Enthok Slenget Kang Tanir: Kuliner Jogja yang Pedas Menggelegar

Akhirnya kesampaian juga buat icip-icip Enthok Slenget Kang Tanir setelah beberapa kali kecelik. Jangan tanya berapa kali keceliknya sampe hopeless, bhihihi… Pertama tau tentang kuliner ini dari tulisannya Mas Wijna di mblusuk.com. Sempet agak ragu waktu kesana pertama kali, sampe nyasar dan menduga-duga jangan-jangan warungnya udah nggak ada. Dan warungnya ketemu ndilalahnya sudah sold out, posisi waktu buka puasa. Akhirnya turun dan mampir di Tengkleng Gajah.

***

Enthok Slenget Kang Tanir ini berada searah dengan jalan menuju kawasan wisata Kaliurang tepatnya beralamat di daerah Turi, Sleman, Yogyakarta. Di warung tersebut, pelanggan dapat memilih level slenget yang sedang atau pedas. Dapat juga menyebutkan jumlah cabai yang diinginkan. Dan saya pun mencoba untuk mencicipi yang level sedang.

Enthok_slenget_Kang_tanir_2

Tak lama setelah menunggu, pesanan pun datang dengan sajian yang masih berasap. Sendok pertama pedasnya belum terasa. Setelah beberapa sendok, lidah pun terasa disambar cabe. Maka dari itu makanan ini disebut slenget. Ya, karena pedesnya yang menggelegar.

Slenget enthok memang cocok dicicipi di tengah dinginnya udara sore daerah Turi. Kuliner ini mampu membuat badan kita sampai bercucuran keringat lho. Satu hal yang menarik setelah makan slenget disini adalah tidak ada efek mules alias sakit perut karena kepedesan. Kalau kepedesan di lidah tinggal kunyah aja nasi putih sebagai penawar. Nasi putihnya disajikan dalam satu bakul jadi aman dan pasti kenyang.

Enthok_slenget_Kang_tanir

Oh, ya enthok sendiri adalah sejenis unggas yang masih satu kerabat dengan itik/bebek. Seperti bebek, enthok juga biasa dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Penasaran seperti apa rasa kuliner yang satu ini? Kalau pas jalan-jalan ke daerah Kaliurang atau melewati daerah Turi mampir aja.🙂

Perlu diketahui, Warung Enthok Slenget Kang Tanir buka mulai pukul 17.00 hingga pukul 20.00. Biar nggak kehabisan dan antri datang aja sebelum magrib karena kalau udah magrib warung ini rame oleh pelanggan.

3 Comments »

  1. Tuan Pembual Said:

    kak, laper kak

  2. mawi wijna Said:

    berhubung namaku disebut, njuk aq ikutan komentar di sini, wekekeke😀

    aq malah belum pernah ngicip yang di warung barunya ini. Eh pernah sekali deng mau mampir ke warung barunya, tp eh malah tutup.

    • amey Said:

      sempet keblasuk pas ngikuti ancer2 dipostingan, wkkkk.. Cobain aja mas, semoga nggak kecelik.🙂


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: