Posts Tagged ‘wisata bali’

Museum Blanco Renaissance: Salah Satu Museum Terkenal di Ubud

Selain memiliki daya tarik wisata alam, Ubud juga menawarkan wisata seni dan budaya. Kebetulan banget, waktu di Ubud kita tinggal di daerah Sayan tepatnya penginapan bernama Anni’s Villas yang persis berseberangan dengan sebuah museum kenamaan di Ubud yang dikenal dengan nama Museum Blanco Renaissance.

Museum Blanco Renaissance merupakan museum yang menampilkan hasil karya lukis dari Antonio Blanco. Obyek dari lukisan maestro lukis kelahiran Manila, Filipina ini fokus pada kaum hawa/kemolekan penari Bali. Don Antonio Blanco sendiri adalah pria keturunan Amerika – Spanyol dan memang bukan orang Indonesia. Ia menetap di Bali dan menikahi seorang gadis penari tradisional Bali bernama Ni Ronji pada tahun 1953. Selain menampilkan hasil karya lukisan Antonio Blanco, museum ini juga menampilkan foto keluarga Antonio Blanco, hasil karya Mario Blanco, dan membuka studio yang merupakan tempat melukis dari Mario Blanco.

Mario Blanco adalah salah satu anak dari Antonio Blanco yang mewarisi bakat sang ayah. Namun karya Mario Blanco lebih fokus pada obyek benda-benda yang ada di sekitar. Dari hasil karya tersebut, Mario Blanco juga telah banyak menerima beragam penghargaan.

Lukisan dari Antonio Blanco dapat dilihat di lantai satu dan dua dari gedung utama. Sementara itu, hasil karya dari Mario Blanco terletak pada bangunan kecil setelah area yang menampilkan foto-foto keluarga.

salah satu sudut dari taman museum

Museum Blanco Renaissance terletak di Jalan Raya Penestanan No.8, Sayan, Ubud, Gianyar. Bangunannya yang berada di atas bukit dan tepian Sungai Campuhan menjadikan lingkungan sekitar museum terasa asri dan menyejukkan. Tanah tempat berdirinya museum ini adalah pemberian dari Tjokorda Gde Agung Sukawati, Raja Ubud terakhir dari Puri Saren (1910-1978). Sebelum memasuki bangunan utama dari ruang pamer lukisan, pengunjung dapat menjumpai burung-burung cantik dan pepohonan yang cukup rindang. Bagi yang suka foto-foto, boleh juga kalau mau foto dengan burung yang ada disini.

Harga tiket masuk Museum Blanco Renaissance Rp 30.000,- per orang untuk wisatawan domestik. Dengan harga tiket tersebut, pengunjung mendapat segelas air minum yang dapat diambil setelah berkeliling museum untuk duduk-duduk dibawah pohon rindang taman sambil menikmati udara dan suasana sekitar yang tenang dan nyaman.

pintu masuk museum

Note:

  • Museum ini kurang cocok dikunjungi bersama anak-anak.
  • Selama berkeliling area pamer lukisan, dilarang untuk mengambil foto.
Advertisements

Menyaksikan Pertunjukkan Tari Kecak Berlatar Sunset Eksotis di Uluwatu

Setelah di hari kedua, menyaksikan pertunjukkan Tari Kecak di Tanah Lot. Kami pun penasaran untuk menyaksikan pertunjukkan Tari Kecak di Uluwatu. Dari segi kepopuleran, pertunjukkan di Uluwatu lebih banyak ulasan yang menyatakan kepuasan ditambah lagi view area yang berada di atas tebing menghadap samudra dan bertepatan dengan sunset, sangat disayangkan rasanya untuk dilewatkan saat berlibur ke Bali.

Pertunjukkan Tari Kecak di Uluwatu dimulai pukul 18.00, namun mulai pukul 16.30 kerumunan antrian tiket sudah sangat ramai dan pukul 17.00 penonton sudah memadati tempat duduk di area pertunjukkan. Masuk lebih awal memiliki keuntungan bisa memilih tempat duduk yang sesuai dengan keinginan. Saat menunggu pertunjukkan Tari Kecak dimulai, hangatnya matahari sore dapat kita rasakan karena posisi tempat duduk berhadapan langsung dengan matahari yang menuju ufuk barat.

kerumunan antrian tiket Tari Kecak Uluwatu

Tak disangka ternyata penonton membludak, sampai pertunjukkan akan dimulai penonton sudah memadati area hingga bagian yang digunakan untuk menari. Tak sampai disitu saja, ditengah pertunjukkan masih banyak orang yang datang sampai padat sekali. Yang sangat disayangkan dari Tari Kecak di Uluwatu ya ini, bagian pengaturan kapasitas penonton sepertinya kurang diperhitungkan.

Durasi pertunjukkan Tari Kecak di Uluwatu lebih lama ketimbang Tari Kecak di Tanah Lot, hampir 1 jam sendiri. Pertunjukkan Tari Kecak di Uluwatu ini lebih terasa hidup. Karena penarinya berinteraksi dengan penonton dan ada humor yang ditampilkan oleh tokoh pemain.

Beberapa atraksi yang mencuri antusias penonton diantaranya saat Hanoman naik ke pintu masuknya penari, sempat juga Hanoman naik ke bangku penonton dan berinteraksi menggoda penonton, ada juga wisatawan asing yang ditarik untuk ikut menari dengan 3 penari lainnya. Penasaran seperti apa keseruannya? Temukan dan rasakan langsung saat menyaksikan pertunjukkan Tari Kecak Uluwatu ini.

Tips saat bepergian ke Uluwatu:

  1. Siapkan uang pecahan kecil Rp 1.000,- (untuk kendaraan bermotor roda dua) sebelum memasuki loket retribusi parkir. Jangan sampai kelamaan mencari uang kecil didepan pos karena bila antrian panjang dapat menghambat arus masuk tempat wisata.
  2. Jangan meninggalkan barang apapun dimotor karena bisa hilang diambil monyet. Selain itu, hindari pemakaian kacamata dan topi yang dapat memancing monyet untuk mengambil barang tersebut.
  3. Apabila ingin menonton pertunjukkan Tari Kecak, datanglah lebih awal untuk membeli tiket dan bila tiket sudah ada ditangan segera lah untuk menuju bangku penonton.
  4. Ada baiknya untuk memakai pakaian sopan dan tertutup. Bagi kalian yang memakai pakaian kurang tertutup, di loket masuk akan diminta untuk memasang kain berwarna ungu. Sementara bagi yang sudah memakai pakaian tertutup, cukup memasang kain pendek seperti ikat pinggang yang berwarna orange.

Semoga membantu kalian yang akan berkunjung ke Uluwatu.

Note:

  • Harga tiket masuk Uluwatu Rp 20.000,- per orang
  • Harga tiket pertunjukkan Tari Kecak Rp 100.000,- per orang

Jalan Sore ke Pantai Suluban, Uluwatu Bali

Rindu pantai…
Lama rasanya nggak main ke pantai,
setelah hari kedua menyentuh pasir hitam pantai Tanah Lot walaupun nggak lama tapi cukup terpuaskan dengan nuansa waktu sunsetnya.

Hari ketiga karena tujuan sunset adalah Uluwatu maka ada deretan rencana mengunjungi pantai pasir putih searah menuju Uluwutu diantaranya

  • Pantai Tegal Wangi,
  • Pantai Balangan,
  • Pantai Dreamland,
  • Pantai Bingin,
  • Pantai Suluban, dan
  • Pantai Padang-Padang.

Ternyata.. Oh, ternyata…
Deretan pantai yang sudah direncanakan untuk dikunjungi pun buyar cuma jadi wacana. Sangat disayangkan padahal cuaca cerah, kenapa itu terjadi? Ya, karena stuck di satu tempat sebelum menuju Uluwatu. Start perjalanan baru dimulai pukul 15.30 karena nggak memungkinkan untuk menuju plan diawal. Cap..cip..cup.. dari banyak deretan pantai tersebut harus pilih satu saja. Dan akhirnya dengan pasrah menuju Pantai Suluban yang berlokasi paling dekat dengan destinasi wisata PuraΒ Uluwatu, Bali.

Sampai di Pantai Suluban waktu sudah menunjukkan pukul 16.00-lebih, memasuki pertengah jalan saat menuruni tangga, travelmate bilang kalau pernah kesini karena cuma ikutan bule-bule berpapan seluncur. Nggak tau deh dejavu apa beneran. πŸ˜€ Tapi memang Pantai Suluban ini dikenal sebagai tempat favorit untuk berselancar karena ombak disini cukup menantang.

Selain menawarkan tantangan bagi peselancar, pantai yang dikenal juga dengan nama Blue Point ini memiliki keindahan pemandangan dengan kombinasi pantai pasir putih yang berada diantara karang-karang besar. Pantai ini terlihat teduh dan terasa adem karena adanya bebatuan karang yang seolah-olah berperan seperti pohon yang rindang ditengah terik matahari. πŸ˜€

Waktu disini nggak banyak spot yang kita explore karena keterbatasan waktu. Gpp g lama-lama, bisa nyampe ke pantai ini aja udah cukup melegakan. Bagi kalian yang blusukan menyusuri bawah tebing karang dan berada dekat dengan pantai harap berhati-hati ya apalagi kalau nggak bawa ganti karena ombak cukup besar bisa datang kapan saja menghampiri.

Tetes-tetes air yang dingin pun dapat kita rasakan saat menyusuri bawah tebing karang. Berlokasi dekat dengan Uluwatu, di Pantai Suluban juga dapat kita jumpai monyet-monyet kecil yang terkadang berlarian melintas. Hal ini tentunya juga menjadi daya tarik tersendiri.

Pukul 16.30, kita mulai kembali menaiki anak tangga menuju parkiran untuk langsung lanjut ke destinasi selanjutnya yaitu sunset Uluwatu sambil nonton pertunjukkan Tari Kecak. Berat sekali rasanya menaiki anak tangga Pantai Suluban, efek nggak pernah olahraga. Kalau pas liburan gini jadi kayak peribahasa sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui karena pikniknya dapet, olahraga pun iya. πŸ˜€

Sering-sering piknik yuk biar sehat badan dan pikiran. πŸ™‚

Di Pantai Suluban terdapat loket pintu masuk namun waktu kesini tidak ada penjagaan dan bangunan loketnya seperti tidak pernah digunakan. Untuk parkir motor tersedia persis dijalan menuju turun anak tangga. Nggak tau kenapa, waktu kita ambil motor nggak ditagih buat bayar atau memang gratis jadi ya udah bablas aja.

Tari Kecak Tanah Lot

Hari kedua di Bali,
setelah perjuangan berat menaiki tangga dari Air Terjun Tegenungan, kita lanjut meluncur menuju Tanah Lot. Niatnya sampai sore buat liat sunset. Saat menunggu waktu matahari tenggelam sambil duduk-duduk di rumput ala orang piknik terdengar informasi bahwa akan ada pertunjukkan Tari Kecak setelah matahari tenggelam. Tiket dapat dibeli dibagian informasi dengan harga Rp 50.000/orang. Kita pun mulai mencari dimana loket informasi penjualan tiket pertunjukkan Tari Kecak Tanah Lot. Lokasinya berada dipertengahan jalan masuk menuju Tanah Lot, ada papan yang terpampang dekat restoran yang juga menawarkan gelato.

Tiket sudah ditangan tinggal menunggu waktu pertunjukkan. Seperti tujuan awal ke Tanah Lot untuk menyaksikan sunset, kita pun menuju spot paling ramai yang menghadap Pura Batu Bolong. Di area ini, terdapat beberapa tempat duduk yang memang disiapkan untuk pengunjung. Kita pun menempati tempat duduk yang persis berhadapan dengan Pura Batu Bolong. Tak disangka saat sunset dan nengok ke belakang ramainya luar biasa. Kayaknya ini sunset dengan penonton paling rame yang pernah ada dihidupkuuuh.

Usai matahari tenggelam, segeralah kita menuju area pertunjukkan Tari Kecak Tanah. Pertunjukkan dimulai sekitar 18.30. Bangku penonton tidak terlalu ramai. Hal ini yang cukup menyenangkan karena kita bisa menikmati pertunjukkan. Sayangnya, selama pertunjukkan berlangsung ada nyamuk-nyamuk yang mengganggu.

Cerita Tari Kecak ini mirip Sendratari Ramayana. Yang membedakan kalau tari kecak diiringi musik yang berasal dari paduan suara. Kalian tentunya sudah tau kalau dalam pertunjukkan tari ini terdapat banyak penari laki-laki yang terlibat. Pada pertunjukkan Tari Kecak di Tanah Lot ini terdapat sekitar 20 orang dan juga beberapa tokoh yaitu Rama, Sinta, Kijang Emas, Laksamana, Rahwana, Burung Jetayu, dan Hanoman.

Alur cerita Tari Kecak Tanah Lot:

Rama dan Sinta berada ditengah hutan, datanglah seekor kijang emas yang lucu. Karena lucu maka Sinta memohon pada Rama untuk menangkapnya.

Rama tak berhasil menangkap kijang tersebut maka Rama meminta adiknya Laksamana untuk menjaga Sinta. Dalam perburuannya, terdengar suara minta tolong seperti suara Rama maka Laksamana membuat lingkaran api untuk menjaga Sinta.

Datanglah Rahwana menggoda Sinta. Karena kesaktian Laksamana maka Rahwana tidak bisa mendekati Sinta. Rahwana raja yang banyak mempunyai akal maka berubahlah menjadi pendeta/orang suci. Dan Rahwana berhasil membawa Sinta ke Kerajaan Alengka dan semua raksasa berpesta pora merayakan kemenangan.

Dalam pengejarannya, Rama dan Laksamana bertemu dengan Rahwana di hutan. Rahwana dengan kesaktiannya mengeluarkan naga yang melilit Rama dan Laksamana. Datanglah burung yang sangat besar untuk membantu Rama dan Laksamana dari lilitan naga tersebut. Burung itu bernama Burung Jetayu.

Sinta sedang berada di Kerajaan Alengka dalam keadaan sedih ditemani oleh dayang. Datanglah seekor kera putih yang bernama Hanoman dengan memperlihatkan cincin maka Sinta percaya Hanoman adalah utusan Rama. Hanoma dengan ganasnya merusak taman dan Negara Alengka maka marahlah Rahwana. Dengan kesaktiannya, Hanoman dapat ditangkap dan dibakar.Β Hanoman pun dapat lolos dari kobaran api dan terjadilah peperangan antara Rahwana melawan Rama. Dalam peperangan tersebut, akhirnya Rama bisa mendapatkan Sinta kembali.

Begitulah ceritanya, pertunjukkan berlangsung sekitar 30 menit.Rasanya sih sebentar banget udah kelar maka dari itu di hari ketiga kita pasang plan untuk liat Tari Kecak yang ada di Uluwatu.