Archive for Travel

Nyobain Kuliner Legendaris Malang di Toko Oen

Siang itu, setelah turun dari Bromo dan mendarat kembali di Kota Malang kami memutuskan untuk makan siang di Toko Oen. Siapa sih yang nggak kenal Toko Oen? Bagi temen-temen pecinta kuliner pastinya familiar dengan toko yang menawarkan ice cream khas tempo dulu.

Toko Oen Malang terletak di Jl. Jenderal Basuki Rahmat No.5 Malang. Cukup mudah untuk menemukan keberadaan tempat ini karena letaknya yang berada di kawasan strategis.

Memasuki Toko Oen, pengunjung akan disambut oleh spanduk bertuliskan “Welkom in Malang, Toko Oen Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft” yang artinya “Selamat Datang di Malang, Toko Oen sejak tahun 1930 telah memberikan suasana nyaman”.

Suasana dan atmosfer tempo dulu sangat terasa saat berada di dalam bangunan Toko Oen yang memiliki arsitektur bangunan Belanda dengan dekorasi dan ornamen klasik. Walaupun ruangan tidak ber-AC namun sangat nyaman dengan adanya jendela-jendela besar.

Menu apa saja yang dapat ditemukan di Toko Oen? Berikut daftar menu dan harganya:

Daftar Menu dan Harga Toko Oen Malang

Menu yang kami pesan pertama kali adalah Ice Cream rasa vanila dan durian. Kemudian untuk menu makan siang, kami memilih

  • Beef tenderloin steak
    Tenderloin steak ini boleh diakui satu dari steak terenak yang pernah saya coba. Steak yang dihiasi topping jamur ini disajikan terpisah dari saos dan sayuran pelengkapnya sehingga kita dapat mencicipi keaslian rasa steaknya baru dicampur dengan saosnya bila ingin menciptakan sensasi rasa lain. Beneran deh, tanpa saosnya aja daging steaknya udah enaaaak!
  • Oxtongue steak
    Kalau diliat-liat steak lidah yang satu ini bentuknya g mirip lidah jadi nggak geli. Pas dicicipi rasanya mirip empal. Nggak ada fotonya karena keburu dilahap dluan sama travelmate yang udah kelaparan efek nyetir.
  • Nasi goreng
    Nasi gorengnya seperti homemade. Ada irisan daging ayam dan telur mata sapi. Tampilannya sederhana seperti nasi goreng buatan sendiri.

Kapan-kapan kalau ada kesempatan ke Semarang pengen mampir juga di Toko Oen yang katanya asli keturunan pemilik pertama toko ini. šŸ™‚ Selain menikmati kuliner legendaris Toko Oen, kalau ke Malang cobain juga mampir ke Bakso President dan Mie Gadjah Mada.

Advertisements

Touring Motoran ke Bromo

Setelah bermalam di Bali Ku Guest House, Batu Malang, kami beralih menuju Bromo. Perjalanan dari Kota Batu dimulai sekitar jam 10:00 pagi. Sampai di Bromo sekitar jam 14.00 siang. Normalnya dari Kota Batu-Bromo memakan waktu kurang lebih 2 jam karena mampir-mampir (Alun-Alun Malang, kuliner Bakso President, beli koyo di daerah Coban) jadi agak delay.

Buat kalian yang bertanya-tanya, sebenarnya bisa enggak sih ke Bromo motoran? Jawabannya: bisa! Dengan syarat, pertama punya nyali. Kedua, motor yang dikendarai dalam kondisi prima terutama rem. Sekedar informasi kemarin kami ke Bromo dengan N-Max.Ā Alhamdulillah aman. Ini bukan promosi berbayar, ya! Siapa tau dengan mengintip trafik kecil ini ada yang tertarik untuk mensponsori jalan-jalan untuk jiwa yang sehat, diterima lho… šŸ™‚

Rute dari Malang ke Bromo

Lanjut cerita, rute yang kita lewati untuk menuju Bromo yakni Malang – Tumpang – Gubugklakah – Ngadas – Jemplang – Lautan Pasir Bromo. Diperjalanan menuju dan sekitar Padang Pasir Bromo, lebih sering ditemui motor D-Tracker/CRF. Banyak juga yang memilih untuk menyewa mobil jeep. Berdasarkan pengalaman, dibandingkan dengan menyewa mobil jeep, touring ke Bromo dengan motor lebih mengasyikkan karena banyak tempat yang dijangkau sesuai keinginan. Kalau sewa mobil/ojek setiap pertambahan spot yang dituju akan dikenakan tarif yang berbeda.

view di Pertigaan Jemplang

Dari Jemplang menuju Lautan Pasir Bromo kita akan disuguhi pemandangan menyejukkan berupa perbukitan hijau. Selanjutnya, memasukiĀ Lautan Pasir Bromo kita perlu berhati-hati, di musim hujan banyak genangan-genangan air dan harus pandai memilih jalur dengan pasir yang keras. Pasir basah cukup licin, tak jarang ada pula mobil jeep yang terjebak.

Lautan Pasir Bromo berhasil terlewati, berhubung ada rencana untuk sunrise di Penanjakan, jadi kita memilih untuk bermalam di sekitar area View Point Bromo bernama Udin Homestay, cukuplah untuk sekedar tempat beristirahat.

Menuju PenanjakanĀ 

Kalau teman-teman masuk ke kawasan wisata Bromo dari arah Desa Ngadas kemudian menginap di dekat pintu masuk menuju View Point wajib hukumnya membawa tiket yang dibeli sebelumnya untuk melewati tempat pemeriksaan tiket.

Pukul 03.00 pagi mulai terdengar suara mobil jeep bersliweran. Kita pun bersiap untuk menuju Penanjakan. Sebelumnya, kita agak ragu akan menuju Penanjakan dengan motor enggak melihat sekitar yang cukup gelap dan beberapa orang yang sebelumnya kami temui mengatakan harus menuju kesana dengan menaiki mobil jeep. Tarif pasaran sewa mobil jeep sekitar Rp 350.000,-.

Setelah bertanya-tanya, seorang bapak meyakinkan untuk menjangkau Penanjakan menggunakan motor yang kita tumpangi. Dengan keyakinan dan mengikuti mobil jeep yang beriringan menuju ke tempat yang sama, kita pun memberanikan diri.

Sekitar 30 menit sampailah kita di area Penanjakan. Walaupun bukan hari libur ternyata ramai juga. Banyak pedagang disalahsatu sisi badan jalan yang menjajakan gorengan dan menyewakan jaket. Maklum udara disini sangat dingin. Belum lagi angin terkadang bertiup kencang. Oh ya, di area ini tidak ada penitipan kendaraan roda dua. Jadi, bila mengendarai motor parkirnya bersampingan dengan mobil jeep dan sangat disarankan kunci stang.

Sunrise pagi itu gagal, karena tertutup kabut dan mendung. Saran bagi kalian yang ingin ke Penanjakan dini hari, persiapkan diri dengan membawa jaket dan selimut karena udara cukup dingin. Kupluk dan sarung tangan pun juga sangat diperlukan. Walaupun terdapat penyewaan namun lebih nyaman bila memakai barang milik sendiri.

Jalan Pulang dengan rute yang sama dengan keberangkatan,

Sebelum pulang, kita mampir dulu sejenak menikmati hamparan padang rumput hijau disekitar Bromo.

Saat perjalanan pulang, kami berhenti dibeberapa titik. Salah satunya di depan pintu gerbang Desa Ngadas karena ada bau-bau panas dari kampas motor. Ketika berkendara wajib hukumnya untuk mengetahui kondisi kendaraan yang ditumpangi. Di desa ini, kita disuguhi area pertanian/perkebunan yang hijau dan subur berpola terasering.

Sekitar 15 menit kita berhenti untuk mengistirahatkan motor yang telah berjuang melewati jalanan menurun. Seterusnya, perjalanan pun lancar dan kembali lagi di Kota Malang.

Jalan-Jalan Malam di Museum Angkut

Setelah sampai di Kota Batu dan menemukan penginapan, kita pun beristirahat sejenak sebelum lanjut ke Museum Angkut. Udara yang dingin dan hujan yang sedang turun membuat, kita agak males-males buat berangkat. Tapi karena besok pagi harus segera menuju tujuan selanjutnya dan Museum Angkut baru buka pukul 12.00 siang. Jadi, malam ini harus dituntaskan ke Museum Angkut. Inilah bagian dari seni mengatur waktu ketika traveling.

Museum Angkut terletak di Jl. Terusan Sultan Agung No.2, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Museum Angkut dari penginapan Bali Ku Guest House, kurang lebih 5 menit. Sekitar 18.30 kita sampai dan mbak petugas tiket memberikan informasi kalau kita cuma punya waktu berkeliling sekitar 1,5 jam. Normalnya keliling Museum Angkut butuh waktu 2 jam.

Ada apa aja sih di Museum Angkut? Seperti namanya, disini pengunjung dapat menemukan alat transportasi di era terdahulu mulai dari sepeda hingga mobil. Mobil listrik karya anak bangsa yang mengalami kecelakaan di Magetan dapat dijumpai di museum ini.

Yang menarik dari Museum Angkut adalah terdapat zona-zona yang menampilkan suasana seperti berada di negara lain diantaranya Eropa, Las Vegas, Istana Buckingham, dan Broadway Street. Dari zona yang ada, Gangster Town & Broadway Street yang terfavorit menurut versi saya. Zona ini juga banyak bertebaran di sosial media sebagai tempat paling populer untuk berfoto-foto di Museum Angkut.

Zona yang terdapat di Museum Angkut terbagi menjadi indoor dan outdoor. Ada sensasi tersendiri ketika datang saat malam/siang karena pasti suasananya pun berbeda.Ā Istana Buckingham misalnya, penuh lampu-lampu nan cantik. Zona Sunda yang merupakan gambaran dari suasana Batavia tempo dulu juga tak kalah menarik.

Sekitar 19.30, kita sudah selesai mengelilingi Museum Angkut. Sekedar informasi, kalau kalian nggak bawa duit tunai, di dekat loket masuk Museum Angkut terdapat tempat tarik tunai (ATM). Jangan kayak kita udah muter-muter cari ATM, ternyata di lokasi yang dituju ada. šŸ˜€ Fasilitas lain seperti tempat makan, mushola, toilet juga ada.

Jalan-jalan malam ke Museum Angkut selesai, waktunya cari makan. Kalau cuma sekedar jajan bisa langsung menuju Alun-Alun Kota Batu. Jangan sampai kelewatan untuk mampir ke Pos Ketan Legenda 1967 dan Depot Susu Ganesha.

Note:

  • Harga tiket masuk Museum Angkut saat weekend Rp 100.000,- /orang
  • Didalam Museum Angkut terdapat simulator mobil balapan kalau mau nyobain bayar lagi

Nyobain Kuliner Malang – Bakso President, Makan Bakso dipinggir Lintasan Kereta Api

Malang merupakan salah satu kota yang menawarkan ragam kuliner menarik untuk dicoba. Melewati kota Malang, sayang rasanya bila tidak menyempatkan mampir untuk mencicipi kuliner dari kota yang dikenal juga sebagai penghasil apel.

Mendekati jam makan siang, kami pun beranjak dari Alun-Alun Malang menuju Bakso President yang berada di Jl. Batanghari No.5, Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang. Untuk menemukan tempat makan yang memiliki keunikan karena letaknya berada dipinggir lintasan kereta api ini agak lumayan susah namun dengan adanya Google Maps dan ahli nyasar, hal ini dapat teratasi :D. Kurang lebih butuh waktu sekitar 20 menit untuk menjangkau warung Bakso President dari Alun-Alun Malang dengan mengendarai kendaraan roda dua.

Benar saja, bangunan Bakso President berada ditepian rel kereta api. Untuk menuju resto ini, kita harus menyebrang rel kereta. Perlu diketahui bahwa rel kereta api tersebut masih aktif sebagai perlintasan. Jadi hati-hati ya bila menyebrang menuju tempat ini.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bromo, kita wajib untuk mengisi amunisi. Padahal sebelumnya di Kota Batu, mampir di Pos Ketan Legenda. Dibilang laper ya enggak, kenyang juga enggak. Tapi kalau nggak mampir hari ini, mungkin nggak akan jadi mampir.

Sampai di Bakso President, kita memesan beberapa menu yaitu Bakso campur biasa, bakso urat dan bakso telor ayam, dan bakso bakar. Kalau dilihat porsi baksonya termasuk cukup banyak. Untuk bakso campur biasa isinya ada pangsit goreng, pangsit basah, bakso biasa, bakso goreng, dan tahu. Yang menarik dari bakso ini adalah ada taburan bawang kriuk-kriuk mirip mie sedap. Kalau yang mantap dari bakso bakarnya adalah kecap dan taburan bawangnya.

Selama makan disini tidak ada kereta yang melintas namun atmosfer unik tetap terasa karena kalau dilihat-lihat warung Bakso President ini memiliki bangunan yang memanjang mirip gerbong kereta api. Pengunjung dapat memilih tempat makan yang berada didalam ruangan maupun luar ruangan. Didalam maupun diluar ruang tetap sama-sama nyaman.

Daftar Harga Bakso President dari yang kita beli:

  • Bakso Campur Biasa Rp 16.000,-
  • Bakso Urat Rp 15.000,-
  • Bakso Telor Ayam Rp 9.000,-
  • Bakso Bakar Rp 24.000,-

Mungkin dari teman-teman ada rekomendasi lain, makan bakso yang enak selain di Bakso President, komen dibawah ya! šŸ™‚

Mencicipi Kuliner Kota Batu di Pos Ketan Legenda 1967

Kalau Thailand punya Ketan Mangga sebagai hidangan penutup, di Kota Batu Malang ada ketan yang disajikan dengan beragam topping seperti coklat, keju, kacang, susu, dan durian. Tersedia pula topping tradisional seperti bubuk kacang kedelai, parutan kelapa, dan gula jawa cair.

Disini teman-teman dapat menemukan dan mencicipi nikmatnya ketan dengan topping yang sesuai selera. Pada kesempatan kali ini, saya pun mencoba memesan ketan dengan topping keju dan meses. Sementara itu, travelmate memesan ketan dengan durian susu.

Tak lama setelah membayar, pesanan pun tersaji dimeja. Diatas cawan kecil berwarna merah, kudapan ini mengingatkan saya pada Surabi Jl. Sukasari Bogor. Dengan taburan toping melimpah dan aroma yang menggoda, tak perlu waktu lama untuk berkeinginan menyantapnya. Penasaran seperti apa rasanya?

Untuk ketan durian susu rasanya manis banget, cocok bagi teman-teman yang menyukai rasa manis. Manisnya bikin cepet kenyang. Sedangkan ketan dengan topping keju meses memiliki 2 rasa separuh sisi manis dan separuh sisi asin. Tekstur ketannya cukup lembut. Porsinya bisa dibilang cukup pas.Ā Selain menawarkan ketan dengan aneka topping, di Pos Ketan Legenda juga tersedia gorengan seperti tahu krispy isi bihun. Rasanya sedikit pedas.

Tak susah untuk mencari keberadaan Pos Ketan Legenda 1967 karena letaknya yang berada dikawasan strategis tepatnya di sebelah Alun-Alun Kota Batu. Warung ini buka mulai pukul 09:30 hingga malam hari.Ā Saat malam hari, suasana di warung ini akan sangat ramai dan dipenuhi antrian bahkan saat hujan pun antrian sedikit mengular. Untuk kenyamanan, disarankan jajan di Pos Ketan Legenda 1967 pada pagi hari dimana baru saja buka.

Ingin lanjut kuliner lain? Di malam hari, sekitar Alun-Alun Kota Batu akan dipenuhi banyak pedagang yang menawarkan jajanan seperti seafood bakar, sempol, telur gulung, dan masih banyak lainnya. Kalau mau cari yang anget-anget bisa juga pindah ke seberang yaitu di Depot Susu Ganesha yang menawarkan susu murni dengan aneka rasa dan yoghurt. Tentunya nggak mengecewakan dan wajib juga untuk dicoba! Setuju? Atau kalian punya rekomendasi lain kuliner favorit di Kota Batu? Share ya dikolom komentar! šŸ™‚

 

Review Bali Ku Guest House: Penginapan Murah yang Nyaman di Kota Batu, Malang

Setelah menerabas hujan, kami pun sampai di Kota Batu dengan basah kuyup. Menuju lah ke penginapan bernama Bali Ku Guest House.

Bali Ku Guest House terletak di Jl. Abdul Gani Atas No.32, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu. Pertimbangan memilih Bali Ku Guest House sebagai tempat bermalam karena

  1. Harganya cukup terjangkau
  2. Ada air mandi hangat
  3. Dekat dengan Museum Angkut
  4. Dapat sarapan pagi

Selain berada ditengah Kota Batu, terbilang memiliki letak yang strategis karena dekat dengan destinasi wisata dimalam hari pun keluar sedikit dari penginapan ini, kita dapat melihat pemandangan lampu-lampu kecil dari pemukiman. Pun tempatnya tidak terlalu bising oleh kendaraan karena berada agak masuk seperti dalam kompleks perumahan. Tapi kalau pas ada hujan ataupun angin bisa terdengar dari kamar.

Mengenai fasilitas kamar Bali Ku Guest House walaupun tanpa AC (pendingin ruangan) ataupun sekedar kipas angin tak jadi masalah. Karena suhu Kota Batu atau lingkungan penginapan tersebut cukup dingin, terlebih saat musim hujan.

Kamarnya sendiri pun cukup luas dan bersih. Tidak diperkenankan merokok didalam kamar. Oh ya, walaupun tidak ada pendingin ruangan kamar tetap memiliki siklus udara yang baik karena adanya ventilasi. Bali Ku Guest House terdiri dari 2 lantai dengan ruang resepsionist berada didekat gerbang terpisah dari bangunan utama penginapan. Terdapat tempat duduk unik didepan kamar. Dibawah tangga, tamu dapat menemukan air putih dari dispenser dan meja makan.

Untuk sarapan pagi, kami mendapatkan nasi box yang berisi gudeg. Yahaaa, jauh-jauh sampai Kota Batu sarapannya kayak di kota sendiri. Porsinya lumayan mengenyangkan sebagai sarapan, sayangnya lauknya dikit dan daun pepaya-nya pahit (mungkin itu khasnya).

Mungkin ini sedikit review untuk membantu teman-teman dalam mempertimbangkan penginapan ini sebagai tempat bermalam melepas lelah. Mengenai rate harga berkisar Rp 225.000- Rp 300.000. Silahkan cek di Traveloka untuk harga terupdate.

Next lanjut cerita perjalanan Kota Batu-Bromo.

Semoga tertarik untuk menunggu dan membaca kelanjutannya yang akan dipost kalau ada kesempatan dalam kesempitan, halaaah…

Temukan Manisnya Durian Kasembon di Desa Wisata Belah Duren

Yeah, di akhir Januari ini akhirnya kita berkesempatan untuk touring motoran ke Malang. Kita pun berangkat tanpa itinerary sebelumnya. Alhasil memang nggak banyak tempat yang disinggahi tapi lumayanlah…

Berangkat dari Jogja setelah subuh dengan rute Jogja-Klaten-Solo Baru-Magetan-Madiun-Nganjuk-Diwek-Pare dan sampailah di Batu sekitar pukul 15:30. Perjalanan cukup lama karena sering berhenti karena lapar dan hujan.

Yang menarik dari perjalanan ini adalah melewati daerah Kasembon dimana wilayah tersebut merupakan wisata belah durian. Beruntungnya lewat pas musim. Berhubung belum makan siang, mampirlah dulu ke warung sate yang ada di pertigaan plang “wisata belah duren”, lupa nama warungnya (maklum kalau laper, suka nggak bisa mikir). Satenya enak dan penjual satenya juga ramah. Di warung tersebut tersedia sate kambing dan sate ayam. Kalau nggak salah inget, untuk 1 porsi sate ayam (10 tusuk) dan 1 porsi sate kambing (10 tusuk) dengan 2 piring nasi = Rp 48.000,-. Puas deh tuh makan sate kambing.

Berhubung masih gerimis, lanjutlah ke warung sebelahnya yang sedang menurunkan durian dari truk. Sebenarnya agak nggak yakin belii duren dimusim hujan karena berkali-kali nyoba rasanya “ambyaaar”.

Tak disangka, setelah beribu-ribu kekecewan terhadap durian yang dijual dipinggir akhirnya Durian Kasembon dapat mengobatinya. Disini kalian tinggal bilang aja mau durian yang manis, tawar, atau ada pahit-pahitnya. Kalau aku sih lebih suka yang manis, kamu gimana?

Ada beberapa paket yang ditawarkan:
– 3 butir Rp 100.000,-
– 4 butir Rp 120.000,-
– macemnya lupa, yang paling murah sih itu

Kita pun memilih 4 butir dengan harga Rp 120.000,- kalau biasanya pas beli dipinggiran jalan Jogja dapet yang teksturnya lembek-lembek. Disini isi duriannya mulus dan nggak lembek. Walaupun agak keras karena baru dipetik tapi masih tetep layak untuk dinikmati. Dari 4 butir yang dipilihkan oleh bapak penjualnya didapat 2 manis, 1 manis dengan pahit-pahit. Dan pas gongnya sebagai penutup, dapatlah durian berkulit dengan warna kuning cerah dengan bentuk kecil yang rasanya manis. Walaupun kecil, buahnya cukup tebal lho. Puas deh!

Mission ngidam duren pun akhirnya completed oleh Durian Kasembon. Bagi teman-teman yang ingin mencicipi nikmatnya Durian Kasembon dateng aja keĀ Desa Wisata Belah Duren, mumpung lagi musim.

I love Durian Kasembon.

See you again.

Krishna Pusat Oleh-Oleh Khas Bali Buka 24 Jam

Krishna Pusat Oleh-Oleh Khas Bali adalah salah satu rekomendasi tempat buat beli oleh-oleh khas Bali yang buka 24 jam. Di toko ini tersedia beragaman makanan dan souvenir khas Bali yang menarik untuk dijadikan sebagai buah tangan. Mau cari pie susu? kacang asin? manisan salak? brem? aneka kripik dan dodol buah-buahan? Semuanya ada disini. šŸ™‚

Kalau souvenir, ada angklung kecil cuma Rp 15.000 sebenarnya pengen beli, cuma saya masih agak trauma sama angklung berkaitan dengan kejadian mistis waktu dirumah lama. Hehehe… Lainnya ada kaos, sandal, kalung, gelang, jepit rambut bentuk bunga kamboja, gantungan kunci, tas rajut, tas kain, minyak aroma terapi, produk bali ratih, dan masih banyak lagi lainnya.

Di Krishna juga bisa ditemukan tas ate bulat yang lagi hits lho. Buat yang takut nawar atau kemahalan ketika beli di area tempat wisata, disini kalian bisa dapatkan. Harganya waktu liat-liat yang diameter paling kecil Rp 199.000,-.

Nah, bagi yang baru mau coba-coba kripik-kripik atau manisan yang ditawarkan di Krishna Pusat Oleh-Oleh Khas Bali, intip dulu sedikit review ini siapa tau bisa membantu buat kamu yang lagi bingung pilih-pilih:

  • Kripik salak (recommended)
  • Kripik rambutan (recommended) – kering, empuk, rasanya manis asem-asem
  • Kripik buah nanas (kurang recommend) – kering, agak alot dan agak keras (seratnya tebal), rasanya asem
  • Dodol Bali (kurang recommend) – rasanya seperti jajanan jaman dulu, mirip kethak (ampas minyak kelapa yang dibungkus kertas minyak)
  • Brem Bali (kurang recommend) – isinya cuma dikit, tidak sebanding dengan besarnya bungkus
  • Manisan tomat (kurang recommend) – isinya dikit, rasa dan teksturnya seperti kurma
  • Kacang Asin Rahayu (recommend)
  • Kacang Asin Sariayu (recommend)
  • Kacang Disco (recommend)
  • Kacang Mete Madu (recommend)

Kalau kalian suka sambal matah dan keripik singkong, cobain juga camilan dari rasa lokal Indonesia. Cocol-cemil! Manis asin pedes, jadi satu nano-nano.. Perpaduan keripik singkong dan sambal matah asli Bali beneran enak menghipnotis, nagih. šŸ˜€ Harganya juga terjangkau Rp 27.500,-.

Selain makanan, sisanya saya memilih beberapa barang kecil yaitu tatto nail art, tempelan kulkas berbentuk pulau Bali, dompet/tas kecil, dan gantungan kunci pemotong kuku Uluwatu. Harga barang unyu-unyu ini berkisar antara Rp 8.000- Rp 25.000,-.

Setiap pengunjung yang masuk ke toko Krishna ini pasti akan ditempeli stiker nomor dibaju. Sampai pas udah diluar dan mau masuk lagi ditempelin stiker dulu. Bagi teman-teman muslim, disini juga tersedia mushola yang cukup nyaman berada di dalam toko.

Krishna Pusat Oleh-Oleh Khas Bali yang buka 24 jam terletak di Jl. Raya Tuban No.2X, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung. Karena letaknya berada di wilayah yang cukup strategis, tak sulit untuk menemukan keberadaan toko ini. Selain itu, aksesnya jalannya juga dekat dengan bandara dan dekat juga dari Jogger.

Suka Pedas? Cobain Pedasnya Kuliner Jogja, Sate Petir Pak Nano!

Jogja, banyak orang merasa makanan Jogja itu manis sampai gudeg aja dibilang mirip kolak. Eits jangan salah ya, Jogja nggak cuma menawarkan kuliner yang cenderung manis saja lho. Bagi foodies yang hobi kulineran dan ingin mencari kuliner pedas khas Jogja, cobain deh Sate Petir Pak Nano yang terletak Dusun Menayu, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

Tak sulit untuk menemukan keberadaan warung ini karena letaknya yang berada ditepi jalan yang merupakan jalan lintas Jogja-Jateng (Purworejo/Magelang/Kebumen). Kalau dari arah selatan perempatan Dongkelan tinggal ambil arah kiri/Barat terus. Tepat sebelum jembatan, disitu terdapat rumah yang sekaligus menjadi warungĀ Sate Petir Pak Nano.

WarungĀ Sate Petir Pak Nano buka pada siang hari sekitar pukul 12.00 hingga pukul 17.00. Warung ini menawarkan sate dan tongseng dengan level kepedasan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga Profesor. Inilah salah satu keunikan yang ditawarkan oleh Pak Nano, level pedas berupa jenjang pendidikan.

Kalau kalian nggak suka pedas bisa juga pesan nggak pedas, tapi rasanya kurang greget. Yang enak emang kalau ada pedes-pedesnya. Untuk tongseng, rasa kuahnya pedes ada asem-asemnya. Nano.. Nano banget.. Tenang, pedesnya cuma ngefek di indra pengecapan aja kog, nggak sampai bikin mules.Ā Sementara itu, untuk satenya satu porsi terdiri dari 5 tusuk sate dengan bumbu kecap bertabur biji cabe. Daging sate dariĀ Sate Petir Pak Nano ini cukup empuk dan matang.

Untuk minuman, tersedia minuman dingin kemasan yang dapat diambil dari kulkas pendingin. Bila kalian ingin bernostalgia dengan minuman saparella, disini juga tersedia lho. Ada juga jajanan lawas seperti mie-mie an (merknya lupa). Kalau kepedesan bisa juga dijadikan sebagai penawar. šŸ˜€

Cocok banget nih, buat yang laper sehabis main di Pantai Parangtritis dan balik ke arah utara, bisa mampir dulu untuk istirahat di Sate Petir Pak Nano. Selain Sate Petir Pak Nano, kuliner Jogja yang pedas juga dapat ditemukan di Enthok Slenget Kang TanirĀ dan Iga Sapi Bali.

Museum Blanco Renaissance: Salah Satu Museum Terkenal di Ubud

Selain memiliki daya tarik wisata alam, Ubud juga menawarkan wisata seni dan budaya. Kebetulan banget, waktu di Ubud kita tinggal di daerah Sayan tepatnya penginapan bernama Anni’s Villas yang persis berseberangan dengan sebuah museum kenamaan di Ubud yang dikenal dengan nama Museum Blanco Renaissance.

Museum Blanco Renaissance merupakan museum yang menampilkan hasil karya lukis dari Antonio Blanco. Obyek dari lukisan maestro lukis kelahiran Manila, Filipina ini fokus pada kaum hawa/kemolekan penari Bali. Don Antonio Blanco sendiri adalah pria keturunan Amerika – Spanyol dan memang bukan orang Indonesia. Ia menetap di Bali dan menikahi seorang gadis penari tradisional Bali bernama Ni Ronji pada tahun 1953. Selain menampilkan hasil karya lukisan Antonio Blanco, museum ini juga menampilkan foto keluarga Antonio Blanco, hasil karya Mario Blanco, dan membuka studio yang merupakan tempat melukis dari Mario Blanco.

Mario Blanco adalah salah satu anak dari Antonio Blanco yang mewarisi bakat sang ayah. Namun karya Mario Blanco lebih fokus pada obyek benda-benda yang ada di sekitar. Dari hasil karya tersebut, Mario Blanco juga telah banyak menerima beragam penghargaan.

Lukisan dari Antonio Blanco dapat dilihat di lantai satu dan dua dari gedung utama. Sementara itu, hasil karya dari Mario Blanco terletak pada bangunan kecil setelah area yang menampilkan foto-foto keluarga.

salah satu sudut dari taman museum

Museum Blanco Renaissance terletak di Jalan Raya Penestanan No.8, Sayan, Ubud, Gianyar. Bangunannya yang berada di atas bukit dan tepian Sungai Campuhan menjadikan lingkungan sekitar museum terasa asri dan menyejukkan. Tanah tempat berdirinya museum ini adalah pemberian dari Tjokorda Gde Agung Sukawati, Raja Ubud terakhir dari Puri Saren (1910-1978). Sebelum memasuki bangunan utama dari ruang pamer lukisan, pengunjung dapat menjumpai burung-burung cantik dan pepohonan yang cukup rindang. Bagi yang suka foto-foto, boleh juga kalau mau foto dengan burung yang ada disini.

Harga tiket masuk Museum Blanco Renaissance Rp 30.000,- per orang untuk wisatawan domestik. Dengan harga tiket tersebut, pengunjung mendapat segelas air minum yang dapat diambil setelah berkeliling museum untuk duduk-duduk dibawah pohon rindang taman sambil menikmati udara dan suasana sekitar yang tenang dan nyaman.

pintu masuk museum

Note:

  • Museum ini kurang cocok dikunjungi bersama anak-anak.
  • Selama berkeliling area pamer lukisan, dilarang untuk mengambil foto.

« Previous entries