Rekomendasi Kuliner di Jogja – Ikan Bakar Bumiayu

Bingung pengen makan sore apa? Suka ikan bakar? Sendirian ataupun sama pasangan nggak perlu bingung menentukan pilihan! Warung Makan Bumiayu adalah pilihan yang tepat untuk dikunjungi.

Warung ini terletak di Jl. Gambiran No.90, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Cukup mudah untuk menemukan keberadaannya karena letaknya yang berada di tepi jalan. Buka mulai pukul 17.00, nggak sampai 3 jam biasanya udah langsung ludes. Terkadang baru jam 18.00 juga sudah habis. Lebih baik untuk datang saat baru buka karena pilihan ikannya masih komplit.

Warung yang terlihat sederhana ini memang tidak terlalu luas namun selalu ramai oleh pengunjung. Saat pandemi seperti ini juga ramai duduk berjarak, pengunjung silih berganti. Tersedia tempat makan di dalam dan di luar warung. Untuk yang di luar warung ketika hujan tetap akan teduh karena diberi atap.

Disini kalian memilih sendiri ikan mana yang diinginkan, rasanya pengen borong karena ikan yang ada masih segar semua. Ikan yang biasanya tersedia diantaranya cakalang, ayam-ayam, dan aneka ikan laut serta tawar lainnya. Selain ikan, terkadang tersedia juga cumi. Setelah kita memilih ikan, ikan tersebut baru dibakar. Jadi memang fresh from the bakaran.

Harga ikan bakar mulai dari Rp 25.000,- sudah dapat lalapan dan sambal yang juga nggak kalah nikmat melengkapi sajian. Kalau makan ditempat biasanya dilengkapi beberapa jenis sambal seperti tomat, kecap, dan lombok hijau. Nasi tersedia dalam 2 pilihan yaitu nasi putih dan nasi uduk yang dibakar.

Kalian harus cobain nasi uduk bakarnya yang gurih. Nasi bakar hangat dan ikan bakar dicocol sambal lombok hijau. Masukin ke mulut dan rasakan kenikmatan sore hari yang hangat. Ditambah kamu ada disamping aku jadi lebih manis, ah mantap.. 😛

Disini juga tersedia gorengan dan yang khas adalah tempe mendoan. Untuk minumnya tersedia teh, jeruk, dan aneka minuman sachet seperti nutrisari, milo, pop ice, dan sejenisnya.

Udah ah, bikin laper… Langsung aja datang ke TKP untuk membuktikan sendiri kenikmatan ikan bakar yang segar. Semoga menjadi rekomendasi yang tepat buat kalian!

Berburu Durian Bukit Menoreh di Central Durian Mbok Lemper

Ke Jogja pada bulan Februari ini? Jogja lagi musim durian lho. Buat kalian pecinta durian, jangan sampai kelewatan untuk mencicipi nikmatnya raja buah yang satu ini. Dimana dapat menemukan durian khas Jogja? Central Durian Mbok Lemper pilihannya!

Central Durian Mbok Lemper adalah salah satu tempat alternatif yang bisa teman-teman kunjungi untuk mencicipi jenis durian dari Bukit Menoreh. Warung ini berada di Desa Banjaroya, Kalibawang, Kulon Progo. Letaknya agak masuk daerah pemukiman penduduk, walaupun begitu tidak sulit untuk menemukan keberadaannya. Dari Rest Area Pasar Bendo masuk aja lurus ikuti jalan.

Saat memasuki Rest Area Pasar Bendo, pengunjung dapat melihat pohon durian berkualitas dari daerah tersebut yang berdiri tegak. Jangan kaget atau bingung ya kalau melintas di sekitar rest area ini karena memang banyak pedagang di pinggir jalan yang juga menawarkan durian.

Central Durian Mbok Lemper ini tidak pernah sepi oleh pengunjung. Kemarin saat kami kesana ternyata durian habis karena sudah diborong oleh Pak Kapolda untuk sangu gowes. Kami pun rela menunggu sekitar 2,5 jam dan terlihat banyak pembeli yang kecelik selama kami menunggu.

Yang saya suka dari Durian Mbok Lemper adalah durian dengan buah berwarna kuning karena buahnya tebal dan rasanya manis. Kalau orang-orang terbiasa memilih sendiri durian mana yang ingin dibeli, kami lebih senang dipilihkan oleh pedagangnya.

Tinggal bilang saja ingin dicarikan yang manis atau yang ada pahit-pahitnya. Bila pedagang sudah mendapatkannya, kita akan diminta untuk mencicipi: apakah rasanya sudah sesuai? Apabila sesuai bisa diambil untuk selanjutnya dibelah. Namun bila tidak sesuai akan dicarikan lagi.

Pada tahun ini, buah durian yang ada besar-besar sehingga harganya dibandrol mulai dari Rp 60.000,-. Setahun yang lalu, kami dapat menemukan durian dengan buah yang kecil dan ditawarkan dengan harga lebih murah yaitu mulai dari Rp 25.000,-.

Saat membeli durian, kami biasa tidak lupa membawa tupperware (wadah makan) untuk membawa pulang durian yang enak tanpa membawa kulitnya, hweheeee… Sekali datang juga langsung beli dalam jumlah lumayan sampai bakulnya hafal. 😀 Karena jarak dari tempat tinggal ke central durian ini juga jauh, sayang kan kalau jauh-jauh tapi belinya cuma dikit.

Selain itu, kalau dibawa pulang juga bisa diolah dalam pembuatan makanan lain seperti sambal durian/tempoyak, bubur ketan, es durian, dan lainnya, sesuai dengan selera teman-teman.

Selain menawarkan durian khas dari Bukit Menoreh, Central Durian Mbok Lemper juga menjual bibit pohon seperti Durian Musang King dan alpukat mentega. Untuk bibit Durian Musang King paling cepat dapat berbuah setelah berumur 6 tahun. Harga bibit buah ditawarkan mulai dari Rp 250.000,-. Tertarik untuk memiliki bibit tersebut? Lumayan lho buat investasi masa depan.

Kenalan Sama Cleansing & Treatment Device – Foreo Luna 3

Bagi teman-teman beauty enthusiast, Foreo Luna tentunya sudah tidak terdengar asing. Produk kecantikan asal Swedia yang merupakan alat pembersih wajah ini ramai di-review oleh beauty vlogger karena kemampuannya yang membuat rutinitas membersihkan wajah menjadi praktis dan menyenangkan.

Kenapa begitu? Yuk intip sedikit pembahasannya disini.

Foreo mulai dirilis pada tahun 2013. Saat ini, gadget kecantikan tersebut telah rilis dengan seri terbaru yaitu FOREO LUNA 3. Device cleansing ini dapat mengangkat debu dan sel kulit mati serta membersihkan wajah secara mendalam hanya dalam waktu 1 menit. Selain membantu dalam membersihkan wajah, Foreo Luna 3 juga dilengkapi untuk treatments (pijat wajah).

My Foreo Luna 3

Kelebihan Foreo Luna 3 

  1. Baterai dapat bertahan lama. Untuk sekali charging kabarnya dapat dipakai hingga 650 kali. Saya sendiri belum pernah menghitung ya, :D. Namun dari pertama kali unboxing, baterai sudah terisi 2 bar kemudian saat dipakai untuk cleansing dan treatment berkali-kali masih awet/belum perlu di-charge.
  2. Memiliki 2 sisi yang berfungsi dalam proses pembersihan dan treatment wajah. Dalam proses tersebut terdapat panduan dalam aplikasi. Tentunya sangat membantu terutama pengguna baru.
  3. Ukuran device pas ditangan dan tidak merepotkan untuk dibawa traveling.
  4. Apabila pada device lain diperlukan ganti brush untuk waktu tertentu dalam pemakaiannya, Foreo Luna 3 ini tidak perlu.
  5. Kalau kalian termasuk orang pelupa, ada fitur Find My Device yang juga dapat membantu dalam menemukan gadget Foreo Luna 3 saat dibutuhkan. Fitur ini dapat berfungsi apabila smartphone yang terinstall aplikasi Foreo dan Foreo Luna 3 masih dalam jangkauan terhubung bluetooth.

Bagi kalian yang tertarik untuk memiliki Foreo Luna 3 atau series Foreo lainnya dapat melakukan pembelian di Sephora secara online melalui website atau langsung datang ke outlet Sephora yang ada di kota tempat tinggal kalian.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli Foreo Luna 3 adalah ketahui jenis kulit kita. Foreo Luna 3 tersedia untuk kulit normal (berwarna merah jambu), kombinasi (berwarna biru), dan sensitif (berwarna ungu). Perbedaan dari varian Foreo Luna 3 selain pada warna device terletak pada design brush pembersih.

Untuk kulit normal terdapat brush besar pada bagian ujung, untuk kulit kombinasi brush besar, sementara untuk kulit sensitif brush kecil.

Menentukan jenis kulit ini memang agak susah gampang mengingat kondisi kulit bisa saja berubah. Kulit saya sendiri terkadang kering dan terkadang kombinasi. Dalam pembelian Foreo Luna 3 ini, saya memilih tipe untuk kulit sensitif. Ada yang menyarankan kalau mau lengkap lebih baik pilih untuk tipe kulit normal karena dilengkapi 2 jenis brush. Pilihlah sesuai kebutuhan kalian ya!

Foreo Luna 3 (sisi untuk treatments)

Tried & Tested Foreo Luna 3
Penggunaan gadget ini memang sangat membantu dalam membersihkan wajah dan efeknya langsung terasa yaitu kulit terasa bersih dan lebih halus. Kemudian kalau mau treatment/pijat wajah nggak perlu ke luar rumah, tinggal duduk manis dan nyalakan Foreo Luna 3. Dengan bantuan petunjuk step by step yang ada pada aplikasi Foreo, sangat memudahkan proses pijat wajah. Terdapat 4 fitur/panduan pijat wajah yang tersedia yaitu

  • Eyes On The Prize (fokus pada pengencangan mata dan alis),
  • Nothing But Neck (fokus pada pengencangan leher),
  • Countour Crazy (fokus pada pengencangan pipi dan rahang serta melepaskan ketegangan melalui leher),
  • dan Magic Mouth (fokus pada pengencangan garis leher dan rahang).
Fitur yang tersedia pada Foreo Luna 3

Tips!

Bagi kalian yang belum pernah melakukan pembelian di Sephora, silahkan download aplikasi pada Playstore untuk pengguna Android. Dapatkan diskon 10% untuk pertama kali pembelian dengan memasukkan kode APP10. 

Kalau harga Foreo Luna 3 Rp 3.199.000,- jadi dapat diskon 319.900 sehingga menjadi Rp 2.879.100,-. Lumayan kan? Berdasarkan pengalaman berbelanja online di website Sephora bisa dapat bonus sample. 

Dalam pembelian Foreo Luna 3, kita akan mendapatkan charger dan tas serut kecil serta bonus serum dalam sachet.

Menyusuri Napak Tilas Datuk Laksmana Raja DiLaut di Bukit Batu, Bengkalis

Laksmana Raja Dilaut
Bersemayam di Bukit Batu

Siapa yang tak kenal dengan penggalan lirik lagu populer yang didendangkan oleh Iyeth Bustami ini? Tau kah teman-teman, kalau ternyata sosok tersebut memang nyata bukan hanya fiksi.

Laksmana Raja Dilaut adalah gelar yang diberikan oleh Raja Siak kepada seorang yang mengamankan pesisir pantai di Selat Malaka. Terdapat empat Datuk Laksmana Raja Dilaut yang mendapat tanggungjawab atas hal tersebut yaitu Datuk Ibrahim, Datuk Khamis, Datuk Abdullah Shaleh, dan Datuk Ali Akbar.

Peninggalan dari Datuk Laksmana Raja Dilaut dapat dijumpai di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Peninggalan tersebut berupa kediaman Datuk Laksmana Raja Dilaut IV yang berada di Desa Sukajadi. Saat ini, rumah berbentuk panggung dengan ornamen khas Melayu tersebut masih ditinggali oleh keturunan datuk.

Rumah Datuk Laksmana Raja Di Laut IV
Rumah Datuk Laksamana Raja di Laut IV

Tak jauh rumah tersebut, juga terdapat peninggalan lain dari Datuk Laksmana Raja Dilaut IV yaitu Masjid Jami Al Haq. Di komplek masjid inilah dapat dijumpai tempat peristirahatan terakhir Datuk Laksmana Raja Dilaut III dan IV.

Masih belum puas berkunjung ke kediaman dan tempat semayam Datuk Laksmana Raja Dilaut, satu lagi yang tidak boleh terlewatkan adalah “Kampung Terapung” di Desa Bukit Batu Laut yang menjadi awal dari tempat tinggal/pemukiman masyarakat Melayu. Di tempat ini, kalian juga dapat melihat meriam kuno yang menjadi senjata  Datuk Laksmana Raja Dilaut untuk mengamankan wilayah pesisir. Benda tersebut juga menjadi bukti pengabdian datuk terhadap Kerajaan Siak.

Untuk sampai ke tempat bersejarah ini dari Istana Siak dibutuhkan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam. Sementara dari Kota Sungai Pakning berjarak sekitar 35 km yang dapat ditempuh dengan waktu 1 jam perjalanan.

Apabila teman-teman ini berbelanja kain songket di Bukit Batu dapat dijumpai hasil kerajinan tenun tradisional terkenal yang disebut Tenun Lejo. Dulunya bahan kain songket disini adalah benang sutera diselingi dengan benang emas dan perak. Namun dikarenakan bahan tersebut mahal maka benang sutera digantikan dengan benang kapas. Keunggulan dari Tenun Lejo dibandingkan dengan tenun yang ada di Provinsi Riau adalah menawarkan keragaman motif. Harga kain songket mulai dari Rp 350.000,-. Variasi harga yang ditawarkan tergantung dari bahan dan motif.

Dari lagu yang dibawakan oleh Iyeth Bustami dan adanya tapak tilas ini kita dapat mengetahui bahwa Laksmana Raja Dilaut pernah hidup sebagai penguasa Laut Riau dan menjadi bagian penting dari Kerajaan Melayu Siak Sri Indrapura.

Menyusuri Pantai Terluar Indonesia di Rupat Utara – Pulau Rupat

Pulau Rupat adalah salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Kabupaten Bengkalis, Riau. Tak heran bila pulau yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka ini memiliki potensi wisata berupa deretan pantai.

Untuk ke Pulau Rupat dapat ditempuh dengan perjalanan darat ke Pelabuhan Roro Bandar Sri Junjungan yang ada di Dumai kemudian dilanjutkan penyeberangan menaiki kapal ke Pulau Rupat. Penyeberangan Dumai – Rupat beroperasi mulai pukul 07.30 sampai pukul 18.00 dengan jam keberangkatan setiap 1 jam sekali sehingga total ada 9 trip. Waktu tempuh penyeberangan Dumai – Rupat ataupun sebaliknya sekitar 30-45 menit.

Pelabuhan Bandar Sri Junjungan – Dumai

Dari pengalaman penyeberangan dari Dumai ke Rupat dan sebaliknya dalam masa pandemi Covid-19 terbilang cukup baik karena antar penumpang masih dapat menjaga jarak dan di dalam kapal juga disediakan hand sanitizer serta tertempel edukasi mengenai protokol kesehatan. Sayangnya, masih terlihat beberapa petugas justru tidak memakai masker.

Teman-teman traveler dapat menemukan deretan pantai salah satunya di daerah Rupat Utara (Tanjung Punak, Teluk Rhu, dan Tanjung Medang). Dari Pelabuhan Roro Tanjung Kapal Rupat menuju Rupat Utara berjarak sekitar 80 km dan memakan waktu tempuh sekitar 3-4 jam menaiki kendaraan pribadi. Waktu tempuh lebih lama dikarenakan kondisi jalan yang berlubang apalagi bila musim hujan jalanan berkubang air.

Pantai Pesona

Yang pertama kami menuju Pantai Pesona. Sepanjang perjalanan, traveler akan disuguhi pemandangan hijau berupa semak, hutan karet, hutan bakau, dan bila beruntung dapat terlihat hewan seperti monyet, burung gagak, dan burung elang.

Pulau Rupat ditinggali pertama oleh Suku Akit dan suku ini juga masih mendiami pulau hingga saat ini. Dapat terlihat di beberapa pemukiman terdapat rumah dengan kain merah diatas pintu rumah dan tertancap bendera di halaman seperti berada di zaman lain.

Pantai Pesona memiliki pantai berpasir putih yang padat dengan ombak yang besar. Bila cerah dari pantai ini dapat terlihat negara tetangga Malaysia. Begitu pula saat malam hari dapat terlihat lampu-lampu kawasan Port Dickson. Jarak dari Rupat Utara ke Port Dickson sekitar 38 km yang dapat ditempuh dengan speedboat selama 20-30 menit saja.

Pantai Tanjung Lapin

Tak jauh dari Pantai Pesona juga terdapat Pantai Tanjung Lapin. Berbeda dengan Pantai Pesona yang banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa, Pantai Tanjung Lapin terasa lebih teduh karena ditumbuhi oleh pohon cemara. Yang disayangkan dari pantai ini adalah sampah berceceran di beberapa sudut. 

Mengenai fasilitas wisata, di daerah Pantai Rupat Utara ini sudah terdapat penginapan yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat dan bermalam dan letaknya sangat dekat dengan bibir pantai.

Note: Tiket penyeberangan Dumai – Rupat terdiri dari

  • Tiket tanda masuk pelabuhan/terminal (kendaraan golongan IV) Rp 5.000,-
  • Tiket tanda masuk pelabuhan/terminal (penumpang) Rp 2.000,- per orang
  • Tiket kendaraan golongan IV Rp 124.250,-
  • Tiket penumpang dewasa kelas ekonomi Rp 7.425,- per orang

Kuliner Enak di Pekanbaru

Apabila teman-teman ke Riau naik pesawat tentu akan mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II yang berada di Kota Pekanbaru. Jalan-jalan ke Pekanbaru kurang lengkap kalau nggak mampir untuk mencicipi kuliner yang ada.

Kota yang memiliki sebutan sebagai Kota Bertuah ini menawarkan beragam kuliner khas yang sayang untuk dilewatkan. Apa saja itu? Berikut pilihannya…

  1. Sup Tunjang

    Sup tunjang merupakan sup yang terbuat dari tulang sapi. Bila sup yang biasa kita temukan terdapat kentang dan sayur-sayuran seperti wortel dan kubis, sup tunjang ini hanya berisi tulang berbalut daging sapi yang empuk dengan kuah yang sangat menyegarkan.
    Untuk mencicipi sup tunjang, kalian dapat mampir ke Warung Sop Tunjang Pertama yang terletak di Jalan Pinang No. 36 Pekanbaru. Sup yang dibandrol dengan harga sekitar Rp 20.000,- ini dapat menjadi alternatif makan siang/makan malam.

  2. Bakwan Sumatera
    Selanjutnya, apabila kalian mencari camilan di Pekanbaru. Cobalah untuk mampir ke Bakwan Sumatera H. Ibrahim Latif. Kedai yang terletak di Jl. Rupat No. 22 Pekanbaru ini menawarkan bakwan dengan kuah cuko. Bakwannya juga berbeda dengan yang ada di Pulau Jawa. Bakwan berbentuk bulat sebesar sendok penggorengan besar yang cekung (kalau dirumah disebut irus) terbuat dari campuran tepung, kentang, dan irisan kecil-kecil wortel. Selain Bakwan Sumatera, kedai ini juga menawarkan empek-empek dan aneka jus.

  3. Sate Nantongga
    Sate nantongga adalah sate khas Pariaman yang memiliki kuah berwarna merah. Di Pekanbaru, sate ini dapat dijumpai di Jalan Rangsang yang dijajakan di trotoar dengan harga sekitar Rp 15.000,- untuk satu porsi.

  4. Durian
    Bagi pecinta durian, kalian bisa menemukan durian di Jalan Arifin Ahmad pada malam hari yang dijual pada mobil terbuka bertenda. Durian disini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 45.000,- per butir. Saat membeli coba dulu rasanya, kalau nggak sesuai akan diganti dengan yang baru. Tidak ada salahnya untuk makan ditempat dan bawa kotak makan. Kalau nggak habis bisa dibawa pulang.

Nah itu tadi pilihannya. Mana nih yang pengen kalian coba saat ke Pekanbaru? Atau mungkin ada kuliner lain yang recommended untuk dicoba?

Fakta Sejarah Jembatan Ampera di Palembang

Palembang merupakan ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Kota ini dikenal dengan julukan Bumi Sriwijaya. Prasasti Kedukan Bukit menjadi bukti tertulis bahwa kota ini telah ada pada masa Kerajaan Sriwijaya dan menjadikan Palembang sebagai kota tertua di Indonesia.

Selain menawarkan sejarah kota yang menarik, Palembang juga  memiliki landmark yang berdiri kokoh dan megah dengan fakta sejarah yang perlu kita ketahui. Tentunya kalian sudah tau kan landmark yang dimaksud? Tepat sekali, Jembatan Ampera!

Taukah kamu bila Jembatan Ampera awalnya bernama Jembatan Bung Karno? Pemberian nama tersebut sebagai bentuk penghormatan masyarakat Palembang kepada Presiden Soekarno yang telah bersungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang untuk memiliki jembatan di atas Sungai Musi. Namun karena persoalan politik nama jembatan tersebut diubah menjadi Jembatan Ampera yang merupakan singkatan dari Amanat Penderitaan Rakyat yang menjadi slogan perjuangan Bung Karno dalam memimpin negara untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

Pembangunan Jembatan Ampera dimulai pada April 1962 dengan biaya pembangunan dari dana rampasan perang Jepang dan melibatkan tenaga ahli dari negeri Sakura. Jembatan berwarna merah ini mulai digunakan pada tahun 1965 yang diresmikan oleh  Letnan Jenderal Ahmad Yani.

Jembatan Ampera Palembang

Bagian tengah jembatan yang menjadi penghubung daratan Palembang Seberang Ulu dan Seberang Ilir dulunya dapat diangkat ke atas agar kapal besar dapat melintas dibawah jembatan ini. Pengangkatan jembatan sepenuhnya memakan waktu sekitar 30 menit. Aktivitas pengangkatan dan penurunan jembatan sejak tahun 1970, tidak lagi dilakukan dengan alasan waktu yang digunakan untuk kegiatan tersebut mengganggu arus lalu lintas.

Jembatan yang memiliki panjang 1.177 meter ini pernah menjadi jembatan terpanjang di Asia Tenggara. Tak heran bila ikon kota yang terkenal dengan kuliner empek-empek ini masuk dalam salah satu jajaran jembatan terpanjang di Indonesia.

Apakah kalian sudah pernah berkunjung/singgah di Kota Palembang? Bagi yang belum, apakah setelah mengetahui sedikit fakta sejarah mengenai kota ini dan landmarknya kalian tertarik untuk berkunjung? Ceritakan apa yang membuatmu tertarik untuk datang ke Palembang di kolom komentar ya! 🙂

Kalau berkunjung ke Palembang cicipi juga kulinernya yang enak seperti pempek dan martabak har.

Pengalaman Menyebrang Merak – Bakauheni dengan Kapal Express

Pelabuhan Merak – Bakauheni merupakan pelabuhan penyeberangan yang menjadi penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.

Pelabuhan Merak terletak di Kota Cilegon, Banten. Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni berada di Lampung. Dalam penyeberangan Merak – Bakauheni atau sebaliknya ditawarkan 2 layanan yaitu Reguler dan Express. Perbedaan dari layanan tersebut adalah jam keberangkatan, harga tiket, dan lama penyeberangan.

Penyeberangan Merak – Bakauheni harga tiket layanan reguler untuk kendaraan dengan golongan IV dikenakan Rp 419.000,- sedangkan layanan express Rp 588.000. Untuk lebih update mengenai harga tiket dapat diperiksa pada halaman http://www.ferizy.com.

Tiket dapat diperoleh dengan melakukan pembelian secara online melalui halaman http://www.ferizy.com atau aplikasi Ferizy yang dapat diunduh pada Google Playstore. Pembelian tiket dapat dilakukan maksimal 5 jam sebelum jam keberangkatan. Tapi anehnya membeli tiket 2 jam sebelum jam keberangkatan masih dapat dilakukan. Bahayanya adalah apabila kita salah membeli tiket tersebut maka tidak dapat dilakukan refund seperti yang kita alami.

Begini ceritanya…

Kami sampai di Pelabuhan Merak sekitar pukul 16.45 sore dan langsung membeli tiket secara online dengan waktu penyeberangan pukul 19.00. Sampai di pintu pemeriksaan tiket ternyata tiket yang kami beli salah bukan dari Merak ke Bakauheni namun sebaliknya yaitu Bakauheni ke Merak sehingga kami harus keluar lagi dan membeli tiket yang sesuai. Di luar ternyata juga terdapat penumpang lain mengalami hal yang sama.

Bagaimana dengan tiket yang sudah kami beli dan salah rute? Petugas pertama yang kami tanya mengarahkan bertanya ke petugas lain. Petugas kedua menginformasikan bahwa nanti sampai di Pelabuhan Bakauheni dapat mengajukan refund dengan mengisi berita acara.

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni sebelum keluar kami diarahkan oleh petugas pelabuhan untuk menuju kantor pelayanan dan diinformasikan bahwa proses refund dapat dilakukan dengan melakukan telp ke Call Center 021-191.

Setelah menghubungi nomor tersebut, proses refund tidak dapat dilakukan karena seharusnya pembatalan dilakukan 5 jam sebelum jam keberangkatan. Boom!

Pelajaran dari kejadian ini adalah teliti saat membeli tiket pastikan tidak salah pilih khususnya waktu dan rute.

Saran untuk pengelola ASDP untuk lebih memberikan knowledge kepada petugas di lapangan mengenai penanganan kendala yang sering dialami oleh penumpang agar petugas paham benar mengenai informasi yang harus disampaikan ke penumpang.

Terkait dengan fasilitas Kapal Express cukup nyaman mungkin karena sedang tidak banyak penumpang. Saat kami menaiki kapal ini, jarak duduk antarpenumpang masih dapat terjaga. Terdapat banyak pilihan tempat untuk duduk di dalam ruang yang ber-AC. 

Penumpang juga dapat melihat langsung pemandangan dari dalam kapal melalui jendela atau melalui area duduk yang ada diluar ruangan. Diluar ruangan disediakan bilik khusus untuk merokok namun beberapa penumpang terlihat masih sembarang merokok diluar bilik tersebut.

Keindahan Hamparan Pasir Putih Pantai Sapenan Berlatar Gunung Rajabasa

Setelah beberapa waktu disibukkan dengan dunia Startup (suka sama Kim Seon Ho tapi jadi tim Nam Dosan). Waktunya move on dari cerita Happy Ending rehat sejenak, kembali menulis, dan jalan-jalan dulu. 🙂

Kali ini kita menginjakkan kaki di Kalianda, Lampung. Kalianda merupakan kecamatan di Lampung Selatan yang letaknya berada di kaki Gunung Rajabasa dan memiliki daya tarik wisata berupa deretan pantai.

Untuk sampai ke Kalianda dari Pelabuhan Bakauheni diperlukan waktu sekitar 1 jam menaiki kendaraan pribadi menuju ke arah Krakatoa Nirwana Resort. Memasuki jalan area tersebut, terdapat deretan pantai yang dapat dikunjungi seperti Pantai Indah Krakatau, Pantai Bagus, dan masih banyak lagi lainnya.

Saat pagi hari belum banyak obyek wisata pantai yang dibuka. Rata-rata buka pukul 08.00 pagi. Saat melintas, salah satu yang sudah buka dan menarik perhatian adalah Pantai Sapenan karena pantainya yang teduh oleh pepohonan.

Pantai Sapenan memiliki hamparan pasir putih dan berhadapan dengan Gunung Rajabasa. Saat kami datang belum ada pengunjung lain padahal itu hari Minggu sehingga terasa tenang dan nyaman, apalagi di saat masih pandemi seperti ini kurang nyaman apabila berada dikeramaian.

Karena masih pagi, kami pun memasak mie rebus yang dicampur dengan telur dan membakar ikan yang dibeli saat menyusuri wilayah penduduk di dekat daerah pantai. Harga ikan Rp 13.000,- dapat 9 ekor. Ikan yang kami dapat adalah ikan selar kemudian membakarnya di tepi pantai.

Untuk memasuki Pantai Sapenan dikenakan retribusi masuk Rp 15.000,- per orang. Sementara itu, bila membawa kendaraan bermotor berupa mobil dikenakan tambahan Rp 10.000,-. Fasilitas wisata di Pantai Sapenan yaitu

  • area parkir yang luas, pengunjung dapat memilih parkir dimana saja
  • tersedia gubuk untuk bersantai dengan biaya sewa Rp 25.000 sepuasnya

Apabila teman-teman menyeberang dari Pelabuhan Merak dan sampai Pelabuhan Bakauheni sudah malam hari tidak ada salahnya untuk mencari penginapan di daerah Kalianda sehingga paginya dapat langsung berwisata ke pantai. Terdapat juga penginapan yang berada di tepi pantai atau kalau bawa peralatan camping bisa coba untuk camping di tepi pantai. Apakah kalian setuju dan tertarik untuk mencobanya?

Cara Penggunaan PrivyID

Halo semuanya.

Pada posting kali ini, saya ingin sedikit berbagi mengenai salah satu aplikasi/layanan yang sangat membantu dimasa pandemi COVID-19. Aplikasi ini berguna dalam menandatangani dokumen.

Pemberlakuan kebijakan bekerja dari rumah membuat karyawan satu dengan yang lainnya jarang bertemu. Kebayang kan ribetnya kalau mau minta tanda tangan salah satu pihak padahal yang bersangkutan jarang / tidak pernah ke kantor? Secara manual, dokumen harus dicetak kemudian dikirim melalui surat dan dokumen butuh waktu untuk sampai ke tujuan, setelah ditandatangani, dokumen perlu dikirim kembali ke pengirim awal.

Dengan adanya PrivyID keribetan diatas tidak perlu dibayangkan, apalagi sampai terjadi. Pengirim dokumen hanya tinggal upload saja kemudian membagikan dokumen ke penerima melalui aplikasi dan penerima tinggal melakukan tanda tangan pada aplikasi.

Untuk menggunakan layanan PrivyID, user harus melakukan registrasi terlebih dahulu melalui aplikasi PrivyID yang dapat diunduh pada Playstore atau Appstore. Registrasi dapat juga dilakukan melalui website. Yang diperlukan untuk registrasi PrivyID yaitu email, no.hp, foto e-KTP, dan foto selfie. Dalam proses registrasi melalui aplikasi PrivyID, user harus memasukkan kode OTP yang dikirim melalui SMS dan melakukan pengaturan password melalui link yang dikirim melalui email. Setelah itu, tunggu 3-30 menit guna proses verifikasi. Bila data lolos verifikasi maka user akan mendapatkan email pemberitahuan berisi akun PrivyID. Tinggal login aja dengan PrivyID yang diterima dan password yang sudah dibuat saat registrasi.

Apabila sudah memiliki akun PrivyID dan berhasil login, pengguna dapat menggunakan layanan tersebut. Sebelum membahas penggunaan PrivyID, apakah teman-teman sudah mengetahui apa itu PrivyID?

PrivyID
PrivyID adalah salah satu penyedia jasa tanda tangan digital di Indonesia.

Bagaimana cara menggunakan PrivyID untuk proses tanda tangan? Cukup sederhana dan mudah yaitu cukup dengan mengunggah dokumen pada PrivyID – pilih workflow – bagikan ke penerima.

Pemilihan workflow tergantung dengan kebutuhan

  1. Self Sign dipergunakan bila pengunggah dokumen ingin menandatangani dokumen tanpa membagikan ke orang lain. Workflow ini dapat dipakai untuk menandatangani dokumen seperti surat lamaran kerja.
  2. Sign and Share atau yang sekarang disebut Sign and Request dipergunakan bila pengunggah dokumen perlu menandatangani terlebih dahulu dokumen kemudian membagikan dokumen ke orang lain. Workflow ini dapat dipakai untuk menandatangani dokumen seperti form cuti, dimana orang yang melakukan pengajuan perlu menandatangani dokumen terlebih dahulu kemudian membagikan/meminta persetujuan ke HR dan atasan kerja.
  3. Share Only atau yang sekarang disebut Request From Others dipergunakan bila pengunggah dokumen hanya membagikan dokumen ke orang lain. Workflow ini dapat dipakai misalnya untuk meminta tanda tangan peserta yang telah mengikuti meeting dan menyetujui notulen yang telah ditulis.

Pada PrivyID Personal, dokumen dapat dibagikan ke penerima sebagai Signer (penandatangan) dan Reviewer (pengulas).

Pengungah dokumen juga dapat melakukan pengaturan dalam membagikan/melakukan aksi terhadap dokumen dengan memilih Recipient Type yaitu Serial atau Paralel. Serial digunakan apabila terdapat 2 orang lebih penerima dokumen, satu dari penerima yang diijinkan melakukan aksi tanda tangan/review terhadap dokumen lebih dahulu barulah penerima dokumen lainnya (secara berurutan) dapat melakukan aksi selanjutnya. Sementara pada tipe Paralel, semua penerima dapat melakukan aksi terhadap dokumen tanpa harus saling menunggu.

 

PrivyID juga menghadirkan beberapa fitur baru yaitu

  • Set Placement Signature digunakan oleh pengunggah dokumen untuk mengatur posisi tanda tangan dimana akan diletakkan oleh penandatangan pada dokumen.
  • Multiple Sign digunakan dimana 1 pengguna dapat melakukan hingga 10 tanda tangan dalam 1 dokumen. Fitur ini berguna apabila ada beberapa halaman dokumen seperti perjanjian kerja yang perlu dibubuhi tanda tangan pada setiap halamannya.
  • Void Dokumen digunakan untuk melakukan penarikan dokumen yang sudah dibagikan ke penerima dokumen namun belum dibubuhkan tanda tangan oleh penandatangan. Penarikan dokumen dengan fitur ini hanya dapat dilakukan oleh pengunggah dokumen.
  • Reject Dokumen digunakan untuk melakukan penolakan terhadap isi dokumen oleh penandatangan (signer)/pengulas (reviewer).

Cukup mudah bukan untuk menggunakannya?
Semoga membantu. Apabila masih terdapat kesulitan dalam penggunaan, silahkan tinggalkan pesan pada kolom komentar.

Terima kasih untuk teman-teman blogger yang sudah follow blog ini. Bagi yang belum follow, boleh ikutan follow kalau cocok dan dirasa tulisan diblog ini memberikan manfaat.

Note:
Penggunaan PrivyID makin populer karena banyak digunakan oleh aplikasi pinjaman / kredit seperti Akulaku dan Cashwagon. Tips untuk teman-teman yang melakukan pengajuan melalui aplikasi pinjaman / kredit tersebut, bila mendapat pemberitahuan melalui email bahwa PrivyID belum dapat diterbitkan. Tidak perlu melakukan registrasi ulang melalui aplikasi PrivyID, namun tinggal ikuti langkah sesuai dengan pesan yang dikirimkan pada email.

hanya sebuah catatan kecil