Menikmati Kesegaran Air Terjun Sarasah Bunta, Lembah Harau

Seusai tracking di Aka Barayun, kita pun lanjut menuju Sarasah Bunta. Tak sampai 10 menit, becak yang mengantar kami sudah sampai di kawasan Sarasah Bunta. Tak tanggung-tanggung, di area ini terdapat sekitar 7 air terjun. Jaraknya pun saling berdekatan sehingga kita dapat menyusuri semua air terjun yang ada tanpa susah payah.

Berbeda dengan di Aka Barayun dimana kita dapat melihat air terjun tanpa harus turun dari kendaraan karena letaknya yang berada tepat di tepi jalan, di Sarasah Bunta ini kita harus berjalan kaki terlebih dahulu untuk menemukan air terjun tersebut. Tapi jangan khawatir kecapekan karena jalan kakinya cuma beberapa meter aja kog dari tempat parkir.

Memasuki jalan setapak menuju air terjun terdapat berbagai tanaman yang dijual seperti bunga anggrek dan tanaman paku-pakuan. Salah satu yang menarik dan baru pertama kali saya lihat disini adalah tanaman paku/pakis ekor monyet. Tanamannya berbulu seperti rambut monyet.

tanaman hias di Harau

Dari beberapa air terjun yang ada, pilihan paling enak buat menyeburkan diri adalah di air terjun yang bernama Sarasah Bunta. Yang mana air terjun tersebut memiliki debit air paling deras dan air yang paling jernih diantaranya air terjun lainnya. Selain itu, akses ke tempat ganti/toilet cukup dekat.

Sewaktu kesana, kita tau Air Terjun Sarasah Bunta memiliki debit yang paling deras dari suara air yang jatuh dan percikan airnya yang membasahi area setempat. Sampai warung-warung yang ada disekitarnya ditutupi dengan terpal plastik. Kata pedagang di dekat air terjun ini, biasanya debit air tidak sederas itu. Karena semalam hujan jadi air yang jatuh dari atas cukup banyak. Beruntung kita datang pada hari itu. :) Selain suara derasnya air terjun yang turun, disini kita juga dapat mendengar nyanyian alam berupa suara monyet hutan yang saling bersahut-sahutan.

Sarasah Bunta_Lembah Harau (3)

Walaupun debit airnya deras, kedalaman airnya cukup dangkal sehingga aman sebagai tempat bermain anak-anak. Air terjun Sarasah Bunta ini terbilang masih alami karena tepiannya tidak diberi pembatas seperti kolam sehingga memiliki tepian mirip pinggir pantai.

Lembah Harau_Sarasah Bunta (3)

Disini kita dapat menyewa berenang atau sekedar bersantai diatas air dengan ban pelampung. Nggak perlu repot-repot bawa dari rumah karena disini disewakan dengan harga Rp 5.000,-/ban untuk dipakai sepuasnya.

Sarasah Bunta_Lembah Harau (1)

Selesai berenang, tentunya perut lapar dan badan terasa kedinginan. Kalau nggak bawa bekal, kalian dapat membeli makanan ringan seperti pisang goreng atau menyeduh pop mie untuk mengganjal perut. Biar lebih hangat lagi, kalian bisa memesan minuman khas setempat yang menghangatkan. Namanya kawa daun. Satu lagi jajanan khas yang wajib kalian coba disini adalah kerupuk kari.

Lembah Harau_Sarasah Bunta (1)

Tak jauh dari air terjun Sarasah Bunta, kalian juga dapat menemukan camping ground sepertinya saat itu sedang dipakai untuk kegiatan makrab. Kayaknya seru kalau makrab disitu.😀

Selain Air Terjun Sarasah Bunta, semua air terjun di area ini dapat digunakan sebagai tempat untuk berenang. Namun, ada satu air terjun yang bawahnya terlihat sepi. Air terjun tersebut, airnya ditampung mungkin sebagai cadangan air bersih.

Sarasah Bunta-1

Semoga bisa kesini lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: