Mencari Sungai Awan di Kebun Buah Mangunan

Setelah sahur, ada baiknya memang jangan tidur lagi. Terus ngapain dong? Tentunya ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Salah satu yang menyenangkan adalah jalan-jalan pagi menghirup udara segar.

Seperti pagi ini, kami pun memutuskan untuk jalan-jalan pagi ke sebuah kebun buah yang kabarnya kalau pagi hari menawarkan pemandangan “sungai awan”. Yang beneer aja? Emang ada? Let’s go! Mari kita buktikan…

Pukul 05.00 kami pun segera melaju ke arah selatan kota Yogyakarta, menyusuri Jalan Imogiri Timur hingga daerah Mangunan. Dan akhirnya, setelah berjalan menaiki jalan bertanjakan yang sering dilewati oleh para pesepeda gila genjot sampailah di Kebun Buah Mangunan.

Rasa penasaran mengenai keberadaan sungai awan itu pun masih tersimpan dan saat sampai di sekitar pintu masuk suguhan pemandangan lautan awan pun sudah menyambut kedatangan kami.

Untuk melihat lebih dekat lautan awan tersebut dari pintu masuk, pengunjung masih harus naik ke atas puncak. Kebanyakan pengunjung memilih untuk menaiki kendaraan bermotor yang dibawanya untuk sampai ke puncak. Namun ada pula segelintir muda-mudi yang memilih untuk memarkirkan kendaraannya di dekat kolam taman yang ada dibawah dan berjalan kaki menuju puncak.

Sesampainya di puncak, kami pun bergegas menuju spot yang menyajikan pemandangan “sungai awan”. Ternyata tempat tersebut sudah dipenuhi oleh banyak manusia yang berburu foto pemandangan alam khas Kebun Buah Mangunan.

2016_Mangunan (1)

2016_Mangunan (5)

Pukul 05.55 sungai awan masih belum terlihat ntah karena masih terlalu pagi atau karena kabut yang masih tebal sehingga yang terlihat hanya lautan awan saja. Padahal cuaca lumayan cerah. Lumayan sempet kebagian moment saat-saat sinar matahari mulai menyinari perbukitan sekitar.

2016_Mangunan (7)

2016_Mangunan (4)

Selama menanti sungai awan, kami pun melihat suasana sekitar. Ternyata tak hanya wisatawan lokal saja yang tertarik untuk datang ke puncak kebun buah Mangunan ini, ada juga wisatawan asing seperti dari India yang menyempatkan diri untuk melihat pemandangan alam disini.

Sempat terlihat awan yang berbentuk seperti kapas itu bertebaran menuju arah dimana kami berdiri. Dan begitu kami bernafas tercium bau seperti gas lalu nafas terasa menjadi sedikit sesak seperti kekurangan oksigen. Untungnya itu hanya terjadi sebentar.

2016_Mangunan (8)

Sampai pukul 06.30, sungai awan masih juga belum tampak dan Puncak Kebun Buah Mangunan pun semakin dipenuhi oleh pengunjung. Karena sudah semakin ramai, kami pun memilih untuk meninggalkan tempat. Ya, melihat lautan awan itu pun sudah cukup membahagiakan. Rasanya seperti sedang berada di puncak gunung.

2016_Mangunan (12)

2016_Mangunan (2)

Note:

  • Harga tiket masuk Kebun Buah Mangunan Rp 5.000,-/orang.
  • Parkir motor Rp 2.000,-
  • Untuk letak, rute, dan lebih lengkapnya tentang Kebun Buah Mangunan dapat dibaca dipost sebelumnya disini.

2 Comments »

  1. mawi wijna Said:

    Pas membaca kalimat “pesepeda gila genjot” kok mendadak pantatku gatel ya? Gyahaha😄

    Aku jadi penasaran. Itu Kebun Buah Mangunan kapan sepinya ya? Puasa-puasa saja masih rame. Haduw…

    • amey Said:

      udah berapa kali ngepit ke mangunan mas?😀 Mungkin karena masa libur anak sekolahan kali ya jadi rame.


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: