Mencicipi Kehangatan Wedang Tahu Bu Sukardi di Tengah Dinginnya Pagi Kota Jogja

Wedang tahu?
Apakah kalian familiar dengan nama kuliner tersebut?
Dibeberapa tempat, makanan/minuman ini ada yang menyebutnya dengan nama tahwa atau kembang tahu.

Wedang Tahu Bu Sukardi (2)

Katanya sih panganan tradisional ini termasuk salah satu kuliner khas Kota Semarang. Jadi ceritanya, dulu sekitar akhir abad ke-19 untuk pertama kalinya wedang ini dijajakan di Semarang oleh pendatang dari Tiongkok. Kabarnya juga, di daerah Tiongkok Selatan dan Tainan, Taiwan makanan yang populer disebut dengan nama Tauhue ini biasa dihidangkan bersama kacang merah dan air jeruk nipis.

Kalau di Indonesia sendiri, wedang yang terbuat dari sari kedelai tersebut biasa disajikan dengan kuah yang dibuat dari campuran jahe, rempah-rempah dan gula jawa.

Wedang Tahu Bu Sukardi (3)

Bila kalian sedang jalan-jalan pagi di Jogja atau tepatnya di sekitar Pasar Kranggan yang berdekatan dengan Tugu Jogja cobalah untuk mampir ke warung Wedang Tahu Bu Sukardi yang berada di Jl.Asem Gede, Kranggan, Jogja (depan Gudeg Djuminten).

Keberadaan minuman yang terbilang langka di Jogja, saya ketahui dari sosial media. Beberapa media online pun juga banyak yang sudah menuliskan mengenai Wedang Tahu Bu Sukardi. Keinginan untuk mencicipinya pun muncul karena saya memang belum pernah mencoba minuman tersebut.

Wedang Tahu

Untuk mencicipi semangkuk kehangatan dan kelembutan Wedang Tahu Bu Sukardi, kita hanya perlu membayar Rp 6.000,-. Memang cocok mengkonsumsi wedang tahu saat pagi hari selain menghangatkan badan, rupanya wedang tahu juga memiliki khasiat sebagai pengusir masuk angin.

Kandungan protein yang lebih banyak dan lemak tak jenuh membuat minuman ini cocok sebagai menu diet untuk menjaga kesehatan jantung. Bagi ibu menyusui pasca melahirkan, kudapan ini juga bermanfaat memperlancar produksi ASI dan mempercepat pemulihan kesehatan pasca operasi.

Wedang Tahu Bu Sukardi (1)

Wedang tahu memiliki tekstur yang lembut, rasa kembang tahu-nya ternyata tawar. Penyajiannya dengan kuah jahe bercampur rempah memang komposisi yang pas dan sedap. Aroma minumannya pun menyegarkan. Wangi susu kedelai dan sedapnya jahe sangat menggugah selera.

Selesai mencicipi semangkuk Wedang Tahu Bu Sukardi ditempat, saya pun membeli lagi satu porsi untuk dibawa pulang. Kuah dan kembang tahu dibungkus terpisah. Kuah dari air jahe dibungkus dalam plastik sedangkan kembang tahu diwadahi dalam cup gelas. Sewaktu membungkus wedang tahu, beliau berpesan “bila ingin lebih enak nanti sampai rumah kuahnya dipanaskan terlebih dahulu. Sementara kembang tahunya, bila terdapat air buang dulu airnya sebelum dimakan. Kalau mau dimakan sore taruh di kulkas. Tapi kalau sampai besok pagi udah nggak bisa dimakan”.

Wedang Tahu Bu Sukardi 4

Note:

  • Wedang Tahu Bu Sukardi mulai buka pukul 07.00 pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: