Menelusuri Jejak Sejarah di Kota Tua Jakarta

Hey, lagi dimana?

*Di Jakarta.

Ngapain emang disana?

*Maen-maen.

Agak heran juga kalau ada temen yang bilang lagi traveling ke Jakarta karena tau sendiri kan kalau kota tersebut terkenal dengan macetnya. Yah, lupakan soal itu. Ternyata Jakarta punya destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi lho.

Rasanya udah lama banget gak naik kereta api, ternyata udah banyak perubahan mulai dari wajah stasiun yang sekarang sudah dilengkapi gerbang check in, layar LCD yang menampilkan jadwal keberangkatan, mesin cetak tiket mandiri dan loket pembelian tiket yang tidak jejali dengan pembeli tiket. Yapp, karena sekarang tiket dapat dibeli di indomaret, alfamart, dan beberapa situs online.

Tut..tut..gujes..gujes.. Kereta progo melaju dari Stasiun Lempuyangan (Jogja) pada pukul 14.50 menuju Stasiun Pasar Senen (Jakarta), tiba di pemberhentian terakhir pada pukul 00.10. Padahal di tiket tertulis tiba pukul 23.15, telat hampir 1 jam sendiri.

O,ya selama perjalanan di dalam kereta sekarang udah nyaman lho. Kalau dulu pedagang asongan bisa masuk dalam gerbong seenaknya. Sekarang sudah tidak ada lagi pedagang yang bisa mondar-mandir, jangankan masuk ke gerbong, masuk ke peron pun udah dilarang. Rasanya jadi gak semrawut, lebih lega, dan lebih sejuk karena adanya AC.😀

Tengah malem sampai di Stasiun Pasar Senen dan kelaperan. Alhamdulillah kak @tuanpembual udah stand by bawa makan juga. Pergembelan dimulai dengan leyeh-leyeh di emperan stasiun menunggu subuh. Semakin mendekati subuh, suasana semakin rame, yang semula disamping cuma ada 2 orang, tiba-tiba udah dipenuhi banyak orang.

 Allahu akbar… Allahu akbar….

Adzan subuh pun terdengar berkumandang.

Kita menuju masjid yang ada diseberang stasiun, setelah sholat langsung deh cuss menuju ke destinasi pertama yaitu kota tua Jakarta.

Kota Tua Jakarta

Kota_Tua_3

Dikutip dari indonesia.travel, Kota Tua Jakarta yang dulunya bernama Batavia Lama (Oud Batavia) adalah sebuah wilayah kecil di tepi timur Sungai Ciliwung. Abad ke-16 para pelayar dan pedagang Eropa menjuluki tempat ini sebagai “Mutiara dari Timur” dan “Ratu dari Timur” dimana dikaitkan keindahan kota ini yang mirip seperti Amsterdam dan juga sebagai pusat perdagangan di Benua Asia. Dari sini pula VOC dan Pemerintah Hindia Belanda mengendalikan kekuasaan administratif mereka atas Nusantara.

Kota_Tua_1

Dari Stasiun Pasar Senen, kawasan Kota Tua Jakarta dapat ditempuh selama setengah jam dengan kendaraan bermotor kecepatan santai,😛. Lebih deket lagi kalau dari Stasiun Jakarta Kota tinggal jalan kaki. Ada apa aja sih di kawasan Kota Tua Jakarta? Ada banyak bangunan kuno dan eksotis yang bisa kita lihat dan kunjungi. Tempat ini sangat cocok buat kamu yang hobi fotografi untuk dijadikan obyek bidikan. Beberapa bangunan museum seperti museum wayang, museum bank mandiri, dll pun terlihat masih kokoh dan terawat.

Kota_Tua_4

Sekitar pukul 05.30 kita sampai di Kawasan Kota Tua, muter-muter aja kemudian foto-foto. Waktu sampai di depan Museum Fatahillah sepertinya akan ada konser atau acara apalah terlihat tenda-tenda putih berjajar. Pagi itu pelataran sekitar kawasan kota tua dipenuhi sampah yang berserakan, sangat disayangkan sekali. Tiap hari kayak gitu, atau cuma hari itu aja ya?

Kota_Tua_Jakarta

Sayang sekali kalau kawasan cagar budaya yang harusnya terlihat eksotis dan terjaga dikotori sampah-sampah setiap hari. Gaes, biasakan yuk dimana pun berada buanglah sampah pada tempatnya kalau gak ada tempat sampah simpan dulu di saku atau kantong plastik.

Jembatan Merah

Jembatan_Kota_Intan_2

Masih di kawasan Kota Tua Jakarta, jembatan berwarna merah ini dulunya dikenal dengan nama Jembatan Pasar Ayam yang kemudian berganti nama menjadi Jembatan Kota Intan. Yang unik dari jembatan ini adalah bisa diangkat ke atas, tujuannya agar dibawahnya dapat digunakan sebagai lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir pada zaman dahulu.

Jembatan_Kota_Intan

Untuk memijakkan kaki di tempat yang termasuk cagar budaya ini, kamu akan dikenakan biaya kebersihan sebesar 5.000 rupiah. Cukup murah kan? Disini kamu bisa menikmati suasana sambil duduk atau berfoto-foto di atas jembatan. Di bagian samping juga terdapat papan informasi yang menjelaskan tentang sejarah Jembatan Kota Intan yang bisa kamu baca, untuk menambah pengetahuan kamu.🙂

Setelah puas bersantai-santai disini, selanjutnya kita ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Sunda Kelapa

Sunda_Kelapa_2

Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan tempat wisata yang gak kalah menarik dengan tempat wisata lainnya, terutama sebagai tempat wisata sejarah. Mengingat tempat ini memiliki nilai history yang tinggi.

Sesampainya disini kita sih muter-muter dulu. O, ya saat memasuki pelabuhan ini, kita akan ditanya oleh petugas penjaga pintu masuk “apa kepentingannya?”. Jawab aja “muter-muter”. Selanjutnya kita akan dikenakan 3.000 rupiah sebagai tiket masuk.

Sunda_Kelapa_1

Pas lagi foto-foto kapal, ada seorang bapak-bapak yang menawarkan jasa naik perahu. Nah, kalau kamu niat piknik, gak ada salahnya juga naik perahu keliling perairan sekitar Sunda Kelapa. Bersama bapak pemilik perahu (kalau gak salah namanya Pak Nurhanudin), kita akan diajak menikmati suasana dan melihat-lihat pemandangan sekitar Sunda Kelapa. Untuk sekali keliling menaiki perahu ini, harga sewanya 50.000 rupiah. Waktu kelilingnya sekitar 20 menit.

Pak Nurhanudin

Sunda_Kelapa_3

Muterin jalan terus ke Monas numpang ngadem bawah pohon. Pengennya sih naik ke atas, tapi sayang begitu liat antriannya yang panjang kayak antrian pembagian sembako, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya, di kota sebelah.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: