Jalan-Jalan di Tanah Melayu, Riau

Lanjutan dari posting sebelumnya yang berjudul First Time Flight dan Tragedi 10 Km. Ini adalah tulisan perjalanan ke Riau pada Bulan Mei 2014 lalu yang baru sempet diposting hari ini, hyaaah…

Selama di Riau, tidak banyak tempat yang saya tuju karena acara hajatan yang berlangsung ternyata tidak secepat yang dibayangkan. Yang rencana disana cuma beberapa hari jadi hampir seminggu. Ya gak ikut ngapa-ngapain sih paling cuma bantu-bantu dikit misalnya seperti bantu ngaduk adonan kue dan makan-makan tentunya, hihihi..

Setelah acara hajatan selesai, sehari sebelum pulang ke Jogja saya sempat diajak kak @tuanpembual ke Bengkalis untuk memasukkan uang ke ATM guna pembelian tiket pesawat secara online plus nyari sinyal buat internetan,😀. Nah, pas itu juga baru sempet jalan-jalan dikit. Beberapa tempat yang waktu itu saya kunjungi yaitu

Pantai Marina Bengkalis

Pantai Marina Bengkalis

Pantai Marina Bengkalis terletak di Jl. Yos Sudarso No.2 Bengakalis. Dari pantai ini dapat terihat kapal cepat (speedboat) yang berlalu lalang karena pantai ini merupakan pelabuhan kapal cepat. Letaknya yang strategis dan berada dekat dengan Hotel Pantai Marina membuat pantai ini cukup mudah untuk ditemukan.

Tak banyak memang yang bisa dilakukan di pantai ini karena pantai disini tak seperti kebanyakan pantai yang memiliki bibir pantai dengan pasir yang lembut, tetapi langsung berhadapan dengan laut. Namun, di sekitar pantai ini kalian bisa berjalan-jalan atau menikmati pemandangan dan semilir angin pantai yang sepoi-sepoi sambil menikmati makanan yang dijajakan oleh penjual di Pujasera yang berada tak jauh dari pantai.

Karena waktu itu sampai sana pas tengah hari dan panas-panasnya terik matahari jadi ya cuma duduk-duduk di kursi taman sambil makan coklat yang dibawa dari rumah, enyak-enyak… O,ya saat sore hari dari pantai ini juga akan terlihat matahari tenggelam yang menawan lho.

Hari berikutnya, dalam perjalanan menuju Pekanbaru saya diajak untuk mampir ke Istana Siak dan warung makan yang menjual sup tunjang.

Istana Siak

Istana Siak

Istana yang juga disebut Istana Matahari Timur ini merupakan warisan Kerajaan Melayu Sumatera. Dilihat dari arsitektur bangunannya, istana ini hampir mirip dengan Istana Maimun yang ada di Aceh. Di bagian depan istana terdapat taman yang indah dengan bunga berwarna-warni dan dibagian samping istana terdapat Kapal Kato yang dahulu digunakan Sultan Siak untuk mengunjungi daerah kekuasaannya.

Taman di bagian depan Istana Siak

Taman di bagian depan Istana Siak

Kapal di samping Istana Siak

Kapal di samping Istana Siak

Bangunan istana yang didominasi warna kuning ini terdiri dari dua lantai yang menyimpan benda-benda bersejarah diantaranya seperti meriam, keris, perkakas, dan gramofon. Di seberang Istana Siak terdapat masjid dan kompleks makam yang berada tepi Sungai Siak. Melihat tata  bangunan tersebut tentunya akan membuat kagum, dimana tempat bersejarah tersebut dapat menyatu dengan alam sehingga menghasilkan suasana yang asri.

Istana Siak (1)

Istana Siak (2)

Istana Siak (4)

Beberapa jam setelah perjalanan dari Istana Siak menuju Pekanbaru, saya diajak mampir warung makan mencicipi sup tunjang. Sup tunjang adalah sup dengan kuah kaldu yang terbuat dari potongan daging dan tulang sapi yang diberi bumbu rempah-rempah seperti lada. Rasanya cukup gurih dan segeeeer.. Sedaplah pokoknya🙂

Makasih buat kak @tuanpembual beserta keluarga yang sudah mau direpotkan dengan kedatangan tamu tak diundang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: