Perjalanan ke Danau Singkarak dari Bukittinggi-Part 1

Setelah dua hari bermalam di Bukittinggi, pagi pada hari ke-3 kita berencana untuk checkout dan pindah bermalam di sekitar Danau Singkarak.

Perjalanan menuju Danau Singkarak pun di mulai. Sekitar 10.00 pagi kita memutuskan untuk checkout dari penginapan yang terletak di bawah Jembatan Limpapeh Bukittinggi. Seperti kebiasaan orang pada umumnya sebelum meninggalkan kota Bukittinggi, kita juga menyempatkan diri untuk membeli souvenir berupa kaos sebagai oleh-oleh dan kenang-kenangan untuk diri sendiri. Sekalian buat cadangan baju karena semua baju yang dibawa sudah kotor.😀

Untuk itu, mampirlah dulu ke Pasar Atas yang letaknya tak jauh dari Jam Gadang. Harga kaosnya macem-macem tergantung bahannya. Harga berkisar RP 40.000-50.000/kaos. Pinter-pinter nawar aja.🙂

Pasar Atas

Pasar Atas

toko oleh-oleh samping Jam Gadang

toko oleh-oleh samping Jam Gadang

Setelah membeli beberapa baju dan berkeliling Pasar Atas, kita pun segera menuju Terminal Aur Kuning dengan angkot dari Pasar Bawah. Kali ini, kita naik angkot nomor 7 dan ternyata jalurnya muter-muter dulu. Karena lagi piknik sih nggak masalah tapi kalau kalian lagi buru-buru dan pengen cepet sampai ke Terminal Aur Kuning mending naik angkot nomor 15 aja.

Setelah sampai ke Terminal Aur Kuning, tanya-tanya aja bus mana yang menuju Singkarak. Tarif bus Bukittinggi-Singkarak Rp 20.000,-/orang. Perjalanan dari Bukittinggi menuju Singkarak memakan waktu kurang lebih 1,5-2 jam dengan jarak tempuh Bukittinggi-Danau Singkarak sekitar 48 km.

Perjalanan pun tidak akan terasa membosankan karena selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan alam seperti sawah-sawah yang hijau.

Menuju Singkarak 2 (1)

Menuju Singkarak 2 (2)

Sepanjang perjalanan disekitar Padang Panjang hingga Singkarak terlihat ada jalur kereta lama dan sepertinya akan diaktifkan kembali. Saat ini, jalur kereta tersebut sedang dalam proses pembangunan. Semoga pembangunannya cepat selesai ya sehingga nanti dapat semakin mempermudah transportasi di Sumatera Barat. Kalau sudah jadi, sangat memungkinkan untuk menikmati pemandangan Danau Singkarak dari dalam kereta api.🙂

rel kereta dalam proses pembangunan

rel kereta dalam proses pembangunan

Akhirnya pukul 13.00 sampailah kita di sekitar Danau Singkarak. Seperti Danau Maninjau, saat memasuki kawasan Danau Singkarak ini tidak ada loket pintu masuk atau loket retribusi. Agak bingung juga, setengah jam sebelum turun kita memang sudah disuguhi pemandangan Danau Singkarak dari dalam bus. Namun, karena tujuannya ingin menginap maka kita akan turun kalau sudah melihat ada hotel.

Nah, pas kelihatan satu hotel kita langsung turun dari bus dan masuk ke hotel (lupa nama hotelnya apa). Ternyata masih full, tidak tersedia kamar kosong. Dan kita pun tidak melihat adanya hotel lain dari hotel tersebut di kawasan itu. Ya sudah…

Bila di Danau Maninjau penginapan atau homestay cukup mudah untuk ditemukan, letaknya saling berdekatan satu sama lain di tepian danau. Berbeda dengan Danau Singkarak ini, kalau disini lebih banyak berjajar warung dan resto saja.

Warung makan ditepi Danau Singkarak (2)

Berhubung sudah siang dan tadi pagi belum sarapan, lanjutlah kita untuk makan siang salah satu rumah makan yang ada di tepi Danau Singkarak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: