnya.

2. Bermalam di Samosir
Di Pulau Samosir banyak penginapan yang dapat dipilih sebagai tempat beristirahat. Salah satunya Laster Jony’s Guesthouse. Letaknya tidak terlalu jauh dari pelabuhan dan berada di tepi Danau Toba.

Hari Kedua

3. Keliling Pulau Samosir

Di pagi hari kami berkemas dan checkout dari Guesthouse untuk berkeliling sekitar Pulau Samosir, ke sebuah air terjun tanpa nama melewati Panatapan (salah satu view point untuk melihat keindahan Danau Toba dari atas). Setelah berkeliling Pulau Samosir, kami melanjutkan untuk kembali menyeberang ke Pelabuhan Penyeberangan Ajibata.

4. Tanjung Unta


Setelah tiba di Pelabuhan Penyeberangan Ajibata, perjalanan berlanjut ke Tanjung Unta yang merupakan salah satu view point untuk melihat keindahan Danau Toba.

5. Pelabuhan Tigaras


Dari Tanjung Unta ke Pelabuhan Tigaras membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan menaiki kendaraan bermotor. Di Pelabuhan ini dapat ditemukan aktivitas lokal dan Tugu berbentuk replika KM Sinar Bangun. Baca Selengkapnya.

6. Air Terjun Sipiso-Piso


Perjalanan menuju Air Terjun Sipiso-Piso dari Pelabuhan Tigaras memakan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Air Terjun Sipiso-Piso merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Baca Selengkapnya.

7. Taman Mejuah-Juah Berastagi
Setelah puas menikmati keindahan Air Terjun Sipiso-Piso, kami berpindah menuju Berastagi. Perjalanan dari Air Terjun Sipiso-Piso menuju Berastagi membutuhkan waktu 1 jam 45 menit. Sambil beristirahat dan mencari penginapan melalui aplikasi, kami singgah sebentar di sebuah taman yang berada tak jauh dari Pasar Buah Berastagi dikenal dengan nama Taman Mejuah-Juah Berastagi.

8. Bermalam di Berastagi
Udara di Berastagi cukup dingin. Salah satu penginapan yang berada tak jauh dari lokasi wisata yang ada di Berastagi adalah OYO 581 Serdika Pavilion, Berastagi.

Hari Ketiga

9. Bukit Gundaling


Di pagi yang masih cukup dingin, kami menuju Wisata Bukit Gundaling mencari sarapan. Dari bukit ini, pengunjung dapat melihat Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung.

10. Taman Alam Lumbini

Dari Bukit Gundaling menuju Taman Alam Lumbini membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam. Taman Alam Lumbini merupakan tempat ibadah umat Budha yang memiliki arsitektur sangat cantik.

11. Kawasan Wisata Sibayak


Terletak di kaki Gunung Sibayak, kawasan wisata ini menawarkan tempat pemandian air panas. Air di pemandian tersebut merupakan air belerang. Sangat cocok berendam di air panas di tengah udara dingin seperti kawasan wisata ini.

12. Air Terjun Sikulikap


Salah satu tempat wisata yang berada di dekat pintu perbatasan Kabupaten Deli Serdang. Kalau dari Berastagi menuju Medan, cobalah untuk mampir sejenak menikmati keindahan air terjun yang berada di tengah hutan yang mudah dan tak jauh untuk dijangkau.

13. Jajan Duren


Ditengah perjalanan dari Berastagi menuju Medan, kami berhenti untuk mencicipi durian yang dijajakan dipinggir jalan dengan harga Rp 100.000 untuk 3 biji.

14. Bermalam di Kota Medan
Penginapan yang berada di tengah kota dan cukup recommended sebagai persinggahan adalah Kama Hotel. Keberadaannya tak jauh dari Tjong A Fie Mansion dan deretan bangunan-bangunan tua yang eksotis.

15. Sate Memeng

Ingin berwisata kuliner di Medan saat malam hari? Cobalah untuk mencicipi sate memeng yang memiliki rasa pedas manis kaya rempah. Baca Selengkapnya.

16. Merdeka Walk
Kalau masih mau nongkrong malam dan mencari koneksi internet bisa nih lanjut ke Merdeka Walk sambil jajan-jajan.

Hari Keempat

17. Lontong Kak Lin


Cocok sebagai sarapan pagi. Harganya masih terjangkau, rasanya nikmat, dan cukup mengenyangkan. Baca Selengkapnya.

18. Istana Maimun

Istana Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan. Istana ini memiliki desain interior dan arsitektur yang unik dengan memadukan unsur warisan kebudayaan Melayu dengan gaya Islam, India, Italia, dan Spanyol.

19. Masjid Raya Al-Mashun

Lebih dikenal dengan nama Masjid Raya Medan merupakan salah satu masjid dengan bangunan bersejarah. Masjid peninggalan Sultan Deli ini dibangun mulai tahun 1906 dan dipergunakan sebagai tempat ibadah pertama kali pada 19 September 1909.

20. Kuil Shri Mariamman


Kuil cantik nan eksotis ini merupakan kuil Hindu tertua di Kota Medan dan menjadi rumah ibadah bagi umat Hindu Tamil. Baca Selengkapnya.

21. Ucok Durian


Mampir ke Kota Medan nggak afdol rasanya kalau nggak cobain durian di Ucok Durian. Disini kalian dapat mencicipi durian manis atau durian pahit sesuai request.

22. Street Photografi


Kalau kalian suka fotografi, nggak ada salahnya untuk berburu obyek foto bangunan tua di sepanjang Jl.Jendral A.Yani Medan.

23. Wajir Seafood


Tempat makan seafood halal di Kota Medan. Satu yang enak kita cicipi disini adalah ikan cabe hijau.

Sekian perjalanan kali ini. Semoga nggak bosen atau capek buat ngebacanya. Semoga membantu teman-teman yang ingin berkunjung ke Sumatera Utara.

Advertisements

The Brick Cafe: Tempat Hangouts Instagramable di Jogja

The Brick Cafe berada di Jl. Damai No.8, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Cafe ini menawarkan nuansa vintage. Dari bagian luar, pengunjung dapat melihat bentuk bangunan yang menyerupai rumah lawas. Beberapa benda seperti box telepon berwarna merah mirip yang ada di London hingga vespa turut menambah klasiknya cafe ini. Memasuki bagian dalam dapat dijumpai barang-barang jaman dulu seperti perapian, kursi, radio, dan televisi kuno.

Tempat ini sangat cocok dikunjungi bagi kalian yang hobi foto-foto dengan spot intagramable. Selain dapat digunakan sebagai tempat hangouts, The Brick Cafe juga dapat digunakan sebagai tempat kerja.

The Brick Cafe memiliki dua lantai dengan ruang indoor dan outdoor. Di lantai atas terdapat ruang outdoor sebagai tempat smoking.

Waktu yang baik untuk berkunjung ke The Brick Cafe saat sore hari sehingga dapat melihat suasana senja dan malam hari. Bagi yang sholat tak perlu khawatir karena disini terdapat mushola dan mukena.

Makanan yang kami coba pesan di The Brick Cafe yaitu seafood fried rice dan cheese cream fries. Seafood fried rice adalah nasi goreng yang berisi cumi, telur otak-arik, dan sayuran berupa kacang kapri serta jagung pipil. Platingnya cukup menarik, pada bagian atas diberi taburan irisan bawang goreng dan sampingnya diberi potongan daun slada dengan acar. Sayangnya nasi goreng tersebut tidak memiliki rasa. Lanjut ke cheese cream fries, kentang goreng yang diberi cheese cream ini cukup recomended untuk teman-teman pesan. Asin-asin nagih, :D.

Menu yang cukup unik dan menarik untuk dipesan di The Brick Cafe adalah Cappucino in a cone yaitu cappucino yang dituangkan dalam contong yang biasa digunakan untuk es. Tampilannya cukup menarik dan conenya juga enak. Yang beda cone diberi lapisan cokelat sehingga tidak mudah lembek karena terkena kopi. Porsi kopinya termasuk pas untuk sekedar icip-icip.

Daftar menu The Brick Cafe 2019

Note:

  • The Brick Cafe buka 24 jam.
  • Seafood fried rice Rp 36.000,-
  • Cheese Cream Fries Rp 41.000,-
  • Cappucino in a cone Rp 30.000,-

Little India Medan – Kampung Madras – Kuil Shri Mariamman

Medan merupakan salah satu kota multietnis dimana penduduknya terdiri dari beragam latar belakang budaya dan agama. Selain suku Batak, Karo, dan Melayu, di Medan juga dapat dijumpai suku Jawa, etnis Tionghoa, dan etnis India.

Medan merupakan salah satu kota multietnis dimana penduduknya terdiri dari beragam latar belakang budaya dan agama. Selain suku Batak, Karo, dan Melayu, di Medan juga dapat dijumpai suku Jawa, etnis Tionghoa, dan etnis India.

Keanekaragaman kota Medan pun terlihat dari keberadaan tempat ibadah seperti gereja, vihara, dan masjid yang ada disudut kota. Menariknya lagi, di Medan juga terdapat sebuah Kampung India yang dikenal dengan sebutan Kampung Keling atau Kampung Madras.

Kampung yang terletak di sekitar Jalan Zainul Arifin cukup mencolok dengan keberadaan sebuah kuil cantik nan eksotis yang dikenal bernama Kuil Shri Mariamman. Berada disekitar lingkungan ini seperti berada di India karena banyak dijumpai orang-orang keturunan India yang beraktivitas dan berlalu lalang. Disini saya hanya sebatas menikmati suasana sekitar Kuil Shri Mariamman dan memilih untuk tidak masuk ke dalam. Bangunan kuil ditandai dengan menara bertingkat yang dipenuhi oleh ornamen patung-patung kecil berwarna-warni.

Pada bagian gerbang gapura, kita dapat melihat dua patung gajah yang merupakan hewan suci dan dikeramatkan oleh umat Hindu. Memasuki bagian dalam terdapat tiga ruang doa yaitu Shri Vinayagar di sebelah kiri, Shri Mariamman dibagian tengah, dan Shri Murugar di sebelah kanan.

Kuil yang dibangun untuk memuja dewi Mariamman ini merupakan kuil Hindu tertua di Kota Medan dan menjadi rumah ibadah bagi umat Hindu Tamil. Menurut kepercayaan Hindu, Dewi Mariamman merupakan dewi yang dipercaya mempunyai kekuatan dalam menyembuhkan berbagai penyakit, menghilangkan wabah penyakit, dan menurunkan hujan ketika musim kemarau.

Kuil Shri Mariamman berdiri sekitar tahun 1881, tak lama setelah itu pada tahun 1884 berdiri Kampung Madras. Keberadaan suku India yang ada di Indonesia, tak lepas dari sejarah dimana mereka didatangkan oleh pemerintah kolonial Inggris pada abad ke-19 untuk bekerja di perkebunan Tembakau Deli. Tembakau terbaik yang membuat Tanah Deli dikenal di dunia.

Lezatnya Lontong Kak Lin Kuliner Medan

Sarapan atau makan pagi mungkin bukan menjadi kebiasaan beberapa orang karena alasan terburu-buru menjalani rutinitas. Seperti yang sudah kita tau sarapan itu sangat penting untuk mengembalikan energi setelah tidur malam.

Beberapa manfaat sarapan atau makan pagi diantaranya menyehatkan tubuh, otak jadi dapat berpikir lebih baik karena mendapatkan nutrisi, dan makan jadi lebih terkontrol. Sangat penting bukan?

Siapa yang sering melewatkan sarapan hayo? Mengingat pentingnya sarapan, jangan sampai lupa untuk sarapan apalagi saat traveling. Nah, kalau lagi ada di Medan sebelum memulai jalan-jalan, jangan bingung untuk mencari tempat sarapan. Sekaligus kuliner, kalian bisa mencicipi nikmatnya Lontong Kak Lin Medan.

Warung Lontong Kak Lin terletak di Jl. Teuku Cik Ditiro No.76 Medan (depan SMA Negeri 1 Medan). Perlu diketahui bahwa Lontong Kak Lin tidak membuka cabang dimanapun.

Di tempat makan ini tersedia beberapa menu pilihan seperti lontong bumbu, lontong mie, lontong sayur, lontong tahu goreng, lontong ganero, lontong pecal, nasi pecal, nasi sayur, dan nasi uduk. Harga menu makanan di warung Lontong Kak Lin mulai dari 18.000,- hingga 38.500,- per porsi.

Kalau kalian tidak sempat datang ke warungnya, bisa juga lho memesannya melalui Go-Food. Tapi sayang banget sih kalau ke Medan nggak bisa langsung datang ke Lontong Kak Lin.

Selain menu diatas, ditawarkan juga aneka camilan seperti martabak mini, risol, dan kue dadar serta hidangan pelengkap seperti sate kerang. Ada juga kentang kering dan bumbu kacang yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh.

Di Warung Lontong Kak Lin ini, kami memesan lontong sayur dengan lauk rendang. Isi dari lontong sayur tersebut ada bihun, kering kentang, sayur terong dipadu dengan kuah santan. Tak lupa diatas sajian terdapat remukan kerupuk. Lontong yang lembut dicampur dengan bihun, secuil rendang bercitarasa khas, kering kentang yang renyah ditambah sedikit kuah santan masuk dalam satu suapan. Betapa nikmatnya perpaduan tersebut.

Bagi saya yang kurang suka pedas, makanan disini termasuk sedikit pedas namun tetap nikmat. Penasaran ingin mencobanya? Datang saja ke Warung Lontong Kak Lin yang buka sejak pagi pukul 06.30.

Nyobain Sate Memeng, Kuliner Malam Medan

Te… Sate… Siapa sih yang nggak tau? Salah satu makanan khas Indonesia yang terbuat dari potongan-potongan daging ini memang tak pernah membosankan karena memiliki banyak variasi seperti Sate Danguang Danguang yang dapat dijumpai di Payakumbuh (Sumatera Barat), Sate Ambal di Kebumen (Jawa Tengah), Sate Klatak di Imogiri (Jogja), dan masih banyak lagi lainnya. Keinget dulu pernah bikin thread di Kaskus dan banyak teman-teman Kaskuser yang menambahkan.

Oke lanjut ngomongin sate.

Jalan-jalan ke Medan, rupanya dapat kita jumpai pula sate legendaris di Warung Sate Memeng. Sate dengan sajian istimewa berupa daging nan empuk dipadu aneka pilihan bumbu kacang/bumbu kecap/bumbu kuning ini memiliki pilihan mulai dari daging ayam, sapi, kambing, dan bagian jeroan.

Warung yang tak pernah sepi pengunjung ini disebut sebut legendaris karena keberadaannya sejak masa kemerdekaan. H. Muhammad Saimin atau yang akrab dipanggil Memeng adalah peracik pertama dari Sate Memeng yang dijajakan mulai tahun 1945.

Warung Sate Memeng cukup mudah untuk ditemukan dan dijangkau karena letaknya berada di kawasan pusat kota yaitu di Jl. Irian Barat No.2, Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara. Dari tulisan yang dipasang di warung, Sate Memeng tidak memiliki cabang dimanapun.

Bangunan dari warung yang menjajakan Sate Memeng ini bisa dibilang biasa saja, tidak terlalu besar namun cukup nyaman sebagai tempat makan malam. Untuk satu porsi sate terdiri dari 5 tusuk. Dikit ya? Tapi jangan salah, potongan daging satenya cukup besar dan tebal disuguhkan diatas bumbu yang melimpah ditaburi irisan bawang goreng yang renyah. Pengunjung dapat memilih bumbu yang ingin dicampurkan.

Disini saya mencoba memesan sate ayam dengan bumbu kacang dan sate sapi dengan bumbu kuning. Yummy… Kalau di lidah saya, Sate Memeng memiliki tekstur yang lembut dengan rasa daging ada manis-manisnya. Pesan satu porsi rasanya kurang. Cukup merogoh Rp 120.000,- untuk pesanan kami berupa 4 porsi sate dengan 3 porsi lontong dan 1 teh tawar.

Note:

  • Sate Memeng buka setiap hari mulai pada sore hari pukul 18.00 hingga malam.
  • Harga satu porsi Sate Memeng sekitar Rp 25.000,-.

Air Terjun Sipiso-Piso: Satu dari Wisata Mendunia di Sumatera Utara

Setelah menyusuri keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir, tak lengkap kalau belum mampir ke salah satu air terjun tertinggi di Indonesia yaitu Air Terjun Sipiso-piso.

Air Terjun Sipiso-Piso berada di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Untuk menuju Air Terjun Sipiso-piso dari Pelabuhan Penyeberangan Ajibata dibutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan menaiki kendaraan bermotor. Sementara dari Pelabuhan Tigaras dibutuhkan waktu sekitar 2 jam. Akses jalan menuju Air Terjun Sipiso-Piso termasuk baik.

Asal air terjun yang berada pada ketinggian 1300 meter diatas permukaan air laut ini dari Sungai Pajanabolon yang merupakan salah satu sungai penyuplai air ke Danau Toba. Untuk turun menuju dasar air terjun, pengunjung perlu menuruni anak tangga. Tanpa turun ke dasar, pengunjung tetap dapat menikmati keindahan Air Terjun Sipiso-Piso dari gardu pandang. Di spot yang sama tampak pula keindahan Danau Toba yang biru. Tak heran bila ikon wisata sekitar Danau Toba ini banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik dan juga wisatawan mancanegara dari berbagai negara.

Dari area gardu pandang, pengunjung dapat menikmati udara yang sejuk oleh semilir angin dan pemandangan hijau berupa perbukitan dan hutan pinus. Suara Air Terjun Sipiso-Piso pun cukup kuat terdengar. Di sekitar gardu pandang, pengunjung dapat melihat keindahan bunga berwarna-warni, boleh dipandang tak boleh dipetik ya.

Gardu pandang dapat ditempuh dengan menuruni anak tangga sekitar 5-10 menit dari area parkir. Waktu turun tidak terasa berat namun hati-hati saat kembali dari gardu pandang ini ke atas saja sudah cukup melelahkan bagi saya yang menggendong tas ransel, apalagi kalau sampai kebawah yang kabarnya butuh waktu sampai 1 jam. Untuk itu bagi pengunjung yang ingin sampai ke dasar persiapkan stamina dan perbekalan dengan baik. Bagi yang lelah setelah menempuh perjalanan panjang bisa juga duduk-duduk dibawah pohon cemara sebelum turun ke dasar atau berkeliling sekitar lokasi wisata ini.

Siapa nih yang udah pernah turun sampai ke dasar? Share yuk pada kolom komentar mengenai pengalaman teman-teman berkunjung di Air Terjun Sipiso-Piso!

Note:

  • Bagi yang membawa kereta (sepeda motor) bisa parkir di depan warung-warung kecil.

Menuju Pulau Samosir

Jalan-jalan ke Danau Toba tak lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Pulau Samosir. Pulau Samosir merupakan pulau ditengah Danau Toba. Pulau yang terbentuk karena letusan gunung ini terbilang populer di kalangan turis mancanegara.

Untuk menuju Pulau Samosir, kami melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Penyeberangan Ajibata – Ambarita dengan tarif Rp 9.000,- per orang untuk penumpang dewasa. Sementara untuk anak-anak dikenakan tarif Rp 6.000,- per orang. Bila membawa sepeda motor dikenakan tarif Rp 22.000,-. Loket dari penyeberangan ini tidak terlalu terlihat sehingga ketika sampai di pelabuhan harus tanya penduduk sekitar.

Penyeberangan lintas Ajibata – Ambarita ini menawarkan pilihan jasa yang dikelola oleh pemerintah dan swasta. Walaupun lebih mahal, kami memilih untuk menggunakan jasa yang dikelola oleh pemerintah.

Dalam kondisi normal KMP (Kapal Motor Penyeberangan) Ihan Batak Lintas Ajibata – Ambarita berlayar pada pukul 08.00, 11.00, 14.00, dan 17.00. Sementara itu, dari Ambarita pukul 09.30, 12.30, 15.30, dan 18.30.

Rupanya KMP Ihan Batak ini tergolong transportasi baru yang diluncurkan pada 27 Desember 2018 untuk melayani lintas penyeberangan antar kabupaten yang menghubungkan Kabupaten Toba Samosir dengan Kabupaten Samosir.

KMP Ihan Batak memiliki ruang penumpang yang sangat baik. Kursinya seperti di pesawat dapat ditegakkan ataupun disandarkan untuk duduk lebih santai. Ruangan dilengkapi dengan AC. Suasana kapal saat itu tidak terlalu ramai, dibagian ruang penumpang tergolong sepi. Sebagian penumpang lebih memilih berada dibagian luar, menikmati pelayaran sambil melihat pemandangan sekitar dan angin yang menyejukkan.

Pemandangan daratan didominasi perbukitan hijau, penginapan ditepian danau, dan pemukiman penduduk. Kapal kami berangkat pukul 17.00, jadi bisa menikmati senja. Pukul 17.50, kapal tiba di Pulau Samosir. Keluar dari pelabuhan, terlihat matahari tenggelam ke balik bukit.

Pukul 18.15 sampai di penginapan tepian Danau Toba, tampak langit dengan semburat merah yang cantik mengakhiri perjalanan kemarin. Di Samosir pukul 18.45 masih terang seperti di Bali, padahal kalau di Jogja 18.45 sudah masuk waktu isya. Berhubung nggak ada warung makan, masak lah kita dengan peralatan nesting di depan kamar. Seperti biasa, masakan simple andalan sejuta umat sebagai pemadam kelaparan yaitu Indomie rebus, telur dadar, dan nasi.

Note:

  • Dari Bandara Kualanamu menuju Pelabuhan Penyeberangan Ajibata dengan menaiki kendaraan bermotor membutuhkan waktu sekitar 3,5-4 jam.
  • Selama perjalanan banyak ditemui kuliner khas seperti lemang, durian, dan jeruk peras. Jeruk peras yang akhirnya nggak kesampaian buat dicicipi, huohoo..

Tugu Peringatan KM Sinar Bangun

Satu tahun lalu, 18 Juni 2018 KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba saat menyeberang dari Simanindo, Kabupaten Samosir ke Tigaras, Kabupaten Simalungun dan merenggut sekitar 164 korban.

Untuk mengenang para korban, Pemerintah Kabupaten Simalungun membangun tugu peringatan di Pelabuhan Tigaras. Tugu berbentuk replika KM Sinar Bangun ini diresmikan pada 2 Mei 2019 oleh Bupati Simalungun JR Saragih. Pada saat malam hari, replika kapal di Tugu KM Sinar Bangun akan terlihat seperti kapal yang sedang berlayar.

Di monumen ini dapat ditemui ukiran nama korban dan titik koordinat tenggelamnya KM Sinar Bangun. Dengan adanya Tugu KM Sinar Bangun diharapkan dapat menjadi tempat untuk berziarah keluarga korban, sekaligus sebagai pengingat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Menurut informasi, penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun karena cuaca buruk. Sebelumnya, BMKG juga telah memberikan peringatan kepada pelaku jasa penyeberangan untuk tidak berlayar di sekitar Dana Toba karena cuaca buruk. Terdapat informasi juga bahwa kapal kelebihan muatan. Kapal dengan massa 35 GT hanya mampu mengangkut 43 orang dalam sekali penyeberangan.

***

Saat kami tiba di Tugu KM Sinar Bangun tak terlihat banyak pengunjung. Menengok ke arah pelabuhan, terdapat kapal yang siap akan menyeberang. Aktifitas warga lokal cukup dapat terlihat dari pelabuhan ini. Terlihat juga angkutan umum yang melintas mengangkut anak-anak sekolah, anehnya disini penumpang bisa berada diatas atap. Bagi saya ini pemandangan yang baru pertama saya temui di daerah.

Di sekitar Pelabuhan Tigaras, tampak tambak-tambak yang tersusun dengan baik dan menambah unik pemandangan Danau Toba. Kami pun tak berlama-lama berhenti di pelabuhan ini karena cuaca yang cerah membuat matahari cukup terik, hanya sekedar mampir untuk melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Unta.

Taman Alam Lumbini – Shwedagon Pagoda Indonesia

Berastagi merupakan salah satu kota wisata populer di Sumatera Utara karena memiliki udara yang sejuk. Beberapa wisata yang ditawarkan Berastagi yaitu Bukit Gundaling, Gundaling Farm, Taman Wisata Sibayak, dan Air Terjun Sikulikap. Satu lagi yang sayang untuk dilewatkan di Berastagi yakni Taman Alam Lumbini.

Taman Alam Lumbini merupakan pagoda tertinggi di Indonesia dengan bentuk seperti Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar. Bangunan dengan warna keemasan ini berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Budha. Mengingat tempat ini merupakan tempat ibadah maka bagi pengunjung disarankan untuk berpakaian sopan. Pengunjung dapat masuk ke dalam pagoda apabila sedang tidak digunakan untuk sembahyang yang biasanya dilakukan pada hari Minggu.

Untuk masuk ke area Taman Alam Lumbini, pengunjung tidak dikenakan biaya namun diminta untuk mengisi buku tamu terlebih dahulu dan memasukkan uang “infaq” seikhlasnya. Saat memasuki area bangunan, pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan maupun minuman. Bila membawa botol minuman dapat dititipkan di pos security, kemudian diambil kembali saat keluar.

Taman Alam Lumbini buka mulai pukul 09.00 pagi, ketika kita datang pukul 08.30 sudah banyak orang yang menunggu tempat wisata religi ini dibuka. Bersamaan dengan kami, rata-rata pengunjung adalah muslim. Pagi itu, terlihat beberapa orang sedang membersihkan area pagoda. Sambil menunggu gerbang dibuka, kita dapat melihat petani yang sedang berkebun. Kebetulan saat itu terdapat ladang yang sedang mulai ditanami sawi.

Taman Alam Lumbini berada di Desa Dolat Rayat, Berastagi, Kabanjahe, Kabupaten Karo yang dapat ditempuh dengan menaiki angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Dengan mengendarai kendaraan bermotor dari Pasar Berastagi dibutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit untuk sampai ke Taman Alam Lumbini. Dari jalan raya, masuk ke Taman Alam Lumbini pengunjung akan disuguhkan perkebunan stroberi, jeruk, dan sayur-sayuran. Beberapa kebun tersebut menawarkan agrowisata petik buah sendiri.

Bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan latar bangunan pagoda Taman Alam Lumbini dapat menggunakan jasa fotografer yang ada disekitar. Fotografer akan mengambil beberapa foto dan pengunjung dapat memilih foto mana saja yang akan dicetak.

Senja Pantai Bugel di Kulon Progo

Pantai Bugel merupakan salah satu pantai yang berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Pantai ini berlokasi tak jauh dari Pantai Trisik.

Tak sulit untuk menemukan keberadaan Pantai Bugel karena sudah terdapat tanda jalan saat memasuki pantai. Rute yang dapat dilewati bila dari arah Srandakan – Jembatan Kali Progo – lurus sampai Brosot – ambil arah kiri kemudian lurus hingga terdapat plang Pantai Bugel disisi kiri jalan. Waktu tempuh dari Srandakan hingga Pantai Bugel sekitar 20-30 menit.

Akses jalan menuju pantai yang terletak di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Jogja ini sudah cukup bagus. Namun beberapa meter sebelum memasuki area pantai, pengunjung akan dihadapkan pada jalan berbatu yang terjal. Di sepanjang jalan ini dapat terlihat banyak pepohonan kering yang terlihat eksotis berpadu dengan suasana sekitar saat sore hari. Sayangnya, saya tidak menyempatkan untuk berhenti dan mengambil gambar karena sampai pantai sudah terlalu sore.

Memasuki pantai berpasir hitam ini rupanya juga terdapat beberapa pohon cemara dengan ranting yang kering dan tampak kapal nelayan bersandar. Di Pantai Bugel tidak disarankan berenang ataupun mandi karena ombak cukup besar. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan di Pantai ini yaitu bersantai sambil menikmati suasana tepi pantai ataupun berburu obyek fotografi.

Pantai Bugel dulunya sempat menjadi area penambangan pasar besi. Pantai ini masih tergolong sepi pengunjung namun fasilitas wisata seperti area parkir dan toilet sudah tersedia. Terdapat retribusi saat memasuki pantai ini, kalau nggak salah Rp 5000,- per motor.

« Older entries