Archive for C++

Program Menentukan Bilangan Prima dengan C++

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int main()
{
int bil, jum, i;
cout << "Masukkan bilangan bulat positif : ";
cin >> bil;
jum = 0;
for (i=1; i<=bil; i++)
if (bil%i==0)
jum++;
if (jum==2)
cout << "Bilangan tersebut adalah bilangan prima \n";
else
cout << "Bukan bilangan prima \n";
return 0;
}

Output:

Advertisements

Pengenalan C++

Setiap program C++ mempunyai bentuk umum seperti di bawah, yaitu:
# prepocessor directive
void main()
{
// Batang Tubuh Program Utama
}

Penjelasan :
1. Include
Adalah salah satu pengarah prepocessor directive yang tersedia pada C++.
Preprocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi. Bentuk
umumnya :
# include
tidak diakhiri dengan tanda semicolon, karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk
pernyataan, tetapi merupakan prepocessor directive. Baris tersebut menginstrusikan
kepada kompiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file yang berakhiran .h(file
header) yaitu file yang berisi sebagai deklarasi contohnya:
– # include iostream.h : diperlukan pada program yang melibatkan objek cout
– # include conio.h : diperlukan bila melibatkan clrscr(),yaitu perintah untuk membersihkan layar.
– # include iomanip.h : diperlukan bila melibatkan setw() yang bermanfaat untuk mengatur lebar dari suatu tampilan data.
– # include math.h : diperlukan pada program yang menggunkan operasi sqrt () yang bermanfaat untuk operasi matematika kuadrat.

Selengkapnya

Pointer

Pendahuluan
Pointer (variabel penunjuk) adalah suatu variabel yang berisi alamat memori dari suatu
variabel lain. Alamat ini merupakan lokasi dari obyek lain (biasanya variabel lain) di dalam memori.
Contoh, jika sebuah variabel berisi alamat dari variabel lain, variabel pertama dikatakan menunjuk ke
variabel kedua
Operator Pointer ada dua, yaitu :
♦ Operator &
Operator & bersifat unary (hanya memerlukan satu operand saja). Operator & menghasilkan
alamat dari operandnya.
♦ Operator *
Operator * bersifat unary (hanya memerlukan satu operand saja). Operator * menghasilkan nilai
yang berada pada sebuah alamat
Pointer merupakan tipe data berukuran 32 bit yang berisi satu nilai yang berpadanan dengan alamat
memori tertentu. Sebagai contoh, sebuah variabel P bertipe pointer bernilai 0x0041FF2A, berarti P
menunjuk pada alamat memori 0041FF2A. Pointer dideklarasikan seperti variabel biasa dengan
menambahkan tanda * (asterik) yang mengawali nama variabel.
Deklarasi
Bentuk Umum:
namaVariabel;
Contoh:
float *px;
Statement di atas mendeklarasikan variabel px yang merupakan pointer. Penyebutan tipe data float
berarti bahwa alamat memori yang ditunjuk oleh px dimaksudkan untuk berisi data bertipe float.
Operasi Pointer
a) Operasi Penugasan
Suatu variable pointer seperti halnya variable yang lain, juga bisa mengalami operasi
penugasan. Nilai dari suatu variable pointer dapat disalin ke variable pointer yang lain.
b) Operasi Aritmatika
Suatu variabel pointer hanya dapat dilakukan operasi aritmatika dengan nilai integer
saja. Operasi yang biasa dilakukan adalah operasi penambahan dan pengurangan.
Operasi penambahan dengan suatu nilai menunjukkan lokasi data berikutnya (index
selanjutnya) dalam memori. Begitu juga operasi pengurangan.
c) Operasi Logika
Suatu pointer juga dapat dikenai operasi logika.

Program menentukan input bil. terbesar dan terkecil

#include
int main (int argc, char** argv){
/*Kamus*/
int min = 90;
int max = 0;
int input;
int numinput = 1;
/*Algoritma*/
printf(“Program untuk menentukan masukan terbesar dan terkecil pengguna.\n”);
printf(“Asumsi : masukan pengguna berada pada rentang 0 hingga 90.\n”);
do{
printf(“Masukkan bilangan ke – %d (untuk mengakhiri masukkan 0) : “, numinput);
scanf(“%d”,&input);
if(input >100)
printf (“Error.\n”);
else
if(input != 0){
if(input max)
max = input;
}
numinput++;

}while(input != 0);

printf(“masukan terkecil pengguna : %d \n”, min);
printf(“masukan terbesar pengguna : %d \n”, max);
printf(“Program Keluar\n”);

return 0;
}

Program Searching dengan C++

Program ini dimaksudkan untuk mencari letak suatu bilangan, namun bilangan yan dicari harus di input secara terurut secara descending ataupun ascending…

#include
void search(int n,int x,int L[100]){
short ketemu=0;
int j,i=1;
while ((ketemu==0) & (ix){
i=j+1;
}else{
n=j-1;
}
}
}
if(ketemu){
cout<<"Angka yg dicari ada di Element ke-"<<j<<endl;
}else{
cout<<"Angka tidak ditemukan"<<endl;
}
}

int main(){
int idx[100], n, x;

cout<>n;
for(int i=1;i<=n;i++){
cout<<"Angka ke-"<<i<>idx[i];
}
cout<>x;
search (n,x,idx);
return 0;
}

Program untuk mencari Bilangan Genap dengan C++

Misal kita memasukkan n=4
maka hasilnya=2

#include
/*ini adalah program untuk mencari Bilangan Genap*/
#include

void main()
{ int i, n;
cout <> n;
for (i=2; i<n ; i=i+2)
cout << i << " " <<endl;
return 0;
}

Program Menghitung SegiEmpat dgn C++

Program ini dibuat guna menghitung
1.Luas
2.Keliling
3.Diagonal
dari sebuah segiempat…

klik dsini Source code…

Program Kalkulator Matriks

I. LATAR BELAKANG MASALAH
Perhitungan matematika dirasa sulit untuk sebagian orang, bahkan terkadang matematika terlihat sebagai momok bagi mereka yang kurang bisa memahami perhitungan angka-angka. Banyak perhitungan rumit dengan rumus yang rumit pula dan tak jarang bagi mereka yang sudah melakukan perhitungan yang panjang dan lebar namun tetap juga salah.
Matriks salah satu pokok bahasan dalam matematika, memiliki kerumitan yang cukup sulit untuk dikerjakan. Perhitungan yang panjang dan keterkaitan antara rumus satu dengan yang lain cukup sukses mengecoh para penghitung matriks.
Dan program ini dibuat untuk menyelesaikan masalah tersebut, membantu menyelesaikan perhitungan matriks yang berordo banyak (yang lama untuk dihitung / diselesaikan secara manual), sehingga dengan adanya program ini dapat membantu menyelesaikan perhitungan matrik tersebut lebih cepat dan lebih mudah. Selain itu program ini juga dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Algoritma dan Struktur Data.

II. ALGORITMA (Rancangan)
Program ini memuat procedure dan fungsi sebagai berikut:
1. Procedure identitas
Memuat identitas (judul) dari program.
2. Procedure untuk input data
Input data matriks. Procedure ini berhubungan dengan input ordo (baris dan kolom) dari matrik yang terdapat pada program utama.
3. Procedure cetak matriks.
Menampilkan matriks yang telah diinputkan.
4. Function
a. Isbujursangkar: mengecek apakah suatu matrik bujursangkar.
b. Dptjumlah : mengecek apakah dua matrik dpt dijumlahkan.
c. Dptkurang : mengecek apakah dua matrik dpt dikurangkan.
d. Dptganda : mengecek apakah dua matrik dpt digandakan.
5. Procedure Jumlah
Menghitung dan menghasilkan penjumlahan dua matrik.
6. Procedure Kurang
Menghitung dan menghasilkan pengurangan dua matrik.
7. Procedure Transpose
Mentranspose matriks yang diinputkan.
8. Procedure Ganda
Menghitung dan menghasilkan perkalian dari dua matrik.

program+source code:klik disini