(Nekad) Long Weekend di Bukittinggi

Awal cerita,

Sebenarnya rencana ke Bukittinggi sudah ada sejak setahun yang lalu dan akhirnya bisa terealisasi kemarin, tanpa sengaja bertepatan dengan long weekend. Parahnya kita belum memesan hotel untuk bermalam disana. Sebenarnya, beberapa minggunya, saya sempat mengecek via traveloka.com, tiket.com, agoda.com, dan website pemesanan hotel online lainnya ketersediaan kamar memang sudah “null”. Namun karena memang tanggal ke Bukittinggi belum pasti dan travelmatenya-akuh bilang “santai aja nanti kalau gak dapet disana ada saudara kog”. Ya sudah, pasrah saja.

***

Perjalanan kita dari Pekanbaru pun dimulai dengan menaiki angkutan PT. Ayah Ibu dari Panam jurusan Pekanbaru-Bukittinggi dengan ongkos Rp 75.000,-/orang. Perjalanan Pekanbaru-Bukittinggi memakan waktu kurang lebih 7 jam. Kalau mau nyaman ya mending sewa mobil sih, naik travel ini ya cukup lumayan dengan harga ekonomis fasilitas juga ekonomis. Kalau bagi saya sih yang penting sampai tujuan dengan selamat udah cukup.

travel Pekanbaru-Bukittinggi

travel Pekanbaru-Bukittinggi

O,ya kalau kalian ke Bukittinggi dari Pekanbaru via travel Ayah Ibu ini, nanti bakal dioper di Payakumbuh buat pindah mobil tapi tenang aja karena travelnya masih sama jadi nggak perlu bayar dan nunggu mobil lagi.

Perjalanan Pekanbaru-Bukittinggi ini melewati Kelok 9. Sore itu kondisi Kelok 9 cukup ramai oleh kendaraan yang lewat. Di tepi jalannya banyak pedagang dan orang-orang yang jalan-jalan. Keramaian tersebut sepertinya membuat kondisi jalan terlihat agak kumuh. Saya pun cuma melihat suasana ini dari dalam travel karena kalau turun di Kelok 9 harus nyari travel lagi untuk lanjut perjalanan.

Akhirnya sekitar pukul 19.00, kita pun sampai di Bukittinggi. Pencarian hotel pun dimulai dari Jalan Sudirman dengan berjalan kaki, bertanya dari satu hotel ke hotel lain dan selalu dijawab “FULL” oleh resepsionis. Setelah 1,5 jam pencarian, kita memutuskan untuk beristirahat dan mengisi perut dulu. Mau tau tempat makannya dimana? KFC di sebelah Jam Gadang. Jauh-jauh ke Bukittinggi makan di KFC. Not bad lah, karena sudah berhari-hari makan daging, makanan bersantan dan pedes. Jadi, waktunya menetralkan perut dan lidah dengan makan di KFC.🙂

Setelah makan, kita pun lanjut muter-muter jalan kaki nyari penginapan. Sampailah dibawah Jembatan Limpapeh. Istirahat lah kita dengan duduk-duduk ngemper di depan toko yang udah tutup. Rasanya udah capek dan putus asa bakal nggak dapet tempat bermalam. Tapi travelmate masih gigih buat nelponin hotel satu-satu dan nanya-nanya hotel disekitar. Dan saya pun cuma nunggu duduk-duduk jagain barang bawaan, usaha pun membuahkan hasil, akhirnya pukul 22.00 WIB travelmate balik dengan kabar “ada satu kamar kosong disana (Singgalang Indah)”. Keberuntungan, lumayan lah daripada ngemper di jalan.🙂 Katanya kamar tersebut sebenarnya sudah ada yang memesan namun ditinggal pemesan karena alasan kurang cocok.

Hikmah dari kejadian ini adalah kalau pergi saat long weekend, jangan sampai lupa pesen kamar (penginapan) jauh-jauh hari ya, gaes.

Cerita belum selesai. Bersambung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: