Tari Kecak Tanah Lot

Hari kedua di Bali,
setelah perjuangan berat menaiki tangga dari Air Terjun Tegenungan, kita lanjut meluncur menuju Tanah Lot. Niatnya sampai sore buat liat sunset. Saat menunggu waktu matahari tenggelam sambil duduk-duduk di rumput ala orang piknik terdengar informasi bahwa akan ada pertunjukkan Tari Kecak setelah matahari tenggelam. Tiket dapat dibeli dibagian informasi dengan harga Rp 50.000/orang. Kita pun mulai mencari dimana loket informasi penjualan tiket pertunjukkan Tari Kecak Tanah Lot. Lokasinya berada dipertengahan jalan masuk menuju Tanah Lot, ada papan yang terpampang dekat restoran yang juga menawarkan gelato.

Tiket sudah ditangan tinggal menunggu waktu pertunjukkan. Seperti tujuan awal ke Tanah Lot untuk menyaksikan sunset, kita pun menuju spot paling ramai yang menghadap Pura Batu Bolong. Di area ini, terdapat beberapa tempat duduk yang memang disiapkan untuk pengunjung. Kita pun menempati tempat duduk yang persis berhadapan dengan Pura Batu Bolong. Tak disangka saat sunset dan nengok ke belakang ramainya luar biasa. Kayaknya ini sunset dengan penonton paling rame yang pernah ada dihidupkuuuh.

Usai matahari tenggelam, segeralah kita menuju area pertunjukkan Tari Kecak Tanah. Pertunjukkan dimulai sekitar 18.30. Bangku penonton tidak terlalu ramai. Hal ini yang cukup menyenangkan karena kita bisa menikmati pertunjukkan. Sayangnya, selama pertunjukkan berlangsung ada nyamuk-nyamuk yang mengganggu.

Cerita Tari Kecak ini mirip Sendratari Ramayana. Yang membedakan kalau tari kecak diiringi musik yang berasal dari paduan suara. Kalian tentunya sudah tau kalau dalam pertunjukkan tari ini terdapat banyak penari laki-laki yang terlibat. Pada pertunjukkan Tari Kecak di Tanah Lot ini terdapat sekitar 20 orang dan juga beberapa tokoh yaitu Rama, Sinta, Kijang Emas, Laksamana, Rahwana, Burung Jetayu, dan Hanoman.

Alur cerita Tari Kecak Tanah Lot:

Rama dan Sinta berada ditengah hutan, datanglah seekor kijang emas yang lucu. Karena lucu maka Sinta memohon pada Rama untuk menangkapnya.

Rama tak berhasil menangkap kijang tersebut maka Rama meminta adiknya Laksamana untuk menjaga Sinta. Dalam perburuannya, terdengar suara minta tolong seperti suara Rama maka Laksamana membuat lingkaran api untuk menjaga Sinta.

Datanglah Rahwana menggoda Sinta. Karena kesaktian Laksamana maka Rahwana tidak bisa mendekati Sinta. Rahwana raja yang banyak mempunyai akal maka berubahlah menjadi pendeta/orang suci. Dan Rahwana berhasil membawa Sinta ke Kerajaan Alengka dan semua raksasa berpesta pora merayakan kemenangan.

Dalam pengejarannya, Rama dan Laksamana bertemu dengan Rahwana di hutan. Rahwana dengan kesaktiannya mengeluarkan naga yang melilit Rama dan Laksamana. Datanglah burung yang sangat besar untuk membantu Rama dan Laksamana dari lilitan naga tersebut. Burung itu bernama Burung Jetayu.

Sinta sedang berada di Kerajaan Alengka dalam keadaan sedih ditemani oleh dayang. Datanglah seekor kera putih yang bernama Hanoman dengan memperlihatkan cincin maka Sinta percaya Hanoman adalah utusan Rama. Hanoma dengan ganasnya merusak taman dan Negara Alengka maka marahlah Rahwana. Dengan kesaktiannya, Hanoman dapat ditangkap dan dibakar. Hanoman pun dapat lolos dari kobaran api dan terjadilah peperangan antara Rahwana melawan Rama. Dalam peperangan tersebut, akhirnya Rama bisa mendapatkan Sinta kembali.

Begitulah ceritanya, pertunjukkan berlangsung sekitar 30 menit.Rasanya sih sebentar banget udah kelar maka dari itu di hari ketiga kita pasang plan untuk liat Tari Kecak yang ada di Uluwatu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: