Mengunjungi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi, Satu dari Kebun Binatang Tertua di Indonesia

Kalau Jogja punya Kebun Binatang Gembira Loka, di Bukittinggi ada Taman Margasatwa Kinantan Bukittinggi yang merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia dan menjadi satu-satunya kebun binatang di Sumatera Barat dengan koleksi terlengkap di Pulau Sumatera.

Museum Rumah Adat Baanjuang

Museum Rumah Adat Baanjuang

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan berada di atas Bukit Cubadak Bungkuak, Jalan Cindur Mato, Pasar Atas, Bukittinggi. Tempatnya cukup mudah dijangkau karena letaknya yang cukup strategis berada tak jauh dari tempat-tempat wisata lainnya seperti Pasar Atas, Benteng Fort de Kock, dan Jam Gadang.

Setelah dari Taman Panorama, bergegaslah kita menuju kebun binatang di Bukittinggi tersebut tapi karena belum hafal jalan di Bukittinggi, jadilah muter-muter nggak sampe-sampe tujuan. Waktu sampai depan gerbang Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan bertepatan dengan waktu shalat Jum’at. Bagi yang melaksanakan shalat Jum’at bisa sholat di Masjid Raya Bukittinggi yang letaknya sangat dekat dengan tempat wisata ini.

taman-marga-satwa-dan-budaya-kinantan-2

Sambil nunggu sholat Jum’at, bagi yang cewek-cewek bisa keliling-keliling Pasar Atas. Bagi yang suka foto-foto bisa juga hunting foto di pasar atau Janjang Ampek Puluah yang merupakan tangga penghubung Pasar Atas dan Pasar Bawah, Bukittinggi.

Untuk masuk ke Taman Margasatwa Kinantan ini bisa langsung melalui pintu masuk kebun binatang tersebut maupun lewat Benteng Fort de Kock dengan cukup sekali membayar tiket masuk. Sebenarnya antara Taman Margasatwa Kinantan dan Benteng peninggalan Belanda tersebut letaknya terpisah namun karena adanya jembatan gantung penghubung bernama Jembatan Limpapeh akses menuju kedua tempat wisata itu menjadi lebih mudah. Harga tiket masuk cukup murah hanya Rp 10.000,-/orang.

taman-marga-satwa-dan-budaya-kinantan-bukittinggi-4

taman-marga-satwa-dan-budaya-kinantan-1

Sekilas sejarah, taman ini dulunya dibangun pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1900 dengan nama Stompark yang berarti kebun bunga. Setelah bertahun-tahun, taman ini baru memiliki koleksi binatang pada tahun 1929. Selain itu, beberapa kali pula tempat ini mengalami perubahan nama dari nama Kebun Bungo berubah nama menjadi Taman Puti Bungsu dan terakhir pada tahun 1995, namanya diubah menjadi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan.

Saat ini Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan telah memiliki aneka satwa seperti diantaranya rusa tutul, rusa sambar, kangguru, bermacam-macam burung unggas, gajah, dan unta. Selain itu, di area taman margasatwa juga dilengkapi dengan museum ikan paus dan Museum Rumah Adat Baanjuang.

Note:

  • Harga tiket masuk Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Rp 10.000,-/orang (dewasa) dan Rp 8.000,-/orang (anak-anak)

2 Comments »

  1. infonya menarik banget..

    • amey Said:

      terima kasih sudah mampir🙂


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: