Posts Tagged ‘Jogja’

Menikmati Weekend dengan Satu Cone Ice Cream di Tempo Gelato

Gelato adalah salah satu es cream yang sedang hits. Salah satu faktor yang membuat es cream ini populer karena bahannya yang terbuat dari susu sehingga dianggap menyehatkan.

Bagi kalian yang lagi liburan ke Jogja dan kebetulan sedang berada di daerah Prawirotaman jangan kelewatan untuk mencicipi kenikmatan Ice Cream Gelato di Tempo Gelato.

Tempo Gelato menawarkan es dengan rasa buah-buahan seperti lemon jahe, mangga, raspberry, dan kiwi. Selain rasa buah-buahan ada juga rasa passion, snickers, coffee, salted caramel, coffee caramel, cinnamon, jahe, dan masih banyak lagi lainnya.

Untuk harga Ice Cream Cone di Tempo Gelato dibandrol dengan harga Rp 25.000,- (dapat 2 scoop). Sementara untuk Ice Cream Cups tergantung ukuran:
– kecil (2 rasa) Rp 20.000,-
– medium (3 rasa) Rp 40.000,- Baca Selengkapnya

Advertisements

Tempat Penukaran Mata Uang Asing di Jogja

Bagi kalian yang akan berkunjung ke suatu negara, apalagi kunjungan ke luar negeri untuk pertama kalinya tentunya perlu mempersiapkan banyak hal mulai dari paspor, visa, tiket perjalanan, dan penginapan. Satu lagi yang tak kalah penting lagi yakni mata uang lokal sesuai yang dipakai di negara tujuan.

Mungkin ada yang mempertanyakan “Kenapa kita harus bersusah payah membawa uang dalam sesuai mata uang setempat sementara saat ini sudah tersedia kartu debit, kartu kredit, dan money changer di negara tujuan?”

Amplaz

Tidak semua bank di Indonesia memiliki cabang di negara lain. Untuk penarikan tunai dengan kartu debit tentunya harus memperhatikan kurs mata uang, biaya administrasi, dan logo ATM (PLUS/Visa/Cirrus) yang tertera. Belum lagi kalau nanti ada masalah uang yang ditarik tidak keluar atau malah kartu ATM tertelan mesin karena kesalahan sistem/pengguna.

Baca Selengkapnya

Menikmati View dan Suasana Pantai Parangtritis dari Queen of The South Resort Parangtritis

Menghabiskan waktu luang di Yogyakarta dengan bersantai di sebuah tempat yang tenang serasa di private resort sambil menikmati view dan suasana Pantai Parangtritis dari atas bukit. Rasakan sensasinya di Queen of The South Resort.

queen-of-the-south-resort_parangtritis_jogja-1

Resort yang terletak di Desa Parangrejo, Kec. Purwosari, Kab. Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini memang cukup menarik untuk dikunjungi. Selain menawarkan suasana yang berbeda dari penginapan-penginapan lainnya di Yogyakarta, tempat ini juga memiliki daya tarik bagi pecinta fotografi. Bisa dibilang Queen of The South Resort ini memang instagramable.

Untuk masuk ke Queen of The South Resort Parangtritis bagi pengunjung biasa (yang tidak menginap) dikenakan tiket seharga Rp 100.000,-/orang. Bisa bayar tunai maupun menggunakan kartu debit. Dengan membayar tiket masuk tersebut, pengunjung akan mendapatkan air mineral dan biskuit cookies (goodtime kemasan sachet kecil) serta diperbolehkan untuk berenang.

queen-of-the-south-resort_parangtritis_jogja-5

queen-of-the-south-resort_parangtritis_jogja-2

Baca Selengkapnya

Nyobain Kuliner Seafood di Kepiting Cak Gundul 1992 Jogja

Hujan-hujan enaknya makan malem apa ya? Kalau biasanya cuma bikin mie rebus, malem ini beda. Demi apa nerobos hujan dari selatan ke utara buat makan kepiting. Makan seafood malem-malem, nggak salah? Nggak dong, daripada ke bawa mimpi. 😀

Dan tempat yang kita kunjungi untuk menemukan kepiting segar malam-malam adalah Kepiting Cak Gundul 1992 Jogja. Kepiting Cak Gundul 1992 di Jogja beralamatkan di Jalan Damai Gang Watu Gede, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Tempat makan seafood ini buka mulai pukul 12.00-22.00 WIB.

Kepiting_Cak_Gundul_1992_Jogja (4)

Buat yang belum tau dimana letak persisnya Kepiting Cak Gundul 1992 Jogja. Lebih gampangnya lewat Jalan Kaliurang aja. Ikuti plang “Lidah Jawa Resto” karena letaknya nggak jauh dari resto tersebut. Kalau dari “The Captain” atau “Angkringan Mojok” masih bablas terus. Ntar masuk aja gang yang ada plang “Lidah Jawa Resto”. Kalau pas malem, gangnya kelihatan dengan nyala lampu-lampu kecil dari Pasta Banget Signature.

Sesampainya di tempat, segera lah kita masuk ke dapur dan memesan menu karena sudah kelaparan dan kedinginan efek hujan. Menu yang kita pesan adalah udang goreng tepung, terong sambal, cah kangkung, dan kepiting. Minumnya teh anget dan kelapa muda.

Ada yang menarik saat memesan menu kepiting, kita akan diminta untuk memilih sendiri kepiting yang akan dimasak untuk kemudian disajikan. Saat memilih, kita pun dapat melihat bahwa kepitingnya masih benar-benar hidup.

kepiting segar

kepiting segar

Sambil menunggu pesanan matang, kita pun memilih tempat duduk di gazebo. Tak lama kemudian pesanan pun sudah datang nasi putih, kerupuk, cah kangkung, terong sambal, dan cumi goreng tepung. Terakhir matang adalah kepiting saos asam manis yang masih berasap-asap. Serbu!

Kepiting_Cak_Gundul_1992_Jogja (1)

Sesuai nama tempatnya, menu yang terkenal dari Kepiting Cak Gundul 1992 ini ya kepitingnya. Oh, ya pas disajikan cangkang kepiting sudah dipecah sehingga membuat kita mudah untuk memakannya tanpa perlu tang.

kepiting asam manis

kepiting asam manis

Mari kita icip! Saat makan bagian yang disajikan paling atas rasa kepitingnya manis. Teksturnya pun lembut. Begitu dapat yang bagian bawah, rasa daging kepitingnya jadi pedas mungkin karena saosnya mengental dibagian bawah. Pletak-pletuk… Pletak-pletuk… tanpa terasa kepitingnya sudah habis. Enak dan mengenyangkan. 😀

Rata-rata kematangan masakan disini cukup pas seperti cah kangkung yang renyah dan cumi tepung gorengnya juga empuk. Kemudian untuk terong sambalnya: terongnya matang pas, enak, dan nggak pedes. Overall delicious

Kepiting_Cak_Gundul_1992_Jogja (2)

Ternyata makan seafood malem-malem itu enak. Beneran deh! **Ngracunin yang lagi diet** Apalagi ditraktir. Terima kasih my lovely. 🙂

sisa-sisa keganasan lapar

sisa-sisa keganasan lapar

Kepiting_Cak_Gundul (3)

Kepiting_Cak_Gundul (2)

Note:

  • Kepiting Cak Gundul 1992 ini memiliki area yang cukup luas sehingga cocok juga digunakan sebagai pilihan tempat makan bareng keluarga apalagi anak-anak.
  • Sekali makan berdua pesenan segini
    0,8 kg kepiting super Rp 192.000,-
    1 cumi tepung Rp 48.000,-
    2 nasi Rp 12.000,-
    1 terong Rp 12.000,-
    1 kangkung Rp 20.000,-
    1 kelapa muda Rp 10.000,-
    1 teh Rp 5.000,-
    kena pph 10%
  • Siapkan budget 😀

    Daftar harga dan menu Kepiting Cak Gundul 1992

    Daftar harga dan menu Kepiting Cak Gundul 1992

 

Hutan Mangrove Pantai Congot (Pasir Mendit) Kulon Progo

Kira-kira jenis wisata apa ya yang nggak ada di Jogja? Mulai dari wisata alam, wisata belanja, wisata kuliner sampai wisata budaya dan sejarah rasanya semua disuguhkan dengan komplit oleh kota ini.

Pas lagi browsing tempat wisata di daerah yang ada di Indonesia tentang hutan mangrove sempet terlintas pertanyaan “Jogja punya hutan mangrove nggak sih?”. Beberapa bulan kebelakang pertanyaan ini akhirnya terjawab oleh adanya foto-foto keberadaan hutan mangrove di Jogja yang diunggah di sosial media Instagram. Dan beberapa waktu yang lalu, akhirnya berkesempatan juga untuk mengunjungi tempat tersebut. Hutan Mangrove Pantai Congot tempatnya.

Hutan mangrove pantai congot pasir mendit (8)

Hutan mangrove ini terletak di di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Karena letaknya itu maka ada pula yang menyebut tempat wisata ini dengan nama Hutan Mangrove Pasir Mendit.

Lokasinya memang tidak berada di tepi jalan raya melainkan masuk ke desa, melewati rumah penduduk. Namun, pengunjung dapat dengan mudah menemukan tempat ini karena rute menuju lokasi sudah dilengkapi penunjuk jalan. Walaupun masuk ke desa, jalan menuju hutan mangrove cukup untuk dilewati mobil.

Hutan mangrove pantai congot pasir mendit (4)

Hutan mangrove pantai congot pasir mendit (7)

Sebenarnya keberadaan tanaman mangrove disini sudah ada sejak tahun 1989. Namun, baru awal tahun 2016 tempat tersebut dikembangkan sebagai tempat wisata yang ditandai dengan penambahan fasilitas berupa jembatan bambu yang mempermudah pengunjung untuk berkeliling menikmati suasana dan keindahan alam sekitar.

Selain berfoto-foto dan trekking mengelilingi kawasan hutan mangrove, pengunjung juga dapat menemukan pantai berpasir hitam dan tanaman mangrove yang berbentuk seperti goa namanya Goa Mangrove.

In frame Nabila

In frame Nabila

Hutan mangrove pantai congot pasir mendit (3)

Buat kalian yang akan berkunjung ke Hutan Mangrove Pasir Mendit disarankan datang saat pagi atau sore hari dimana cuaca tidak sedang panas-panasnya dan udaranya nyaman untuk berjalan-jalan.

Saat berkeliling tidak ada salahnya untuk membawa makanan atau minuman tetapi jangan buang sampahnya sembarangan. Di sekitar kawasan wisata ini juga ada warung-warung kecil yang dapat digunakan untuk berteduh dan beristirahat sejenak setelah berkeliling hutan mangrove sambil minum atau makan makanan kecil. 

Hutan mangrove pantai congot pasir mendit (6)

Hutan mangrove pantai congot pasir mendit (5)

Harga tiket masuk Hutan Mangrove Pantai Congot/Pasir Mendit Rp 3.000,-/orang. Untuk parkir Rp 2.000,-/motor dan Rp 5.000,-/mobil.

Vandalisme yang Semakin Parah di Yogyakarta

Masih di malam yang sama saat ke Alun-Alun Selatan, saya berjalan kaki menuju Plengkung Gading untuk mengambil beberapa foto. Saat menaiki tangga terlihat beberapa orang sedang asyik berfoto-foto dan ngobrol santai bersama rombongan masing-masing.

Plengkung Gading

Plengkung Gading

Plengkung Gading atau yang pada jaman dahulu sempat disebut Plengkung Nirbaya merupakan bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang. Plengkung sendiri merupakan pintu masuk ke area Kraton dan Plengkung Gading ini adalah pintu terdekat menuju Alun-Alun Selatan. Selain Plengkung Gading, salah satu plengkung yang cukup terkenal adalah Plengkung Wijilan karena letaknya yang strategis dan berada di kawasan kuliner gudeg yang cukup terkenal di Jogja.

Saat berjalan menaiki tangga yang ada di atas Plengkung Gading, tercium bau yang kurang sedap dan menusuk indra penciuman. Duh masa iya, ada orang yang dengan teganya pipis di atas bangunan cagar budaya ini. Ditambah lagi, saat melihat ukiran yang di atas Plengkung Gading terdapat coretan menggunakan pilok dengan penampakan seperti ini:

Vandalisme di Plengkung Gading

Vandalisme di Plengkung Gading

Kalau bangunan cagar budaya saja sudah berani di coret-coret, apalagi bangunan lain? Vandalisme rasanya sudah menjadi masalah serius yang harus ditangani dengan segera karena sudah sangat parah dan memprihatinkan. Terbukti dengan dicoretnya Underpass Jembatan Jombor yang belum diresmikan padahal sudah di desain sedemikian rupa agar tidak dicoret-coret. Selanjutnya, icon Pantai Parangtritis yang baru saja selesai dibangun juga tak luput dari aksi vandalisme.

sumber gambar: rahasianews.com

sumber gambar: rahasianews.com

sumber gambar: facebook.com/jogya

sumber gambar: facebook.com/jogya

Tarif Parkir dan Tukang Parkir yang Semena-Mena

Beberapa waktu yang lalu saat sedang melintas di kawasan Alun-Alun Selatan saya tertarik untuk berhenti dan menikmati malam dengan berjalan-jalan sendiri di sekitar kawasan tersebut. Ya karena malam itu bukan malam libur dan jam masih menunjukkan pukul 19.00 WIB, jadi suasana memang belum terlalu ramai.

Alun-Alun Selatan Malam Hari

Alun-Alun Selatan Malam Hari

Seperti biasa, karena membawa motor saya memilih untuk memarkirkan motor di tepi jalan yang dijaga oleh tukang parkir. Setelah nyetandarke motor petugas parkir memberikan tiket dan meminta untuk dibayar langsung. Setelah saya lihat, tarif parkir bertuliskan Rp 3.000,- tetapi angka tersebut hasil coretan dengan spidol. Terlihat angka dalam tiket karcis yang asli bertuliskan Rp 2.000,-. Agak heran, kenapa angka disitu harus dirubah dengan tulisan berspidol seperti itu dan yang paling menyebalkan lagi tiket karcis tersebut adalah tiket bekas.

Saya sih gak perlu protes masalah itu ke petugas parkirnya secara langsung karena nilainya yang gak seberapa daripada ribut dan berujung yang tidak diinginkan, yasudahlah… Fenomena seperti ini sebenarnya sudah berlangsung lama dan tidak hanya terjadi di Alun-Alun Selatan saja tetapi juga di sejumlah tempat wisata seperti Malioboro,  Taman Sari, dan tempat ramai lainnya. Sampai pada saat musim libur sekolah waktu lalu, ada sebuah twit yang ditujukan @mbahKJogja seperti ini:

Tarif_Parkir_1

Dari hanya berkeliling sebentar dan mengambil beberapa foto dari beberapa sudut di Alun-Alun Selatan dan Plengkung Gading, saya merasa Jogja sudah berubah dan menjadi kurang nyaman. Ini baru masalah parkirnya lho.

Di tempat yang lain pun teman-teman saya juga mengalami tukang parkir yang semena-mena, dia menceritakan saat parkir membeli pulsa padahal gak sampai 5 menit. Tukang parkir diberi Rp 500,- e lha kog duitnya dibuang, saat ditanya “lha pinten pak?” Malah muni2 gak jelas. Duh, miris.. situ tukang parkir apa tukang palak sih? Udah parkir liar, gak pake karcis. Syukur2 udah dikasih, lha kog iseh ra trimo :((

Saya yakin, pihak terkait sebenarnya sudah tau masalah tersebut namun tidak segera menindak tegas. Semoga pihak terkait dapat segera bertindak dan tidak membiarkannya berlarut-larut karena hal kecil seperti ini sangat mengurangi kenyamanan saat bepergian terutama di daerah wisata.

Prosedur Membuat Paspor Secara Online

Rabu, 31 Desember 2014.

Pembuatan paspor secara online ternyata lebih menghemat waktu, karena ternyata untuk mengambil nomor anntrian saja harus datang pagi-pagi sekali ke kantor imigrasi.

Beberapa orang yang saya temui, mereka sampai ada yang datang pukul 05.30 pagi dan nomor antrian yang didapat saja sudah 73, ada juga yang datang 06.30 dan mendapat nomor antrian 93. Padahal dalam sehari hanya dibuka untuk 100 pemohon. Itu pun belum tentu proses pendaftarannya selesai dalam waktu sehari. Bapak yang mendapat nomor 73 saja, pada pukul 14.00 baru mendapat kode untuk pembayaran ke bank. Berarti untuk lanjut ke proses selanjutnya harus menunggu besok pagi kan? Nah, dengan mendaftar secara online, kita tidak perlu repot-repot mengambil dan berebut antrian pagi-pagi dan prosesnya pun lebih cepat.

Bagi pendaftar online, diberi waktu mulai pukul 13.00 langsung menuju loket 3 (ini untuk yang di Kantor Imigrasi Yogyakarta). Saya pikir tinggal nunggu dipanggil saja, ternyata kita harus berebut menuliskan nama dengan pemohon lain di selembar kertas untuk dipanggil. Cuma ini aja sih yang agak gimana gitu, kan sudah ada sistem kenapa tidak dipanggil urut saja sesuai data yang masuk ya?

Oke, itu tadi sedikit cerita aja. Sekarang langsung aja yuk disimak proses pendaftaran paspor secara online. Cekidot!

  1. Daftarkan diri melalui website imigrasi.go.id atau langsung klik.
  2. Cek email, apakah sudah mendapatkan kode pembayaran untuk dicetak dan dibawa ke bank.
  3. Setelah membayar ke bank, konfirmasi tanggal kedatangan melalui link yang telah dikirim oleh SPRI pada email tadi.
  4. Cek kembali email, apakah ada email dari SPRI berupa tanda terima permohonan. Cetak dan jangan lupa bawa saat ke kantor imigrasi.
  5. Datanglah ke kantor imigrasi pada waktu yang telah dipilih dengan membawa syarat:
    – KTP Asli + fotokopi 1 lembar
    – KK (Kartu Keluarga) Asli + fotokopi 1 lembar
    – Akta Kelahiran/Ijazah Asli + fotokopi 1 lembar
    – Jangan lupa bawa bukti pembayaran dari bank dan lembar tanda terima permohonan pada point 4.
  6. Untuk di Kantor Imigrasi Yogyakarta pendaftar online dilayani mulai pukul 13.00 langsung ke loket 3 (menunggu dipanggil, verifikasi berkas, pengambilan foto dan sidik jari).
  7. Proses selesai dan tinggal ambil paspor pada tanggal yang telah ditentukan.

 

Keterangan:

  • Proses pada point 6 waktu itu memakan waktu sekitar 2,5 jam. Ini sudah termasuk cepet, dibanding pemohon yang mendaftar secara manual.
  • Bagi yang mendaftar di Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk melakukan pembayaran, bank BNI terdekat berada di sebelah Mirota Babarsari (putar balik dari bawah jembatan janti).
  • Pembuatan paspor baru dikenakan biaya Rp 355.000,-

Icip-Icip Tengkleng Gajah

Apa yang terbayang dipikiran kalian saat mendengar tengkleng gajah? Tengkleng gajah bukan tengkleng dari daging gajah lho tetapi tengkleng yang mempunyai porsi jumbo seperti gajah. Satu porsi tengkleng yang ada disini lebih dari cukup untuk dinikmati berdua. 🙂

Warung yang terlihat sederhana ini menawarkan berbagai macam menu. Menu yang sudah kami coba sih tengkleng gajah, tengkleng gajah goreng, sate, dan sate goreng.

Tengkleng gajah

Tengkleng Gajah_1

Tengkleng gajah disajikan dengan kuah kaldu yang gurih dan lezat. Dagingnya sangat lembut sehingga saat memakannya tak perlu susah payah karena daging mudah lepas dari rusuknya. Harga satu porsi tengkleng gajah ini cukup 28.000 rupiah, termasuk murah lho karena makannya bener-bener bikin puas.

ReadMore