Berkunjung ke Gondang Winangoen, Menilik Satu-Satunya Museum Gula di Indonesia

Bagi kalian yang sering wara-wiri Jogja-Solo atau sebaliknya tentunya akan terbiasa melewati gapura yang berada di Jalan Raya Jogja – Solo Km. 25 Klaten yang bertuliskan “Gondang Winangoen”.

Keberadaan gapura tersebut terlihat begitu mencolok dengan adanya air mancur yang terletak berdampingan. Tak hanya itu saja, tersedia juga rest area yang dapat digunakan sebagai tempat melepas lelah setelah jauh berkendara. Bagi kalian yang kebetulan melewati atau berhenti di area tersebut, sekalian saja masuk ke tempat yang dikenal sebagai pabrik gula ini.

Gondang Winangoen bukan hanya berperan sebagai tempat produksi gula saja, tetapi juga dilengkapi dengan Museum Gula yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata edukatif bagi semua umur. Specialnya lagi, Museum Gula Gondang Winangoen ini merupakan museum gula satu-satunya di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Memasuki area museum, kalian dapat melihat alat-alat yang digunakan dalam memproduksi gula. Ada satu yang cukup menarik  perhatian saat berada di samping bangunan Museum Gula terlihat salah satu lokomotif bertuliskan SIMBAH. Lokomotif tersebut kabarnya merupakan lokomotif yang usianya paling tua dibandingkan dengan lokomotif lainnya. Lokomotif buatan Jerman tahun 1818 ini dulunya berperan dalam mengangkut tebu dari Stasiun Srowot menuju Surabaya atau ke Semarang.

Memasuki bangunan lama yang menjadi ruang display museum, kita dapat melihat peta pabrik gula se-pulau Jawa, miniatur pabrik gula, dan foto-foto lama mengenai tradisi yang dilakukan sebelum memulai penggilingan tebu. Selain itu, disini kita dapat mengetahui dan melihat jenis–jenis tebu, penyakit tebu, hama tebu, hingga alat perkantoran seperti mesin ketik yang mendukung kegiatan pabrik tempo dulu.

Pada hari tertentu, kalian pun dapat mencoba berkeliling area pabrik gula dengan menaiki kereta. Sayangnya pada saat kesana kemarin, kereta sedang tidak dioperasikan untuk pengunjung. Mungkin karena kunjungan ke museum pada waktu sedang sepi.

Terdapat musholla dan toilet di sekitar pintu masuk pabrik gula. Jadi, kalau berhenti di tempat ini saat memasuki jam shalat bisa sekalian istirahat dan ibadah. Ada juga restaurant disamping musholla. Misal menu-nya nggak cocok di seberang jalan juga ada warung makan yang menawarkan sate kambing.

Note:

  • Museum Gula Gondang Winangoen buka setiap hari
  • Harga tiket masuk Rp 5.000,-/orang
Advertisements

2 Comments »

  1. mawi wijna Said:

    Satu-satunya pabrik gula deket Jogja yg boleh dijamah masyarakat umum. Padahal zaman dulu Jogja pernah punya 19 pabrik gula lho…

    • amey Said:

      duh, aku baru tau klo dlunya di Jogja ada segitu pabrik gulanya. Taunya cuma Madukismo.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: