Jalan-Jalan Sore ke Danau Maninjau

Sekilas tentang Danau Maninjau

Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang terbentuk oleh letusan Gunung Sitinjau. Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia dan merupakan danau terluas kedua di Sumatera Barat.

Danau Maninjau terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat yang berjarak sekitar 36 km dari Bukittinggi.

pemandangan dari belakang Masjid Raya

pemandangan dari belakang Masjid Raya

Cara ke Danau Maninjau dari Bukittinggi

Dari Pasar Bawah naik angkot nomor 15 kemudian turun di Terminal Aur Kuning, Bukittinggi. Bisa juga naik angkot nomor lain yang menuju Terminal Aur Kuning tetapi yang paling cepet (nggak pakai muter-muter) sepertinya ya angkot nomor 15. Selanjutnya, masuk terminal cari saja bus jurusan Bukittinggi-Maninjau bertuliskan “Harmoni” atau “Harmonis”. Biar yakin nggak salah jalur, pastikan dulu tanya ke abang sopirnya ya. Waktu tempuh Bukittinggi-Danau Maninjau sekitar 2 jam. Untuk tarif angkot menuju Terminal Aur Kuning Rp 3.000,-/orang sedangkan tarif bus Bukittinggi-Maninjau Rp 20.000,-/orang.

***

Selama perjalanan ke Danau Maninjau, kita akan disuguhi pemandangan hijau yang cukup menenangkan sekaligus menegangkan melewati kelok 44 yang belokannya cukup menantang untuk dilewati bus. Dari kelokan tersebut kita juga dapat melihat pemandangan Danau Maninjau dari atas.

Awalnya membayangkan Danau Maninjau itu mungkin bakal kepikiran adem seperti di Danau Sarangan, Jawa Timur. Ternyata salah, udara di sekitar Danau Maninjau nggak dingin sama sekali, rasanya panas padahal itu sore hari. Tapi rupanya banyak wisatawan asing yang tertarik untuk ke sana, beberapa kali pas kita jalan papasan dengan wisatawan asing. Bahkan ada yang nanya pakai bahasa Inggris “Dimana spot yang tidak banyak orang atau tidak ada orang sama sekali. Dapatkah kita menemukannya disini?” Dan hebatnya ada bapak-bapak tua yang fasih menjawab dengan Bahasa Inggris. Keren sekali…

Sebenarnya ke Danau Maninjau itu nggak lengkap kalau nggak mampir ke Puncak Lawang yang merupakan tempat sempurna untuk menikmati view Danau Maninjau dari ketinggian. Namun, apa daya waktu sampai Danau Maninjau saja sudah pukul 17.00 dan kita pun harus mengejar waktu untuk sampai ke Masjid Raya Bayur karena pukul 20.00 adalah waktu jalan terakhir angkutan ke Bukittinggi.

Sesampainya di Maninjau sudah pukul 17.00. Jadilah kita cari masjid buat shalat dulu. Masjid yang kita singgahi bernama Masjid Raya. Masjid tersebut terletak persis di tepi Danau Maninjau, di belakang masjid kita bisa duduk-duduk sambil foto-foto pemandangan.

DAnau MAninjau_ (2)

DAnau MAninjau_ (1)

Sebenarnya, kita bisa turun dari bus tepat di depan Masjid Raya. Namun karena ketidaktahuan jadilah jalan kaki cukup lumayan dari pertigaan pangkalan ojek. Selanjutnya, setelah shalat lanjut mengejar waktu biar bisa magriban di Masjid Raya Bayur. Perjalanan ke Masjid Raya Bayur ditempuh dengan berjalan kaki sampai putus asa karena nggak nyampe-nyampe. Tapi ya tetep semangat karena disuguhi suasana sekitar Danau Maninjau yang menentramkan.

senja di kawasan Maninjau

senja di kawasan Maninjau

Walaupun udaranya biasa saja, bermalam disekitar Danau Maninjau rasanya menarik untuk dicoba. Cukup mudah kog untuk menemukan homestay yang langsung menghadap perairan Danau Maninjau. Tak sulit juga untuk menemukan tempat makan dan oleh-oleh ditepi Danau Maninjau.

Tempat makan yang ada pun juga banyak yang menawarkan view Danau Maninjau karena letaknya yang berada di tepi danau dan langsung menghadap perairan tersebut. Ada satu resto yang cukup menarik untuk disinggahi dari makanan yang ditawarkan (ada lobster, kepiting, dan aneka seafood), tapi sayangnya kita nggak sempat mampir.

Note:

  • Tidak ada biaya tiket masuk saat memasuki kawasan wisata Danau Maninjau. Entah karena kita naik bus yang biasa melintas di wilayah tersebut lagipula saya juga nggak liat pintu loket retribusinya.
  • Untuk pulang dari Maninjau menuju Bukittinggi kita dapat menaiki travel dengan tarif Rp 35.000,-/orang. Travel tersebut melewati depan Masjid Raya Bayur. Kalau habis shalat berencana pulang ke Bukittinggi bisa nunggu travel tersebut di depan masjid. Menaiki travel tersebut, kita akan diantar sampai di penginapan (tempat tujuan di Bukittinggi).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: