Kuliner Malam di Bawah Jembatan Limpapeh, Bukittinggi

Bermalam di penginapan yang ada di sekitar bawah Jembatan Limpapeh bisa jadi pilihan yang pas untuk para wisatawan karena letaknya cukup strategis, akses dengan tempat wisata di Kota Bukittinggi cukup dekat dan dekat dengan warung makan.

Apalagi saat malam hari, badan jalan yang pada saat siang hari biasa digunakan sebagai tempat parkir, pada malam hari berubah menjadi area kaki lima yang menawarkan beragam kuliner. Beberapa kuliner yang ada diantaranya es tebak, sate danguang danguang, martabak kubang, kari kambing, nasi goreng, dan sekoteng.

-Es Tebak_Sate Danguang (2)

Walaupun dijual di kaki lima, rasanya nggak kalah dengan makanan yang dijual di rumah makan. Soal harga pun masih bersahabat di kantong. Berada disini rasanya pengen mencicipi semua makanan dari ujung hingga ujung. Sayangnya daya tampung perut terbatas.😀

Es tebak ini mirip dengan es campur, kuahnya sirup merah dan susu. Isi minumannya ada tape singkong, jelly merah, jelly hijau, potongan roti, dan rumput laut. Segeeer!

-Es Tebak (1)

Sate danguang danguang merupakan sate khas dari daerah Danguang-Danguang, Payakumbuh. Bumbunya sama dengan bumbu sate padang yaitu menggunakan bumbu kuning yang gurih ditambah lagi diatasnya diberi taburan bawang goreng jadi tambah lezat. Sate danguang-danguang sendiri terbuat dari jeroan sapi seperti lidah, usus, dan jantung. Untuk yang dijual di Bukittinggi ini, sate danguang-nya menggunakan daging sapi dengan potongan daging tipis-tipis.

-Sate Danguang (3)

Sekoteng adalah minuman yang terbuat dari jahe seperti wedang jahe namun diberi tambahan susu, roti tawar, dan kacang tanah. Kita juga bisa memesan dengan tambahan telur. Cocok banget diminum malam hari yang dapat membantu menghangatkan badan dari dinginnya udara Bukittinggi. Sekoteng dengan tambahan telur, dipercaya berkhasiat dapat menambah stamina. (Harga: Rp 5.000,-)

Martabak kubang adalah martabak telur khas daerah Kubang, Riau. Beda martabak kubang dengan martabak lainnya yakni martabak ini dibuat menggunakan tambahan daging rendang dan cabe yang diiris kecil-kecil sehingga saat menggigit martabak tersebut akan ada kejutan sedikit rasa pedas.

Cukup segini aja komen icip-icip dari saya. Daripada penasaran dengan kuliner yang ada di atas mending langsung aja ke TKP buat nyobain sendiri.🙂

Note:

  • Walaupun kemarin masa libur, pedagang kaki lima di bawah Jembatan Limpapeh tetap mematok harga makanan yang wajar dan terjangkau.🙂 Ini yang bikin salut karena pedagang nggak memanfaatkan moment untuk mencari keuntungan sendiri. Malahan pas beli kari kambing, bapak penjualnya tau kalau kita wisatawan dan justru ngasih porsi nasi agak banyakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: